
Setelah melakukan operasi yang membutuhkan waktu hampir 2 jam kini Kanaya sudah dipindahkan keruang perawatan. Leon tak sedikitpun meninggalkan istrinya, Leon dengan setia menunggu disisi Istrinya.
Kanaya perlahan membuka matanya Mengintari sudut ruangan tempat dimana ia dirawat.
"Sayang.," Panggil Kanaya pelan
Leon masih tertidur di samping Kanaya hingga ia tak menyadari Kanaya yang sudah siuman.
"Sayang.."Panggil Kanaya lagi
Leon terbangun dan langsung melihat keadaan Istrinya.
"Apa ada yang sakit.?" Tanya Leon dengan raut wajah khawatirnya
Kanaya menggeleng lemah, Ia dapat melihat kekawatiran suaminya terlihat penampilannya yang berantakan saat ini.
"Sini !" Kanya merentangkan kedua tangannya meminta suaminya memeluk nya. Kanaya tau tak mudah bagi suaminya melalui semuanya, kehilangan calon bayinya membuat suaminya merasa hidupnya sangat kacau saat ini maka dari itu ia ingin menenangkan suaminya.
"Maaf.," Ucap Leon pelan
"Tidak, ini bukan kesalahan mu, ini sudah takdir Allah yang harus kita terima, mungkin kita belum dipercayakan memiliki momongan.
__ADS_1
Leon melonggarkan pelukannya menatap kearah Istrinya penuh rasa bangga tak disangka jika Kanaya memiliki sifat dewasa ia mampu berpikir seperti ini. Meskipun Leon tau jika istrinya saat ini merasa kehilangan juga atas calon bayinya
"Terimakasih Sayang.," Leon mengecup kening Kanaya berkali kali
******
Jika Leon masih diselimuti rasa sedih lain halnya dengan kehidupan keluarga Refan kini mereka Hidup bahagia dengan tingkah baby Aidan yang membuat mereka menjadi gemes sendiri.
"Sayang. Nanti siang kita kerumah sakit jenguk Kanaya. katanya Kanaya sudah selesai operasi." Kata serin yang saat ini sedang melayani suaminya di meja makan.
"Iya sayang, Pas makan siang aku jemput kamu ," Refan kemudian bangkit dari duduknya setelah selesai sarapan dan berpamitan dengan istri dan Anaknya.
Baby Aidan jangan nakal jaga bunda ya nak. gak boleh rewel." Pesan Refan terhadap putranya.,
"Anak pintar." Refan mencium pipi putranya dengan gemes, kemudian beralih mencium istrinya.
Serin membawa Aidan kedalam kamarnya, Hari ini ia berencana untuk mengajak Baby Aidah menjenguk Kanaya, Berharap Kanaya bisa cepat sembuh setelah melihat Aidan, karna Kanaya sangat dekat dengan putranya itu.
"Baby Aidan mau gak ketemu sama Aunty Kanaya." ujar serin seolah menggoda putranya itu
Aidan hanya membalasnya dengan Tinggal lucunya.
__ADS_1
Siang harinya serin dijemput oleh suaminya untuk menjenguk Kanaya ke rumah sakit
"Sayang, baby Aidan tidak apa apa dibawa ke rumah sakit?" Tanya Refan saat mereka sudah berada didalam mobil menuju ke rumah sakit
"Tidak apa apa sayang, Aku kasihan dengan Kanaya, Kali aja kita bawa Aidan Kanaya akan terhibur." ujar Serin yang kini memangku baby Aidan
Refan hanya mengangguk
Mereka berjalan menuju ruangan Kanaya setelah mereka sampai dirumah sakit. Baby Aidan yang berada di gendongan sang ayah terlihat tenang
"Assalamualaikum"
"Walaikusalam" Jawab Leon dan Kanaya serempak
Seketika senyum Kanaya terbit saat melihat baby Aidan datang menjenguk nya.
"Aidan sayang..," Teriak Kanaya bertingkah seperti anak kecil membuat Leon hanya menggelengkan kepalanya
"Sayang. kendalikan dirimu.," Tegur Leon saat Kanaya ingin bangkit dari tidurnya.
Seolah tak peduli teguran suaminya Kanaya merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan baby Aidan kedalam pelukannya.
__ADS_1
Kanaya menggeser tempat duduknya sedikit membiarkan Serin duduk disisi kanannya agar ia bisa menjangkau tubuh Aidan dipangkuan serin.
Merasa diabaikan, kedua pria itu pun mencari tempat untuk ngobrol. berada diantara gadis kesayangan mereka akan membuat mereka tersisihkan.