
"Sayang." Panggil Leon saat masuk kedalam kamarnya.
Merasa tak ada sahutan, Leon mencari Istrinya keruang ganti namun tak ada, saat Leon hendak keluar mencari istri nya, Tiba tiba langkahnya terhenti,
Leon terkesima ditempatnya seolah kesadarannya mendadak hilang untuk beberapa saat. susah payah Leon menelan Saliva nya melihat pemandangan didepannya.
Kanaya keluar dari kamar mandi dengan memakai lingerie warna merah sangat kontras dengan kulitnya yang putih membuat jiwa lelaki Leon kembali On.
"Sa-ya-ng." Ucapnya terbata saat perlahan Kanaya mulai menghampirinya.
Masih dalam diamnya, Leon meneliti setiap lekuk tubuh istrinya yang terpampang jelas dengan balutan lingerie.
Melihat kedua bukit kembar kanaya yang merupakan tempat favoritnya seolah akal sehatnya mendadak hilang.
Dengan senyuman menggoda Kanaya mengalungkan kedua tangannya ke leher Leon sembari mengedipkan kedua matanya.
"Ka- kau menggodaku sayang.," Leon mengelus pipi Kanaya dengan sorot mata yang sudah dipenuhi oleh kabut gairah.
Kanaya tersenyum manis Sembari mengucapkan Selamat ulang tahun.
"Selamat ulang tahun sayang." Ucap Kanaya yang langsung mencium bibir suaminya lembut
Leon melepas ciumannya kemudian menatap tak percaya kearah Istrinya." Dari mana kamu tau ."
Kanaya tersenyum menatap kearah suaminya.
" Pria yang kau Anggap menyebalkan, Yang memberitahuku dan dia pula memberiku ide seperti ini. tadinya aku ingin memberimu kado namun Kata om Razi Kamu tidak membutuhkan apa apa lagi cukup menyenangkan mu diatas ranjang itu sudah cukup untuk jadi kado spesial dihari ulang tahun mu.," Ucap Kanaya panjang lebar
Leon tersenyum bahagia "Sepertinya aku akan mengucapkan terimakasih pada Om mu itu tak kusangka dia memiliki ide seperti ini.
Leon tak membuang kesempatan berharganya ia kembali meraup bibir mungil Kanaya, 'Ciuman yang penuh gairah, Saling Memangut hingga bertukar Saliva, suara decakan yang saling bersautan diruangan itu. mereka sama sama terbuai dalam gairah yang membara, Hingga malam itu mereka habiskan dengan berbagi keringat menumpahkan segala rasa cinta mereka
Leon seakan tak ada puasnya hingga pertempuran yang menguras tenaga berakhir hingga dini hari, Kanaya terkulai lemas tak berdaya di pelukan Suaminya.
"Terimakasih sayang." Leon mengecup kening istrinya kemudian pindah keperut.
__ADS_1
"Semoga secepatnya akan tumbuh Leon junior didalam sini. " Leon kembali mengusap perut Istrinya
*****
Leon keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi siap berangkat ke kantor, Dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah pria itu ia berjalan menuju meja makan dimana disana sudah ada mertua dan Razi sudah menunggunya, Sementara Kanaya masih sibuk no menata makanan diatas meja .
"pagi sayang." Leon mencium Kanaya saat sampai dimeja makan tidak peduli dengan tatapan mertua serta Razi yang sedari tadi memperhatikan kemesraannya dengan istrinya.
"Gak usah mesra mesra kek gitu, masih pagi tau, Gak liat apa kalau ada jomlo disini ", Gerutu Razi melayangkan tatapan sinis kearah Leon.
Leon tidak menanggapi perkataan manusia menyebalkan di depannya ia hanya fokus dengan piring nya yang sudah diisi oleh Kanaya.
Daiyan Ayah Kanaya hanya tersenyum bahagia melihat perlakuan menantunya terhadap putri satu satu nya,
"Kamu harusnya berterima kasih kalau bukan aku kamu tidak akan puas semalam atas pelayan..
"Om. ",Potong Kanaya dengan cepat, Ia tidak ingin om nya membahas kejadian semalam dimana ia lebih agresif melayani suaminya sebagai hadiah ulang tahun suaminya, itu semua atas ide dari Omnya.
"Razi tersenyum kemudian kembali melanjutkan sarapannya."
Leon membayangkan bagaimana semalam istrinya memuaskannya. Sejenak ia melupakan kekesalannya terhadap Om kanaya
"cih, jangan GR aku melakukan itu Agar Kanaya menjadi istri Soleha terhadap suaminya.
Leon tersenyum,Meskipun Alasan Razi tdk masuk akal tetap saja Leon berterimakasih.
****
3 Bulan berlalu Kanaya menjalani hari harinya seperti biasa menjadi Seorang siswa. Hanya tinggal menghitung hari ia akan lulus sekolah
Menjelang Ujian nasional Kanaya disibukkan dengan tugas tugas disekolahnya di tambah lagi les yang hampir tiap hari membuat waktunya berkurang untuk bermanja-manja terhadap Suaminya
Hari ini Kanaya pulang dengan wajah lesuh dan sedikit pucat, Badannya terasa sakit semua, Perutnya terasa diaduk aduk ingin rasanya ia memuntahkan semua isi perutnya namun hanya rasa mual yang ia rasakan .
"Sayang.Kamu baik baik saja?" Tanya Leon saat mereka sudah sampai didepan pintu rumah. mereka yang baru saja turun dari mobil
__ADS_1
"Gak tau nih, sayang, Badanku terasa sakit semua perut juga seakan diaduk aduk." Lirih Kanaya tak bersemangat
" Kita ke dokter ya.?" Ajak Leon dengan sedikit mengkhawatirkan Istrinya
"Gak usah sayang. Aku hanya butuh istirahat saja." Sahut Kanaya langsung menggandeng tangan suaminya sambil berjalan masuk kedalam rumah.
"Kamu sudah pulang sayang." Tanya Sely bunda Kanaya yang baru saja keluar dari arah dapur
Kanaya hanya mengangguk pelan sama sekali tak bersemangat, Melihat itu Sely jadi khawatir melihat putrinya.
" Kamu sakit.?"
"Gak Bun, Cuma capek saja.," jawab Kanaya dengan senyum terpaksa nya
"Kalau begitu kamu istirahat,
Leon membawa istrinya kedalam kamar, membaringkan tubuh istrinya penuh kelembutan.
"Kamu istirahat ya, Aku mau mandi dulu."
Kanaya tak melepas tangan Leon, malah ia semakin mempererat pelukannya mencium Aroma tubuh suaminya dalam.
"Jangan mandi ya, Aku masih pengen mencium bau badan kamu sayang." pinta Kanaya sedikit memohon.
"Tapi sayang."
"Aku ingin seperti ini." Rengek Kanaya manja
"Baiklah, sini biar aku peluk, Leon merentangkan kedua tangannya, mereka berbaring diatas Ranjang, Seakan Kanaya mendapat energi yang banyak setelah menghirup bau tubuh suaminya.
Yang nunggu Leon junior, ðŸ¤
Jang lupa
like
__ADS_1
komen