
Hari ini Leon membawa Kanaya berkunjung kerumah Refan untuk memperkenalkan Kanaya sebagai calon istrinya. Leon bahkan belum membawa Kanaya berkunjung kerumah Ayahnya, ia lebih memilih Asisten pribadinya dibanding Ayah atau ibunya.
Saat Leon ingin menyelonong masuk begitu saja ia dicegah oleh Kanaya,
"Om. Berisalam dulu." Ketus Kanaya melihat tingkah laku calon suami nya
Leon hanya nyengir kuda. seumur umur Leon tak pernah memgucap salam jika masuk kedalam rumah apalagi rumah orang lain.
"Maaf sayang. "
Kanaya hanya menggelengkan kepalanya.
"Assalamualaikum"
"Walaaikumsalam" Jawab serin dari dalam yang tengah menemani baby Aidan main.
"Sayangnya paman lagi apa..?"
Leon langsung menggendong baby Aidan kemudian membawa kedekat Kanaya.
" Serin masih diam tak bersuara, tatapannya kini beralih kearah gadis remaja berhijab didepannya, dibenaknya sudah menerka nerka kalau gadis didepannya adalah calon istri Leon . Tapi yang menjadi pertanyaan serin saat ini mungkinkah Leon jatuh cinta dengan seorang gadis remaja bahkan umurnya pun sangat muda.
"Kenalkan "Kanaya"Calon Istriku." Ucap Leon memperkenalkan kanaya
"Kanaya bersalaman dengan Serin dengan senyum ramahnya, Serin pun membalas dengan senyum tak kala ramahnya.
"Boleh aku gendong baby nya.?" Pinta kanaya penuh harap
Entah kenapa semenjak pertama kali melihat baby Aidan, Kanaya langsung menyukai bayi tersebut.
Serin tersenyum sembari mengangguk.
Leon menyerahkan baby Aidan ke gendongan Kanaya,
"Sayang. kalau kita sudah menikah Aku pengen bayi perempuan yang cantik nya seperti kamu." ujar Leon sedikit menggoda Kanaya.
Kanaya tersipu malu, rona merah terpancar di wajah cantiknya saat ini
Serin hanya tersenyum melihat tingkah mereka, Serin hanya berharap semoga mereka bahagia selamanya.
"Kamu sudah datang.?" Refan datang dari arah belakang langsung menyapa mereka.
Leon hanya melirik sekilas sembari mengangguk pelan kemudian kembali menatap ke arah Baby Aidan yang sudah bertingkah lucu di gendongan Kanaya.
__ADS_1
Sama seperti serin, Refan pun tak kala terkejutnya melihat gadis remaja didekat Leon yang tengah menggendong baby Aidan.
"Kenalkan calon istriku "Kanaya" ." Ucap Leon dengan bangganya.
Refan tercengang tak percaya gadis didepannya lebih cocok menjadi Anak Leon." Refan terkekeh sendiri.
"Sayang kenalkan Mereka yang akan menjadi saksi pernikahan kita nanti." kata Leon sembari menatap kearah Kanaya.
Kanaya hanya tersenyum tulus kearah mereka.
"Om. Aku mau bawa baby Aidan jalan jalan." pinta Kanaya dengan penuh harap
"Boleh sayang, biar Aku minta sama orang tuanya dulu."
Kanaya mengangguk senang mendengarnya.
"Om..?" Ulang Refan tak percaya ."
Detik itu juga suara tawa suami istri itu pecah seketika saat mendengar ucapan Kanaya masih memanggil Leon dengan sebutan om.
Alis Leon terangkat sebelah menatap kedua suami istri itu dengan tatapan heran melihat mereka tertawa.
"Kalian kenapa. "Tanya Leon sedikit heran
Leon menghelang nafas berat, iapun sebenarnya merasa tidak suka jika Kanaya masih memanggilnya "Om".
*****
Sah.
Suara teriakan memenuhi kediaman Kanaya disiang itu saat Leon dengan lantangnya telah mengucapkan ijab Qabul nya.
"Alhamdulillah".
Ucap mereka semua.
"Selamat ya, Akhirnya Sah juga." Refan tersenyum mengejek disana.
Leon tak menanggapi perkataan Refan ia hanya fokus sama baby Aidan yang tengah digendong oleh serin.
"Hai. Boy, kamu senang liat paman menikah.?" Seru Leon penuh semangat kearah baby Aidan meskipun baby Aidan hanya merespon dengan tawa lucunya yang menggemaskan membuat mereka semua tertawa bersama
Serangkaian Acara demi acara telah selesai, Mereka sekeluarga hanya mengadakan pesta kecil-kecilan dan hanya dihadiri keluarga terdekat saja mengingat status Kanaya yang masih sekolah.
__ADS_1
"Sayang. kita masuk kekamar Sekaran ya.?" Bisik Leon tersenyum menyeringai
Kanaya menatapnya heran. Bagaimana mungkin ia meninggalkan pesta pernikahan mereka sementara para sanak keluarga masih tengah berkumpul", begitulah kira kira pikiran Kanaya saat ini.
"Ih.. Om, sebentar. Kak serin sama suaminya masih ada juga masa kita masuk duluan kekamar kan gak sopan om tinggalkan tamu begitu saja.
Kanaya mendengus kesal kearah pria yang baru saja sah menjadi suaminya.
Leon Diam, Ia tidak ingin membantah istrinya kali ini, kalau Kanaya sampai ngambek bisa bahaya, Bisa bisa gagal malam pertama yang ia impikan selama ini
Mereka lanjut sampai jam 12 siang, melihat baby Aidan yang sudah gelisah ingin tidur, seri pun pamit bersama suaminya.
"Kami pamit dulu, Semoga pernikahan kalian menjadi Sakinah mawadah warahmah." Ucap serin kemudian diamini oleh mereka
"setelah kepergian serin dan Refan barulah pengantin baru itu memasuki kamarnya karna Kanaya sudah merasa sangat lelah.
Saat Leon hendak mengekor dibelakang istrinya suara Daiyan mertuanya mengagetkannya dari arah belakang
"Leon kau mau kemana."
Leon menoleh sekilas kemudian menatap kearah Istrinya, ia nampak bingung antara ingin melangkah atau berhenti dan menemui Ayah mertuanya.
Didalam kegalauannya Razi datang menepuk bahunya. "
Leon kembali menoleh kearah Razi dengan senyum mengejek.
"Pengantin baru kok buru buru amat masuk kekamar." Ucapan mengejek Razi membuat Leon seketika diam karna malu.
Dalam hati Leon terus menggerutu berbagai sumpah serapah dilontarkan nya untuk pria didepannya.
"Ada apa." Tanya Leon dengan tatapan sinisnya menatap kearah Pria didepannya
"Jangan harap kamu bisa berduaan dengan Kanaya malam ini."
Razi menyeringai seraya menarik turunkan kedua alisnya.
"Apa kau tidak liat mertuamu memanggilmu." Ucap Razi mengingatkan
Leon terlihat menghela nafas berat, Leon mengalah, ia tidak ingin membantah pria didepannya karna bagaimanapun Kanaya sangat menghormati Omnya yang satu ini.
Dengan langkah malas dan sedikit pelan Leon menghampiri Ayah mertuanya.
Daiyan membawa Leon ikut bergabung dengan keluarga besarnya. Daiyan memperkenalkan menantunya dengan bangganya sembari melirik Pria paru baya yang selalu menjadi saingannya, mereka layaknya kucing dan tikus meskipun demikian mereka adalah sahabat baik.
__ADS_1