Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Menuju Halal


__ADS_3

Kanaya menghampiri Ayahnya dan langsung berlenguk manja dilengannya, yang seperti biasa ia lakukan jika sedang berada di Ruang keluarga bersama sang Ayah .


Kanaya Tak curiga sama sekali akan kesedihan Orang tuanya saat ini. Ia bahkan tidak tau Apa apa tentang rencana licik Leon.


"Sayang." Panggil Ayahnya sembari mengusap kepala putri satu-satunya


Kanaya mendongakkan kepalanya menatap kearah Ayahnya, Senyuman manisnya mampu membuat Ayahnya Tak bisa marah kepada Putrinya.


"Iya. "Jawab Nya singkat


Daiyan terus mengusap kepala Kanaya sambil mencari kata yang tepat untuk mengatakan tentang lamaran Leon yang terkesan dadakan.


Masih dalam diamnya Daiyan masih tak rela jika putri satu-satunya akan segera meninggalkan nya setelah ia menikah Nanti.


Melihat Ayahnya hanya diam saja, Kanaya melonggarkan pelukannya kemudian menatap wajah Ayahnya yang terlihat sendu.


"Ayah kenapa.??" Tanya Kanaya mulai curiga dengan sikap Ayahnya yang tak seperti biasanya


Daiyan menggelengkan kepalanya membalas tatapan putrinya sembari tersenyum mengusap kembali kepala Kanaya penuh sayang.


"Ayah hanya terlalu bahagia Sayang, Sebentar lagi putri Ayah akan menjadi seorang istri.


"Istri ?" Alis Kanaya terangkat sebelah menatap heran kearah Ayahnya.


"Iya. Kamu akan segera menikah dengan Leon.


"Whatt...!!!" pekik Kanaya terlonjak kaget mendengar perkataan Ayahnya barusan


"Kamu kenapa..!" Sahut Ayahnya menatap heran kearah putrinya.


"Ayah bohongkan.??


"Bukannya kamu dan Leon sudah sama sama saling suka lalu kenapa kamu terkejut seperti itu." Daiyan mengalihkan pandangannya kearah lain sembari meraih secangkir kopi yang ada didepannya, Ia lantas menyeruput minumannya tanpa sisa, Ia masih belum bisa percaya jika Anaknya yang ia jaga seperti berlian telah melakukan hal seperti itu.

__ADS_1


Kanaya yang masih mematung ditempatnya belum sepenuhnya percaya Apa yang Ayahnya katakan. Masih dalam diamnya sampai sampai Bundanya datang menyadarkan dari lamunannya.


"Sayang. "Panggil bundanya Namun Kanaya masih dalam diamnya."Sayang. "panggil Bundanya sekali lagi, Seraya duduk disamping putrinya


"Bunda.." Rengek Kanaya langsung berhambur memeluk Bundanya.


"Kamu kenapa Hm..!" Tanya Bunda Kanaya sembari mengelus kepala yang tertutup Hijab itu.


"Bunda. Kanaya masih sekolah! " lirih Kanaya dalam pelukan Bundanya


"Iya sayang., "Sely bunda Kanaya mengelus punggung Putrinya memberi sedikit pengertian kepada putrinya yang masih Remaja itu dan belum mengerti apa apa.


Sely bunda Kanaya memberi kode kearah suaminya Agar membantunya untuk memberi pengertian terhadap putrinya Namun Ayah Kanaya seolah tak mau ikut campur dengan kedua perempuan yang berharga dalam hidupnya itu. Ia lantas bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan istri dan Anaknya.


Sely menarik nafas panjang kemudian beralih menatap kearah putrinya yang sedang duduk berhadapan dengannya saat ini.


"Sayang. Sekarang bunda tanya, Sely menjedah ucapannya, Ia berusaha mencari kata yang tepat untuk meyakinkan putrinya itu." kamu cinta gak sama Leon.?" pertanyaan bundanya membuat Kanaya tersipu malu Rona merah terkuras dipipinya.


Kanaya menunduk tak berani menatap kearah Bundanya, Jika boleh jujur saat ini Kanaya pun merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh Leon tp bukan berarti Kanaya ingin menikah cepat seperti ini. Paling tidak Kanaya lulus sekolah.


"Kanaya Cinta kok bunda "lirih Kanaya takut jika bundanya akan memarahinya.


Sely menggenggam tangan putrinya mengelusa dengan tangan kirinya, Ia tau jika putrinya saat ini sedang di mabuk cinta. Siapa yang akan menolak pesona Leon yang Nyaris sempurna itu. " Begitulah kira kira pikiran Bunda Kanaya saat ini Tak ingin membuat Putrinya melakukan dosa yang lebih besar Makan keputusan untuk menikahkan putrinya dengan Leon adalah hal yang paling tepat saat ini.


"Kalau Leon melamar kamu. Kanaya mau gak menerima lamaran Leon." Tanya bunda Kanaya lagi


Diam itulah yang dilakukan Kanaya saat ini, tidak tau harus menjawab Apa. Umurnya yang masih terbilang sangat mudah membuat Kanaya masih memikirkan untuk menerima lamaran Leon.


"Bunda. Kanaya kan masih sekolah." protes Kanaya


Sely kembali menarik nafas berat perlahan lahan ia memberi pengertian putrinya itu. masih diposisi yang sama menggenggam tangan putrinya sembari mengelus kecil tangan kanan Kanaya.


"Tidak apa apa sayang kamu bisa melanjutkan sekolahmu Asal kamu bisa menjaga rahasia ini dari teman teman mu tentang status kamu. Nanti Ayah yang akan mengurus semua kepala sekolah serta guru guru mu.

__ADS_1


Kanaya pun Akhirnya mengangguk pelan, sambil tersenyum manis kearah bundanya.


"Alhamdulillah " Ucap Bunda Kanaya sembari memeluk putrinya itu.


*


*


*


*


Leon tersenyum lebar saat melihat isi pesan dari calon mertuanya jika Kanaya pun bersedia menikah dengan dirinya dan pernikahan mereka akan dilakukan secara sembunyi mengingat status Kanaya yang masih sekolah dan itu tak masalah buat Leon yang terpenting saat ini, Kanaya bisa menjadi miliknya sepenuhnya.


Ia lantas bangkit dari duduknya kemudian melangkah keluar dari ruang kerjanya dimana Sang Asisten sudah menunggunya sambil menundukkan kepalanya.


Dengan senyuman manisnya Leon melangkah meninggalkan perusahaan membuat para karyawan yang masih bekerja merasa heran sendiri pasalnya mereka tau jika Bosnya itu sangat pelik senyum.


Mobil Leon berhenti tepat di halaman kediaman Refan. Leon turun dengan Angkuhnya berjalan menuju pintu utama dan langsung masuk begitu saja tanpa permisi dengan menenteng sebuah bungkusan mainan segitu banyaknya


"Aidan sayang paman datang." Teriak Leon terus melangkah kearah ruang tamu


" Refan yang duduk diruang keluarga bersama istri dan putranya mendengus kesal pasalnya ia sudah pastikan jika Leon mantan bos-nya kesini makan ia akan menguasai putranya lagi seperti Apa yang ia lakukan selama ini setiap berkunjung ke rumah nya.


"Masuk ke rumah orang itu yang sopan. jangan nyelonong masuk begitu saja tanpa permisi."Ketus Refan yang saat ini menggendong baby Aidan.


"Gak usah cerewet deh. Ser, Lihatlah suamimu mentang mentang dia sudah tidak menjadi Asisten ku lagi dia sudah kurang ngajar terhadapku." sungut Leon


Serin hanya tersenyum melihat tingkah keduanya yang selalu saja bertengkar setiap kali bertemu, Serin sekarang sudah terbiasa dengan sikap Leon yang sudah berubah.


"Aidan sayang sini sama paman nak, Jangan dengarkan kata Ayahmu. "Leon mengambil Alih Aidan di gendongan Refan tanpa mau mendengar gerutuan Refan


Diusianya yang hampir 3 bulan Aidan sudah bisa berekspresi saat melihat Leon. baby itu hanya menyahut dengan suara khas bayi pada umumnya dan itu membuat Leon jadi gemes sendiri. Ia lantas memberinya ciuman bertubi tubi diwajah bayi mungil itu.

__ADS_1


Refan dan serin yang melihat itu merasa sangat bahagia mereka tidak menyangka jika dibalik sikap kasar Leon selama ini ternyata menyimpan sikap yang sangat lembut.


"Sayang. kita kekamar yuk disini Aidan sudah enteng bersama Pamannya, kita buat Dedek lagi " ujar Refan yang langsung mendapat cubitan lembut dari istri nya. seolah menyindir Leon Refan tersenyum mengejek kearah Leon..


__ADS_2