Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 57


__ADS_3

Leon terbangun di tengah malam saat ia mendengar ponselnya berdering,


"Ya hallo. ," Jawabnya sedikit malas karna memang jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari


"...


"Apa.!!," Teriakan Leon terdengar sangat nyaring membuat Kanaya pun ikut terbangun.


"Sayang. ada apa.,"Tanya Kanaya masih berusaha mengumpulkan nyawanya, Ia menggeliat membuka matanya menatap suaminya yang masih berbicara dalam sambungan telpon.


"Sayang, Aku harus kerumah Refan sekarang, " Kata Leon saat sambungan telponnya sudah terputus


" Mbak serin kenapa mas.," Tanya Kanaya tak kalah khawatir nya


"Nanti aku ceritain ya, jangan banyak berpikir ingat bayi kita. ," Leon mengecup kening istrinya kemudian bangkit dari duduknya untuk mengganti pakaiannya.


Kanaya hanya diam, tak ingin bertanya lagi, ia yakin jika suaminya akan menceritakan nya nanti.


Leon mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Refan setelah mendapat telpon dari salah satu orang kepercayaan Refan yang mengabarkan jika serin saat ini sedang pingsang setelah mendengar kabar jika suaminya meninggal dunia.


Mobil Leon sampai didepan pintu rumah Refan ia lalu masuk kedalam, disana sudah ada para pembantu Refan yang tengah membantu serin merebahkan serin ke tempat tidur.


"Tuan. Leon.." panggil salah satu pelayan dirumah Refan

__ADS_1


"Tuan. Tolong, Nyonya Serin sepertinya pendarahan.," Kata salah satu pelayan Refan lagi yang membantu serin didalam kamar.


"Apa !!! pendarahan.,pekik Leon


"Minggir ," Leon menyingkirkan semua pelayan yang ada didalam kamar itu dan mengangkat tubuh serin,


Leon melihat Ayah Refan duduk dikursi roda tak jauh dari tempat tidur serin.


"Om. " panggil leon sedikit lirih


Leon melihat Ayah Refan terlihat menghawatirkan menantunya,


"Selamatkan serin dan calon bayinya.," Pinta Ayah Refan dengan sedikit memohon kepada Leon, manik matanya nampak berembung


"Baik, Om.


"Dokter...!!!," Teriak Leon saat sudah berada di rumah sakit


Seorang suster menghampiri Leon dengan Membawakan brankar, Leon membaringkan tubuh serin diatas brankar


Leon mondar mandir kayak setrikaan didepan pintu ruang pemeriksaan serin entah kenapa ia merasa takut jika terjadi sesuatu pada serin bagaimana nasib Aidan ditambah lagi Refan yang belum diketahui keberadaannya.


Leon mengusap wajah kasarnya, kemudian duduk dibangku ruang tunggu

__ADS_1


terdengar bunyi ponselnya di saku celananya Leon meraih ponselnya dan melihat pemanggil adalah istri nya


"Assalamualaikum sayang.,


"Walaaikumsalam ," Jawab Kanaya


"Bagaimana keadaan Mbak serin mas.,"Tanya serin


"Dia sudah ditangani sama dokter didalam , Kamu kok sudah bangun sayang," Tanya Leon balik pasalnya jam masih menunjukkan pukul 3 malam


"Aku habis sholat malam mas.,


"Kamu langsung tidur ya, Jangan banyak gerak dulu jaga kesehatan, Mungkin aku pulangnya agak telat sayang.," kata Leon


"Iya mas,


Setelah mengatakan itu Kanaya menutup telponnya .


Leon masih setia menunggu diluar ruangan serin. tak lama kemudian Dokter keluar dengan raut wajah yang sulit diartikan


"Bagaimana dok keadaan serin.," Tanya Leon cepat


"Alhamdulillah, Bayinya selamat mungkin Nona serin terlalu syok makanya terjadi pendarahan hebat.," Tutur dokter paruh baya itu yang bernama Dokter sinta

__ADS_1


Leon menghelang nafas panjang, Leon memijit pelipisnya sedikit merasaa tenang sekarang mendengar serin baik baik saja


"Refan kamu dimana, istrimu sangat membutuhkanmu saat ini. Aku yakin kamu masih hidup.," Jerit Batin Leon


__ADS_2