
Setelah mendapat kabar dari paman Kanaya yang mengabarkan jika Saat ini ia sudah bisa menembus masuk ke kediaman tempat tinggal Refan . Leon bergegas menuju perusahaan paman Kanaya
"Selamat siang Om." sapa Leon ramah
" Siang nak, Silahkan duduk,"
Leon duduk didepan pria paruh baya yang masih terlihat sangat gagah diusianya yang sudah tidak muda lagi.
"Aku bisa membantu mu untuk menemukan Refan disana, tapi kita tentu harus kesana, yang jadi pertanyaan apa Kanaya mengizinkan mu untuk kesana," Kata Jerry. karna ia tau betul sifat keponakan istri nya itu jika ia sangat manja terhadap suaminya selama hamil
Leon menarik nafas dalam-dalam, Yang dikatakan paman Kanaya ada benarnya, semenjak Kanaya hamil bahkan ia tak bisa jauh jauh dari istri nya.
Leon masih ingat waktu ia keluar negri mencari keberadaan Refan membuat Kanaya harus di opname selama beberapa hari karna nafsu makannya berkurang semenjak tak ada suaminya di sampingnya
Leon nampak memikirkan sesuatu bagaimana cara meyakinkan istrinya nanti jika ia ingin keluar negeri mencari keberadaan Refan.
__ADS_1
Sebuah ide cemerlang yang bersarang di otak kecilnya saat ini, Leon akan menitipkan Kanaya bersama Razi, karna Kanaya sangat dekat dengan paman Nya itu.
"Aku akan kabari om secepatnya, begitu aku bisa menyakinkan Kanaya aku akan segera berangkat.
"Baiklah, kuharap istrimu akan mengerti kali ini, " Ucap Jerry tersenyum mengejek sebuah kata yang bermakna cibiran untuk Leon dari Jerry namun Leon seolah tak menanggapi nya karna yang di katakan Jerry memang benar adanya
****
Setelah menyakinkan Kanaya akhirnya Leon dapat bernafas legah karna Kanaya sudah mengijinkannya untuk berangkat kesana,
"Sayang, ingat jangan membuatku cemas kamu harus makan yang banyak selama aku tidak disamping mu ," kata Leon saat akan berangkat ke bandara
"Iya, Janji aku tidak akan seperti itu lagi, Sekaran kan sudah ada om Razi," Seru Kanaya dengan penuh semangat membuat Leon mendengus kesal jika saja bukay menyangkut masalah Refan Leon tidak akan menitipkan Istri nya kepada om Kanaya yang tak berakhlak itu.
"Gak usah seperti itu, hilangkan rasa cemburu mu gak usah seposesif kek gitu," Ketus Razi tak habis pikir dengan pria didepannya itu dan ingin rasanya Razi menjitak kepala Leon saat ini hingga pikiran pikiran aneh aneh yang bersarang di otaknya bisa hilang
__ADS_1
"CK, Aku hanya tidak bisa melihat istriku terlalu dekat dengan pria lain
"Yak..!!! dasar brengsek.kamu pikir aku pria lain apa , ingat sebelum kamu ada akulah orang yang pertama didalam hidup Kanaya," Sentak Razi tak terima jika dirinya dikira pria lain padahal ia yang sudah membesarkan Kanaya
"Iya,iya..," Akhirnya Leon mengalah
Kanaya langsung menghadiahi kecupan singkat dibibir suaminya kemudian membisikkan kata-kata romantis membuat Leon seketika berbunga-bunga.
Razi mendengus kesal kedua sejoli didepannya seolah tak tau tempat jika mereka ingin bermesraan
"Masih ada orang disini, " Ketus Razi
"Makanya cepat nikah," Cibir Leon terkekeh geli melihat wajah Razi saat ini.
Setelah berpamitan dengan istri tercintanya kini Leon berangkat menuju ke bandara bersama om Jerry rencana sampai disana ia ingin langsung menemui Refan di kediaman tempat tinggal Refan saat ini.
__ADS_1