
Seorang gadis berparas sangat cantik menghampiri Refan disebuah taman kecil dibelakan rumah tempat tinggal Refan selama beberapa bulan terakhir ini
Tempat favorit Refan selama tinggal dikediaman itu, Sebuah taman kecil tempat paling ternyaman untuk Refan bisa merenung sejenak memikirkan kehidupannya saat ini.
Refan sangat merindukan Istri dan anaknya saat ini, kerinduan nya tak terelakkan lagi saat mimpi itu begitu nyata dalam tidurnya saat ada seorang anak bayi memanggil nya "Ayah"
seorang Perempuan yang tengah berbadan dua duduk tepat disamping Refan saat ini.
"Maafkan aku," Lirih perempuan itu
Selama tinggal bersama selama kurang lebih 8 bulan lamanya tak sedikitpun Refan melirik kearah nya bahkan saat mengidam pun Refan tak pernah membantunya jika heslin menginginkan sesuatu.
Mendengar kata maaf dari perempuan itu reflek Refan menoleh kearahnya
Refan masih tak menanggapi perkataan perempuan itu, Ia kembali menatap kearah depan. Hamparan rumput nan hijau bisa menyejukkan hatinya saat ini yang dilanda rasa rindu yang begitu besar terhadap istrinya
"Aku tau aku salah, aku menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya," Ucap perempuan itu lagi
Namun Refan tetap diam, percuma perempuan itu meminta maaf toh sudah terlanjur seperti ini, yang ia inginkan saat ini bisa lepas dari jeratan penjara yang menyiksa batin Refan saat ini
__ADS_1
"Saya tidak butuh permintaan maaf mu yang aku inginkan saat ini bisa lepas dari sini, " Kata Refan tanpa melepas pandangannya kedepan
"Aku akan membantumu, dan aku akan melepaskan mu bahkan aku sudah bertemu dengan saudaramu kemaren.
Alis Refan terangkat sebelah menatap kearah heslin " Saudara?" Ulang nya
"Iya,
"Kemaren anak buah ku mengatakan jika saudaramu berusaha mencari mu disini bahkan dia sudah mengetahui persembunyian kita saat ini dan hebatnya lagi ia sudah mendapatkan bukti bukti jika kamu tidak bersalah."Heslin tertawa sumbang menatap hamparan rumput didepannya" Aku salut kepada Nya " Tambahnya lagi
"Maksud kamu apa.!," Refan mulai penasaran dengan perkataan Heslin
"Lalu apa yang akan kamu lakukan.," Kini Refan mulai berkata serius dengan heslin wanita yang sudah menjebaknya kedalam Masalah ini
Heslin tertawa kecil mendengar ucapan Refan "Bagaimana jika aku tidak ingin kamu pergi dari sini,"
"Kau bercanda ya.," Sentak Leon tak terima
"Aku sudah mulai nyaman denganmu, aku sudah jatuh cinta kepada mu.," Jujur heslin membuat Refan tambah kesal dengan pengakuan Perempuan itu
__ADS_1
"Selama nya kau tidak akan mendapatkan hatiku, karna seluruh jiwa ku sudah milik istri dan anak ku." Ketus Refan tak habis pikir dengan pemikiran perempuan disamping nya
"Tidak bisakah kau menganggap ku ada, Walaupun aku hanya dijadikan istri kedua aku tidak apa. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu, bahkan aku bisa lebih baik dari istri yang selalu kamu puja itu.
"Jangan samakan dirimu dengan istriku, karna dia jauh lebih baik dari kamu Dan lebih terhormat dibandingkan dengan dirimu," Sentak Refan tak terima jika istrinya dihina.
"CK, Aku jadi penasaran seperti apa istrimu yang selalu kamu banggakan itu, kamu bahkan belum merasakan bagaimana buasnya aku jika diatas ranjang," timpal heslin tak mau kalah terus menjatuhkan istri Refan
"Jangankan menyentuhmu bahkan aku jijik berdekatan dengan mu, Aku tidak yakin jika kamu di perkosa malam itu dan aku sangat yakin jika kalian melakukan itu atas dasar suka sama suka," Cibir Refan menatap sinis heslin
Suara tawa heslin terdengar sangat nyaring ditelinga Refan. bahkan Refan sendiri baru pertama kali melihat perempuan itu tertawa lepas seperti saat ini.
"Itulah yang Kusuka dari dirimu, kamu memiliki kepintaran diatas rata rata bahkan kamu bisa menebaknya ." Ujar heslin
"Malam itu aku sangat lemah karna kandunganku saat itu masih lemah, Aku menolak berhubungan dengan kekasihku itu, Namun ia seakan tak terima dengan apa yang aku alami, Hingga ia terus memaksaku bahkan ia memukuliku, baginya menuntaskan hasratnya adalah nomor satu ia bahkan tidak menginginkan anak yang ada didalam kandunganku saat ini. benar benar pria brengsek bukan.?" Heslin terus bercerita, sesekali terlihat heslin menyeka air matanya tapi entah lah dia menyesal atau hanya sekedar mencari simpati dari Refan saja hanya ia yang tahu.
"Tapi sudahlah aku tidak pernah menyesalinya karna laki laki itu sudah aku musnahkan," Ucapan Heslin yang terkesan santai membuat Refan bergidik ngeri sendiri "apakah perempuan didepannya seorang psikopat," Pikir Refan
"Maksud kamu sud.. ." Refan sengaja menggantung ucapannya
__ADS_1
"Iya, Aku sudah membunuhnya, bagiku aku tidak membutuhkan pria brengsek seperti dia.," Timpal Heslin cepat memotong Perkataan Refan