
Refan memandangi tubuh mungil putranya yang sudah tertidur pulas didalam kotak kaca. Senyum yang sedari tadi tak pernah hilang disudut bibirnya merasa sangat bahagia kehadiran putra pertamanya. Seolah memberinya Kabahagian tersendiri bagi Refan.
Puas memandangi putranya Refan kembali melangkah ketempat tidur Dimana istrinya terbaring, Melayangkan kecupan singkat dikening dan dibibir serin.
"Terimakasih sayang. "Tak henti hentinya Refan mengucapkan kata itu kepada istrinya.
Serin tersenyum kearah Suaminya. serin dapat melihat kebahagiaan suaminya saat ini.
"Aku sudah ada Nama yang tepat untuk putra kita." Seru Refa Antusias.
"AIDAN ATTALLAH " Aidan" Adalah pemuda yang penuh semangat dan "Attallah" Adalah karunia dari Allah . Apa kau suka.?" Tanya Refan
Serin mengangguk setuju. " Aku suka kak !
*
*
*
*
Jika Refan dan serin tengah berbahagia lain halnya dengan Leon saat ini berusaha berjuang untuk menaklukkan pujaan hatinya.
Jika dulu Leon akan mudah mendapatkan wanita yang ia inginkan, tapi beda hal nya sekarang, Leon harus berjuang untuk mendapatkan Kanaya yang terbilang sangat sulit didekati.
Leon kini melajukan mobilnya menuju sekolah Kanaya. berkali kali Leon memperbaiki penampilannya Agar pujaan hatinya bisa luluh dan bersediah menjadi kekasihnya.
Mobil Leon berhenti tepat didepan gerbang sekolah Kanaya. Leon masih mengatur Nafasnya entahlah setiap Leon bertemu dengan Gadis itu membuat dirinya merasa gugup dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Leon keluar dari mobilnya Namun tatapan matanya menangkap sosok gadis yang memenuhi otaknya sepanjang hari. Leon terpaku ditempatnya nya Rahangnya mengeras, tangannya terkepal kuat mana kala melihat Kanaya berbicara sangat manja dengan seorang pria,
Matanya berkilat memancarkan kemarahan yang begitu besar, Hingga membuat Leon ingin menyeret Kanaya saat itu juga.
__ADS_1
Leon melangkah kearah Kanaya dengan langkah lebarnya menghampiri mereka yang masih berbincang hangat.
"Kanaya.." Panggil Leon saat ia sudah berada dihadapan Kanaya.
Kanaya menoleh kearah Leon, bibir yang tadinya tersenyum tiba tiba senyum itu hilang seketika melihat sosok laki laki yang sedari kemarin membuatnya merasa tak karuan. dadanya seakan ingin melompat keluar.
Sementara pria yang ada di dekat Kanaya meneliti penampilan Leon dari atas sampai kebawah. Alisnya terangkat sebelah menatap kearah Kanaya seolah mencari jawaban tentang pria didepannya.
"Kamu kenal dia..??" Tanya pemuda itu yang kira kira umurnya sekitar 20 tahun
Kanaya tertunduk ia sangat takut dengan pemuda didekatnya.
Sementara tatapan Leon yang Menyalang seakan ingin menerkam pemuda yang berani mendekati gadis pujaannya.
"Kanaya putri Daiyan. " Panggil pemuda itu penuh dengan penekanan. Jika ia sudah memanggil Nama lengkap Kanaya itu Artinya pemuda itu sangat Marah.
" Itu..Kanaya seakan ragu untuk mengatakannya "Om Leon Adalah Rekan bisnisnya Ayah." Lirih Kanaya tertunduk takut dengan pria didepannya.
"Leon tak mau kalah ia bahkan melayangkan tatapan tak kala tajam nya kearah pemuda itu. pikirannya berkecamuk menerka Nerka pemuda didepannya.seolah Kanaya sangat ketakutan dengan pemuda itu.
"Tidak. Kanaya akan ikut denganku." Leon seolah menentang pemuda itu dengan tatapan sengitnya.
"Siapa kamu.!" Hardik pemuda itu
"Aku..? " tunjuk Leon kearah dirinya sendiri
"Iya. memangnya siapa lagi. "Serka pemuda itu
"Aku adalah calon suaminya." Ucap Leon penuh percaya diri
Pemuda itu terlihat tertawa lepas, Namun tatapannya masih kearah Leon dengan tatapan sinisnya.
"Jangan Mimpi.! "sungut Pemuda itu
__ADS_1
"Kamu sendiri siapa.!" Leon kini balik bertanya
Pemuda itu Nampak memikirkan sesuatu. Seakan pemuda itu memiliki ide cemerlang untuk menjahili laki laki didepannya ini.
"Aku Tunangannya.! "
Duaar..
Jantung Leon seakan ingin berhenti saat ini juga, Pemuda didepannya seakan melempar nya bom atom hingga kini leon sudah tidak bisa berkutik lagi.
"Ka-Kau bohong.!
Pemuda itu tersenyum mengejek menatap kearah Leon. ia dapat melihat kekesalan pria didepannya.
"Kalau tidak percaya tanyakan sendiri kepada Kanaya. "Tantang pria itu.
Kini Leon sudah tak bisa berkata apa apa lagi. Mulutnya seakan terkunci saat ini juga, Perkataan pemuda itu sudah membungkam mulutnya.
"Pemuda itu masuk ke mobilnya meninggalkan Leon yang masih mematung ditempatnya, seolah akal sehatnya mendadak hilang.
Baru saja ia ingin merasakan kebahagian bersama gadis pujaannya Namun Apa ini. Bahkan gadis itu sudah bertunangan. Apakah ini hukuman untukku.??" Leon larut dalam pikirannya sendiri hingga tanpa sadar Mobil yang ditumpangi Kanaya bersama pria itu sudah menghilang dihadapanya.
Leon tak bergeming ditempatnya, sulit mempercayai semuanya. Gadis yang ia kenal sangat polos ternyata sudah memiliki Tunangan...
*
*
*
*
* Ikuti terus kelanjutannya Haruskah Leon menyerah Atau Leon akan berjuang untuk mendapatkan Kanaya
__ADS_1
Jangan lupa like komentnya 🙏🙏🙏