
"Leon. Maafkan ibu nak." seru ibu Leon dengan Nada sedikit memohon.
Leon tersenyum mengejek disana menatap tajam kearah ibunya, Seolah Leon tak ingin terhasut oleh ucapanya ibunya.
"Maaf katamu. setelah Apa yang kamu lakukan selama ini dengan menutupi fakta yang sesungguhnya." Serka Leon dengan tatapan sinisnya menatap kearah ibunya.
Diam tak bersuara, Ibu Leon sudah merasakan aura tak biasa di Raut wajah putranya, Niat hati ingin meminta bantuan Malah ia harus mendapatkan kenyataan bahwa leon putranya sudah mengetahui kebenarannya.
"Tapi Nak. Aku...
Belum selesai ucapannya, Leon sudah menimpali nya " Sudah. Aku tidak mau dengar ucapan mu, dan sekarang pergi dari sini. "Bentak Leon
"Keterlaluan kamu, Aku adalah ibumu, ibu yang melahirkan mu ingat itu." Serka ibu Leon tidak terima.
"Aku bahkan tidak Sudi lahir dari rahim mu. " Setelah mengucapkan itu, Leon meninggalkan ibunya begitu saja tanpa mau mendengar teriakan ibunya lagi.
"Dasar Anak tidak tau diri."Umpat ibu Leon kesal
"Gagal deh kalau begini, "Niat hati ingin porotin kekayaan putranya Malah dapat perlakuan seperti ini dari Putra nya
Leon melangkah masuk dengan membawa rasa kesalnya Akan kehadiran ibunya saat ini. Ia tidak berpikir jika ibunya akan hadir kembali setelah sekian lama bahkan ia sendiri sudah menganggap ibunya meninggal dunia.
*****
__ADS_1
Sementara ditempat lain, Refan tak henti hentinya bersyukur dan bahkan sampai saat inipun ia masih belum percaya jika dirinya sudah menjadi seorang Ayah.
"Sayang nya Ayah. udah Mimi ya." Refan terus berceloteh didepan putranya meskipun ia tau jika putranya yang masih belum genap usia Satu bulan belum bisa merespon perkataannya, Namun Refan terus menemani Putranya berbicara.
"Sayang kapan kamu selesai masa Nipas mu.?" Tanya Refan tanpa mengalihkan tatapannya kearah Putranya.
Refan bersama putranya saat ini sedang berbaring diatas Ranjang sementara serin hanya memperhatikan kedua orang tercintanya dipinggir Ranjang.
"Masih Ada dua mingguan sayang. Kenapa.?" Tanya serin penuh selidik karna ia tau jika suaminya sudah ingin menyalurkan hasrat nya.
" Masih lama. "Ucap Refan melemas seakan tak ada semangat untuk hidup
Serin terkekeh geli melihat tingkah laku Suaminya saat ini, Serin jadi tidak enak dengan Suaminya
"Kamu yakin akan melakukan itu ??
"Kenapa tidak.! Bukankah kamu yang mengajariku dengan cara Ekstrim seperti itu.? "Ujar serin
"Lalu bagaimana dengan Aidan.? Tanya Refan melihat kearah putranya.
"Gampang. Seri kemudian berlalu keluar kamar menggendong baby Aidan menuju Nanni nya.
"Setelah serin membawa baby Aidan, kini ia kembali ke kamarnya. begitu ia buka pintu kamarnya, serin tercengang tak percaya melihat pemandangan didepannya, dimana suaminya sudah menanggalkan seluruh pakaiannya menyisahkan hanya kain segi tiga yang melekat ditubuhnya.
__ADS_1
Rona merah terpancar indah di wajah serin saat ini Suaminya seakan membuatnya menjadi panas dingin dengan keindahan bentuk tubuhnya yang terlihat seksi dengan roti sobek diperutnya.
"kak.."Panggilnya saat Refan sudah mengangkat tubuhnya dan membaringkan tubuh istrinya dengan lembut. Serin mengalungkan tangannya ke leher suaminya, detik itu juga Tatapan mereka bertemu hingga tanpa sadar bibir mereka sudah menempel sempurna, serin larut dalam ciuman suaminya yang sudah memabukkan nya.
Mereka saling Memangut, bertukar Saliva, serin kini berubah menjadi lebih Agresif dengan liarnya, tangannya sudah memegang tombak sakti Refan yang sudah berubah menjadi lebih besar dari biasanya. Refan Memejamkan matanya menikmati permainan serin yang sudah menaik turunkan tangannya,
"Aaaakh..
Suara lenguhan keluar dari mulut Refan begitu saja saat serin mulai memainkan miliknya dengan menggunakan mulutnya.
Sering terus memberinya kenikmatan yang luar biasa, sehingga Refan terus Merancau tak jelas .
"Aaaakh .. Ayo sayang lebih cepat lagi, " Rancau Refan yang masih menikmati permainan istrinya.
Suara erangan panjang mengakhiri permainan mereka Refan terkulai tak berdaya ditempatnya saat semburan lahar panas tumpah begitu saja saat serin sudah melepas mulutnya dari miliknya.
"Terimakasih sayang." Ucap Refan kemudian menghadiahi satu kecupan singkat dikening dan dibibir Istrinya....
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Cuma bisa seperti itu gak boleh terlalu vulgar kapok jika ditolak dan harus Revisi lagi 🙏🙏🙏
Jangan lupa like coment nya 🙏🙏🙏
__ADS_1