
Selama seminggu ini baik Leon maupun kanaya tidak pernah lagi berkunjung kerumah serin.
Kanaya kembali mengalami mual nafsu makan berkurang membuat Leon setengah frustasi melihat keadaan istrinya.
Bahkan Kanaya tidak mau jauh jauh dengan suaminya, dengan setia Leon menuruti kemauan istri tercintanya,
"Sayang makan ya. ," Bujuk Leon Namun Kanaya masih menggeleng cepat
Leon menarik nafas panjang kemudian beralih menatap istrinya dengan seringai liciknya.
"Kalau gak mau makan bagaimana kalau aku saja yang makan kamu," Ujar Leon menaik turunkan alisnya menggoda Istrinya
"Hayyu,"Jawab Kanaya Antusias membuat Leon seketika melongok tak percaya,
Tadi nya ia hanya ingin menggoda Istrinya malah Kanaya antusias ingin melakukannya.
"Kamu serius.?" Tanya Leon masih seringai nya," Apa kamu merindukan ku?" Sambungnya lagi
__ADS_1
"Maaaas, Mau atau tidak," Ketus Kanaya karna suaminya masih saja menggoda nya.
Leon tak menjawab ia langsung membungkam mulut Kanaya dengan bibir nya maka terjadilah saling Sesap, Leon Memangut mengekspos seluruh rongga mulut Kanaya, lidahnya bermain liar didalam sana
Nafas Kanaya tersengal-sengal saat sudah melepas ciumannya.
"Mas..," Rengek manja Kanaya
"Maaf sayang. Abis nya bibir kamu manis sekali.," Ujar Leon dengan senyumannya
Dan merekapun melalui malam indah itu dengan suara erangan yang saling bersautan didalam kamar tidur mereka hingga dini hari barulah Leon mengakhirinya.
*****
Keseharian serin bagai mayat hidup, serin tak pernah merespon jika seseorang menemaninya bicara. Bahkan Aidan merasa terbaikan dengan sikap diam serin saat ini.
Dikehamila nya sudah menginjak 8 Minggu tentu saja serin sangat rindu akan belaian suaminya masih ingin bermanja manja dengan suaminya namun harus bagaimana lagi,Saat ini bahkan kabar suaminya belum ia ketahui.
__ADS_1
"Nak, Belajarlah untuk kuat menghadapi semua ini, yakinlah jika Allah tidak akan memberikan kita cobaan melebihi batas kemampuan kita sendiri. kamu harus bisa melalui ini semua, Masih banyak yang membutuhkan kamu termasuk Aidan yang saat ini masih butuh kasih sayang dari kamu, Dan calon bayi kamu.," Tutur Ayah Refan panjang lebar
Mata serin kembali tergenang oleh air mata entah kenapa kata kata mertuanya seolah membuatnya tersadar jika masih ada Aidan yang butuh perhatian nya saat ini,
Serin merasa egois jika hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa mau memikirkan buah hati nya.
Serin meraih tubuh mungil Aidan kedalam dekapannya memeluknya erat sembari terus mengucapkan kata maaf untuk Aidan karna telah mengabaikannya selama beberapa hari ini
"Maafkan bunda sayang," Lirih serin sambil menciumi wajah Aidan.
Aidan hanya tertawa kecil mendapat ciuman dari bundanya, di usianya yang sudah menginjak 9 bulan Aidan kini sudah bisa diajak bermain bahkan ia sudah mulai pintar mengartikan jika berbicara dengan nya.
"Mas...Dimana pun kamu berada saat ini, aku harap kamu masih merindukan kami, Aku akan setia menunggu sampai kamu kembali lagi berkumpul dengan kami.,"
Serin berusaha menguat kan dirinya sendiri. ia tidak mau lagi larut dalam kesedihan ia sangat yakin jika suaminya akan kembali ke sisinya.
Serin akan setia menunggunya sampai kapan pun.
__ADS_1
Serin akan menjadi orang yang tegar, mengurus baby Aidan dan calon anak yang ada didalam kandungannya saat ini.
Entah apa yang terjadi pada suaminya. Namun serin yakin jika Suaminya saat ini baik baik saja.