
Ken masuk keruangan Leon dan membacakan informasi tentang gadis remaja yang sudah membuatnya setengah gila selama beberapa hari terakhir ini.
"Kanaya Putri Daiyan, Gadis remaja yang masih duduk di bangku kelas 12 . Putri satu satunya dari tuan Daiyan.
Sudut bibir Leon tertarik membentuk sebuah senyuman. Tekatnya sudah bulat untuk mendekati gadis remaja itu.
Ken keluar dari ruangan bosnya setelah memberi informasi tentang gadis yang sudah mengganggu pikiran bosnya.
Tak berselang lama gadis itu muncul dengan ditemani sekretaris nya masuk keruangan leon
Leon tersenyum lebar melihat gadis penghuni hatinya selama beberapa hari ini berdiri kokoh di depannya dengan senyuman manisnya.
""Selamat siang Om." Sapa Kanaya dengan ramah
"Siang.! " Jawabnya datar, Leon sangat gugup berhadapan dengan gadis didepannya.
Gadis itu mengeluarkan sebuah brosur penggalangan dana untuk orang orang yang kurang mampu.
Leon merasa sangat kagum dengan gadis itu. Diusianya yang masih sangat muda Namun jiwa sosialnya sangat tinggi.
Kanaya menjelaskan semuanya Namun Leon hanya memperhatikan wajah Kanaya dan tidak mendengar penjelasan Kanaya sembari senyum senyum sendiri.
"Om dengar Aku gak sih." kesal Kanaya karna sedari tadi ia melihat Leon hanya senyum senyum sendiri
"Dengar kok." Leon gelagapan ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
__ADS_1
" Jika Om ingin menyumbang bisa melalui saya saja om Atau klau om mau melihat mereka secara langsung kita bisa langsung ketempat mereka juga boleh." Tutur Kanaya panjang lebar
"Boleh.!
" Boleh Apa om. " Tanya Kanaya
"Ya..itu..Boleh melihat mereka." Leon jadi kikuk tak tau harus bagaimana
"Baiklah . Kalau begitu Saya pamit dulu Om.! "
" Biar saya yang Antar. " pinta Leon cepat sebelum Kanaya Berdiri
"Gak apa apa om, Kanaya bisa sendiri." Tolak Kanaya
"Aku yang Antar kamu, Sekalian kita makan siang. Bagaimana." Usul Leon
Mereka kini meninggalkan perusahaan dan menuju restoran terdekat untuk mengajak makan siang gadis pujaan hatinya.
"Kamu mau makan Apa , Ayo pilih saja." Ucap Leon sambil Menyodorkan buku menu kedepan Gadis itu.
" Om aja yang pilihkan.!" Sahut Kanaya
Setelah memesan makanan, Hening kembali tercipta di kedua insan itu, Baik Leon maupun Kanaya sama sama diam merasa canggung.
"Oh iya Nay. Apa kamu sudah pacar.?" Tanya Leon to the poin
__ADS_1
Gadis itu menatap lekat kearah Leon, Merasa Aneh pertanyaan dari Leon
" Ngak ada om, Ayah gak ngizinin untuk pacaran, disuruh Fokus sama sekolah. "Jawab Kanaya dengan polosnya.
Leon tersenyum lebar mendengar pengakuan gadis itu berarti dia punya kesempatan untuk melakukan pendekatan dengan nya." pikir Leon
"Bagaimana jika Saya menyukaimu.!!
Deg...
Jantung Kanaya seakan berhenti saat ini juga, perkataan pria dewasa itu membuat dirinya mendadak merasa kurang Nyaman
"Om..!!" lirih Kanaya menatap pria itu
"Boleh kan? Saya mengenal mu lebih dalam??" Pinta Leon penuh harap
"Tapi Om. Naya takut sama Ayah." Kanaya tertunduk malu.
Bibir Leon melengkung membentuk sebuah senyuman. gadis itu benar benar gadis yang sangat polos dan kali ini Leon merasa tidak salah pilih.
"Bagaimana jika kita melakukan secara sembunyi sembunyi." Leon mulai melancarkan Aksinya, Mengeluarkan jurus Rayuan nya untuk mendapatkan gadis itu.
"Tapi saya tidak cinta dengan Om."Celetuk Kanaya
Duaar ...
__ADS_1
Perkataan Kanaya membuat rasa sakit di hati Leon Namun pria itu cepat menyadari jika memang mereka baru bertemu. Sangat mustahil jika Gadis didepannya langsung jatuh cinta dengannya. Begitulah kira kira dipikiran Leon saat ini...
Like koment nya jangan lupa 🙏🙏🙏