Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 61


__ADS_3

Kini Kanaya sudah berada dikediaman serin setelah mendapat makanan yang ia inginkan ia meminta suaminya untuk mengantarnya kerumah serin ia tidak ingin memakannya sendiri ia ingin memakan makanannya bersama serin. diusia kehamilannya yang hampir memasuki bulan yang sama, membuat Leon jadi kerepotan tak jarang Leon juga sering menuruti kemauan serin jika serin ingin memakan sesuatu dan itu atas perintah sang istri tercinta.


Kanaya tidak ingin serin merasa kehilangan sosok suami dalam mengalami ngidam makanan. maka Kanaya menyuruh suaminya untuk mengabulkan setiap serin menginginkan sesuatu. Tentu saja Leon senang hati menurutinya toh hitung hitung ini sebagai penebus atas kesalahannya dulu waktu menyiksa serin.


Dan masalah Refan, sebenarnya Leon sudah mengetahui keberadaan Refan saat ini namun ia belum memiliki kekuasaan untuk membawa Refan pulang karna yang ia hadapi saat ini bukanlah orang yang biasa, Refan terkurung dalam sangkar dan tak bisa keluar begitu saja, Refan mengalami masalah yang cukup besar dengan keluarga konglomerat di negara xx hingga ia tak bisa berbuat apa apa


Dari yang Leon tau jika Refan dijebak oleh seorang anak konglomerat di negara xxx hingga perempuan itu menuntut pertanggungjawaban terhadap Refan yang mengira Refan lah yang memperkosanya mengakibatkan perempuan itu hamil diluar nikah, Namun Leon sudah menyelidiki kasus yang Refan alami.


Dengan bantuan Razi Leon sudah memegang bukti namun tetap saja Leon tak bisa menembus kediaman perempuan itu, rumah mewah tempat tinggal perempuan itu dijaga ketat oleh bodyguard yang sangat besar dan sangar.


Rencana leon akan meminta bantuan paman istrinya Yaitu Jerry siapa yang tidak kenal dengan Jerry yang selalau menyelesaikan masalah dengan baik tanpa meninggalkan jejak sama sekali.


Serin, Ya, bahkan serin sudah menganggap suaminya sudah tiada saat ini, "Biarlah ini akan menjadi kejutan dihari lahirannya nanti ," Pikir Leon


Leon akan berusaha mengeluarkan Refan dalam belenggu penjara yang sudah menyeretnya ke sebuah kesalahan yang tak pernah ia perbuat walau bagaimanapun caranya Leon akan membawa Refan pulang itu janji Leon atas nama AIDAN.

__ADS_1


..


"Mbak serin, sudah gak ngidam lagi? atau masih ada yang ingin Mbak serin makan?," Tanya Kanaya antusias dan langsung dijawab gelengan kepala oleh serin.


"Tidak dek, Mbak sudah tidak ngidam lagi hanya saja aku sangat merindukan nya," Lirih serin dengan mata berkaca-kaca


Kanaya reflek memeluk serin ia dapat merasakan apa yang serin rasakan saat ini ia sendiri tidak tau akan bagaimana jika suaminya tiba tiba menghilang


"Yang sabar ya mbak, mas Refan akan kembali dan berkumpul bersama mba dan Aidan." Ujar Kanaya tulus


"Aidan mau gak eskrim," Tanya Leon pada bocah yang sudah berusia kurang lebih 1 tahun setengah.


"Au..Au..Eccim..,"jawab Aidan dengan suara cedalnya


"Kalau Aidan mau paman belikan Eskrim, Aidan harus cium paman dulu," Goda Leon pada bocah itu

__ADS_1


Dengan penuh semangat Aidan naik keatas sofa untuk mensejajarkan dirinya dengan Leon dan ciuman pun mendarat dipipi Leon.


"Anak pintar," Seru Leon sambil mengusap usap kepala Aidan" Ayo pamit sama bunda setelah itu kita lest Goo.," Tambah Leon lagi


"Unda...," Teriak Aidan kini menghampiri bundanya di ruang keluarga bersama Kanaya.


"Hati hati dong sayang jangan lari," Tegur Serin saat melihat putranya berlari menghampiri nya.


"Unda.. Aidan Au beli eccim cama aman Leon.," Serunya dengan suara yang masih belepotan.


"Iya sayang, Ingat Aidan jangan nakal ," Kata serin menasehati putranya


"Oce Unda," Aidan langsung mencium pipi bundanya


"Aunty Kanaya gak dicium juga nih," Sahut Kanaya yang pura pura ngambek sambil memanyungkan bibirnya kearah Aidan

__ADS_1


Aidan pun berpindah mencium Kanaya kemudian meninggalkan kedua ibu hamil itu.


__ADS_2