Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 67


__ADS_3

Malam semakin larut setelah Acara makan malam yang berujung kejutan buat serin kini kedua insan yang lama berpisah itu tengah duduk diatas ranjang sambil berpelukan dengan erat,


Serin menyesap aroma tubuh suaminya dalam dalam entah kenapa seolah ia mendapat energi nya kembali setelah berpisah selama kurang lebih 8 bulan lamanya kini serin seakan tak ingin melepas suaminya barang sebentar saja.


Refan mengusap usap perut buncit istrinya penyesalan kian merasukinya saat ini, Ia sudah kehilangan momen yg paling penting saat dimana Istrinya lagi ngidam sesuatu.


"Sayang, Maafkan aku," Refan kembali mendekap tubuh serin entah kenapa air mata Refan selalu saja tumpah mana kala ia mengingat kembali waktu nya yang terbuang sia sia saat terkurung didalam rumah heslin. Refan bisa saja memberontak tapi keluarganya lah yang jadi taruhannya. heslin mengancam akan mengganggu keluarganya terutama istri nya jika berani meninggalkannya


"Mas..,Kita lupakan semuanya, yang terpenting sekarang mas sudah kembali.," lirih Serin masih dalam dekapan Suaminya


"Iya sayang.,"


"Dan soal Aidan, Mas yang sabar ya, Aidan mungkin butuh waktu untuk mengenali mas," Serin berusaha menenangkan suaminya.

__ADS_1


"Iya sayang, mas ngerti.


Malam semakin larut serin tertidur pulas di dekapan suaminya tak ada kegiatan olah raga malam. Mereka hanya larut dalam perasaan masing masing.


Refan tak ingin memaksakan kehendaknya untuk meminta haknya, ia tidak ingin menyakiti istrinya apa lagi serin saat ini tengah hamil besar biarlah seperti ini sama sama larut dalam pelukan hangat.


**


Pagi ini Refan terus berusaha mendekati Aidan putranya meskipun awalnya masih ada rasa takut saat Refan menghampirinya namun perlahan lahan Refan dan Aidan mulai dekat berbekal dengan saran saran dari Leon tentunya.


"Sayang, Lihat sini ayah bawakan es crem kesukaan kamu.," Bujuk Refan saat sudah berada di dekat putranya yang kini berada diruang bermain bersama istrinya.


Diam sejenak, Aidan terlihat ragu, Refan bahkan sudah harap harap cemas menunggu reaksi dari putranya, Bahkan serin pun terlihat sangat serius menunggu reaksi dari putranya.

__ADS_1


Refan dan serin saling melirik sejenak kemudian Fokus kembali menunggu reaksi dari Aidan, dan Di luar dugaan akhirnya Aidan pun luluh. Aidan Menghampiri ayahnya meraih sekantong es crem itu.


"Aidan gak mau cium Ayah, Kan Ayah udah beliin es crem,' Ujar Refan dengan mimik muka pura pura ngambek


Aidan pun langsung menghadiahi kecupan singkat di pipi Refan. "Terimakasih Sayang, " Ucap Refan sembari mengusap kepala Aidan


"Unda Au.?" Tanya Aidan pada bundanya tentu dengan suara cadelnya


" Bunda gak mau sayang, Aidan coba kasih Ayah," Serin seolah ingin menguji Aidan apakah Aidan sudah tidak merasa takut lagi dengan Ayahnya


Aidan hanya melirik sekilas kearah Ayahnya kemudian kembali mengunyah es crem nya namun disisa sisa es crem yang ia makan ia langsung menyodorkan ke arah Ayahnya dengan senang hati Refan menerimanya.


Mereka bertiga tertawa bersama, Refan mengangkat tubuh mungil itu kedalam pangkuannya memberinya ciuman bertubi tubi di wajah Aidan

__ADS_1


"Ayah, no! ,Geli.," Aidan berusaha menghentikan ciuman Refan namun Refan seolah sengaja ingin membuat putra nya tertawa.


Refan menatap serin dengan tatapan yang sulit diartikan seolah dari tatapan Refan mengatakan jika ia sangat bahagia karna Aidan sudah mau bermain bersamanya lagi.


__ADS_2