Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 69


__ADS_3

"Ayah...huaaa..huaaa..," Aidan berteriak memanggil Ayah nya sambil menangis sesenggukan


Refan yang saat ini tengah bersiap siap akan berangkat kerja berlari menghampiri putra nya.


"Anak ayah kenapa hm.," tanya Refan langsung menggendong tubuh kecil Aidan


"Ayah gak boleh pelgi," Ucapnya dengan suara manjanya


"Sayang, Ayah harus kerja nak kalau gak kerja ayah gak bisa beliin mainan untuk Aidan.," Refan mulai memberi pengertian untuk putranya


Aidan nampak memikirkan sesuatu sesekali menatap manik mata ayah nya, "Aidan au ikut kelja," Pinta bocah kecil yang ada di gendongan ayahnya


"Aidan yakin mau ikut ayah, Aidan gak akan bosan kan?" Tanya Refan lembut dan dibalas gelengan kepala oleh Aidan


Refan tersenyum sembari mengangguk, "Aidan boleh ikut ayah tapi dengan syarat, Aidan cium Ayah dulu," Pinta Refan dan Aidan pun melakukan itu mencium seluruh wajah Ayah nya


"Terimakasih sayang," Refan membalasnya dengan ciuman yang bertubi tubi di wajah Aidan membuat bocah itu tertawa geli


***

__ADS_1


"Sayang, Datanglah kekantor siang nanti bawakan kami makan siang, " pinta Refan sebelum berangkat bersama Aidan


"Serin mengangguk mengerti sembari memperbaiki penampilan putranya yang ada di gendongan Suaminya


"Aidan jangan nakal ya," Serin memperingatkan putranya


"Iya unda,


Setelah drama pamit selesai kini serin kembali masuk kedalam rumah, entah kenapa akhir akhir ini tubuhnya terasa lemas, tubuhnya gampang lelah padahal dulu waktu Hamil Aidan serin tidak mengalami seperti ini


Direbahkan kepalanya kesandaran kursi yang ada di ruang keluarga, Serin berhenti sejenak mengatur nafasnya.


Sudah berapa kali ia menghubungi ponsel Istrinya namun tetap saja serin tak menjawab, Rasa khawatir terpancar dari raut wajahnya saat ini sementara Aidan sudah tertidur pulas di ruang kerja nya


Refan berusaha menghubungi orang dirumahnya menanyakan keadaan istrinya saat ini.


"Hallo , Bi, Serin masih dirumah bi?" Tanya Refan dengan rasa khawatirnya saat sambungan telpon sudah terhubung


"Iya tuan, Nyonya sedari tadi tidur tuan, semenjak tuan berangkat tadi nyonya tertidur belum bangun sampai sekarang," Tutur pelayan dirumah Refan

__ADS_1


"Bibi bisa bangunkan serin aku ingin bicara dengannya," Refan semaki khawatir dengan istri nya tidak seperti biasanya serin tidur lama, biasanya ia merasa kesulitan untuk tidur dengan perut yang sudah semakin besar


Refan menunggu dengan harap harap cemas hingga suara pekikan dari pelayan membuat Refan semakin mengkhawatirkan Istrinya


"Tuan, Nyonya serin.., Nyonya serin pingsang tuan ," pekik pelayan dirumah Refan


"Bi..bibi.. Bagaimana keadaan serin bi," Rasa khawatir Refan kian menguasai dirinya saat ini


"Tuan nyonya...


Suara bibi tidak terdengar lagi Refan sudah mematikan ponselnya ia lantas mengangkat Aidan kedalam gendongan nya dengan langkah tergesa-gesa Refan menuju parkiran.


Rasa panik tengah menguasainya hingga refan tidak kepikiran untuk memanggil Asisten pribadi nya.


"Setelah meletakkan tubuh mungil Aidan ke jok depan mobil Refan membelai jalan raya menuju ke Rumah nya.


Tidak membutuhkan waktu lama Refan sampai di kediamannya, Aidan pun sudah terbangun dari tidurnya, Refan menggendong Aidan sambil melangkah masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar disana sudah ada pembantunya memberi pertolongan pertama dengan menggosokkan ke setiap bagian tubuh serin dengan minyak kayu putih.


"Bi.., Bagaimana keadaan istri saya," Tanya Refan saat sudah berada di dalam kamarnya

__ADS_1


__ADS_2