Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 41


__ADS_3

Setelah acara memperkenalkan diri dengan keluarga besarnya Istrinya, kini Leon sudah tidak sabar untuk menemui istrinya didalam kamar.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam hari ini begitu melelahkan Baginya, dengan langkah lebar dan semangat 45 Leon membuka pintu kamar.


Lampu sudah padam menyisahkan hanya lampu tidur.


Ada sedikit rasa kecewa saat melihat istrinya sudah terbaring diatas tempat tidur. perlahan Leon merangkak naik ke atas ranjang kemudian memeluk Kanaya dari belakang ada rasa bahagia didalam dirinya, untuk pertama kalinya ia bisa memeluk wanita yang baru saja ia nikahi.


kanaya menggeliat membuka matanya saat ia merasa tidurnya terganggu, ia lantas membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya.


"Om dari mana, lama banget." Protes kanaya karna sedari tadi dia sudah menunggu terlalu lama


"Maaf sayang Om kamu yang brengsek itu selalu menghalangi jalanku, " Gerutu Leon.


"Om mau gak, kalau gak mau, Aku tidur nih." Ketus


Leon terkekeh geli melihat tingkah laku istrinya yang langsung pada intinya.


Leon lantas memeluk Kanaya menghirup aroma tubuh sang istri, hingga detik ini ia masih belum percaya jika Dirinya jatuh pada pesona Gadis remaja yang masih sangat muda.


Leon menatap kedalam mata Istrinya hingga tanpa sadar Bibir mereka pun menempel sempurna, Leon mencium Kanaya penuh gairah, Melihat istrinya hanya diam tak membalas ciumannya, Leon menggigit bibir bawah Kanaya hingga ia dapat mengekspose rongga mulut istrinya

__ADS_1


Leon bermain lidah didalam mulut Kanaya, *******, hingga bertukar Saliva.


Kanaya melepas ciumannya saat ia merasa sudah kekurangan oksigen didalam tubuhnya.


Nafas Kanaya tersengal-sengal seakan oksigen didalam tubuhnya berkurang.


"Om..," Protes Kanaya


"Maaf sayang, Bibir kamu manis sekali. "Leon tersenyum nakal


"Tak mengambil waktu lama Leon pun melancarkan aksinya perlahan ia mengerangi seluruh tubuh Kanaya, Saat mereka sama sama sudah dikuasai oleh kabut gairah, Leon memposisikan senjatanya ke milik Kanaya


"Aaak...,Sakit..," Rintihan Kanaya membuat Leon tak kuasa melanjutkan pembobolan nya. ia kasian melihat istrinya yang sudah mengeluarkan Air matanya


"Sakit om."


"Baiklah kita akhiri, Aku tidak ingin menyakitinya." Leon mengecup singkat dikening istrinya kemudian hendak bangkit dari atas tubuh polos Kanaya, Namun dengan cepat Kanaya mencegahnya.


"Om, Lakukan."


Leon menggeleng, meskipun sekarang ia sudah dikuasai oleh kabut gairah tapi Leon tak ingin menyakiti istri tercintanya.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa om, Kata Bunda ini hal wajar jika pertama melakukanya, akan terasa sakit, tapi lama kelamaan Akan nikmat " Kanaya tersenyum manis kearah suaminya


"Leon langsung membungkam mulut Kanaya dengan ciuman lembut, ciuman itu kemudian turun keleher dan meninggalkan jejak disana


Hingga sampai 2 Jam lamanya mereka mengarungi samudra cinta akhirnya Leon tumbang disamping sang istri.


"Terimakasih sayang," Leon mengecup kening istrinya


********


Pagi ini Serin serba kerepotan, Pagi pagi sekali ia sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk suami tercinta nya, ditambah Aidan yang semakin Rewel saja jika berjauhan dengan sang mama.


Pemandangan yang hampir tiap hari Pelayan dirumhnya liat, Betapa repot nya nyonya mereka dipagi hari.


"Serin tidak ingin melibatkan pelayan dirumahnya dalam mengurus anak dan suami nya.


"Sayang." Aidan nangis didalam kamarnya.


Serin menarik nafas dalam-dalam, terlihat dari raut wajahnya, serin sangat kecapean namun serin juga menikmati dimana ia bisa mengurus kedua orang tercintanya.


Dengan langkah cepat Serin menghampiri putranya ia tidak ingin melihat putranya menangis sesenggukan.

__ADS_1


"


__ADS_2