Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 52


__ADS_3

Refan menghampiri istrinya yang sedang bermain bersama putranya disana ada juga Sang ayah menemani cucunya bermain tak lupa baby sister yang ditugaskan untuk selalu menjaga putra nya pun ada diantara mereka


"SayanG kita kekamar ya.," Bisik Refan ketelinga serin


Serin menatap suaminya dengan tatapan heran, " Untuk apa suaminya menyuruh nya kekamar sementara ia masih menemani putranya main bersama Ayahnya.


Serin berperan dalam pikirannya sendiri, Ia merasa tak enak dengan ayah mertuanya jika serin tiba tiba meninggalkan mereka


"Ayolah sayang.," Bujuk Refan sekali lagi masih bisik bisik ditelinga serin.


"Memangnya ada apa sayang.," Tanya serin sedikit heran


"Pokoknya aku tunggu kamu sekarang juga," Refan mulai jengkel dengan tingkah laku istrinya yang tidak peka terhadap nya.


Ia lantas meninggalkan istrinya dan langsung menuju kamar


"Yah, Serin tinggal sebentar ya, ,"


"Iya nak.


Dengan sedikit malas serin melangkahkan kakinya menuju kamarnya, Entah apa mau suaminya hingga ia memaksanya masuk kekamar.

__ADS_1


Pintu dibuka dan terlihatlah Refan suaminya yang berbaring santai diatas tempat tidur


"Sayang.,Kamu sakit ?" Tanya serin sedikit mengkhawatirkan suaminya


Bukannya menjawab Refan malah menyuruh istrinya duduk didekat nya Sambil menepuk menepuk kasur didekat nya


Serin lantas duduk dipinggir ranjang dengan menaruh tangannya di dahi suami nya.


"Tidak panas..," Gumam Serin masih bisa didengar oleh Refan


"Aku gak sakit sayang, Yang sakit itu ini.," Refan menuntun tangan serin mengarah ke bawah ke adik kecil nya membuat serin menjerit melepaskan tangannya yang saat ini sudah menyentuh adik kecil suaminya


"kak..," Protes serin namun Refan seolah tak ingin menanggapi nya.


"Aku menginginkan mu sayang. Beberapa hari ini kamu mengabaikan ku,


Serin nampak berpikir sejenak, Memang benar beberapa hari ini serin nampak sibuk selain mengurus baby Aidan ia juga sibuk mengurus Ayah mertuanya.


Serin menyesali perbuatannya, ia menyesal kesibukannya seolah menjadi kan alasan untuk mengabaikan suaminya.


"Maafkan aku sayang.,Bukan maksud aku mengabaikan mu tapi..

__ADS_1


Serin tak dapat melanjutkan perkataannya Refan membungkam mulut serin dengan sebuah ciuman yang bisa membuat serin merasa melayang akan ciuman yang di berikan oleh Suaminya itu.


Ciuman itu semakin panas saat Refan sudah tak terkontrol memperdalam ciumannya,Hingga tangannya pun tak tinggal diam menjelajahi setiap inci tubuh istrinya.


Refan sampai ke tempat favorit nya tempat dimana biasa ia mendapat kan energi yang kuat setelah bermain main di bukit kembar milik istrinya.


Aaaakh..sayang...aku sudah tidak kuat..," Rancau serin seraya menggigit bibir bawahnya menahan gejolak didalam dirinya yang siap untuk melakukan pelepasannya.


"Aak..serin...Refan terus Merancau seirama dengan hentakan demi hentakan dengan ritme permainan semakin cepat


1 jam lamanya Akhirnya permainan yang bermandikan keringat berakhir tumbangnya Refan kesamping tubuh istrinya.


"Terimakasih sayang," Refan mengecup singkat bibir dan kening istrinya kemudian ia bangkit untuk membersihkan diri nya.


Sementara serin masih terkulai tak berdaya akan ulah suaminya.


Serin tertidur Sementara Refan sudah ikut bergabung dengan Ayah dan putranya diruang Keluarga.


Ayahnya hanya meliriknya sekilas kemudian kembali bermain dengan cucunya, ia tak ingin mempertanyakan serin karna ayahnya tau apa yang sedang mereka lakukan.


Ayahnya akan merasa senang jika Refan dan serin secepatnya bisa memiliki baby lagi karna menurut ayahnya ia akan merasa senang jika rumah ini ramai dengan suara tangis anak kecil

__ADS_1


__ADS_2