Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 65


__ADS_3

Serin merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat keringat dingin membasahi keningnya Bagaimana tidak seharian ia hanya bisa mengurung diri dalam kamar tanpa ingin menyentuh makanan.


Entah kenapa akhir akhir ini ia serin memikirkan suaminya, Sekuat apapun, setegar apapun serin tetaplah seorang manusia biasa yang tak sanggup jika ditinggal oleh suaminya


Serin melangkah masuk kekamar mandi guna membersihkan dirinya agar terlihat lebih segar lagi, Hari ini ia ada janji bersama Kanaya disebuah restoran, Dibenak serin saat ini bertanya tanya ini untuk pertama kalinya Kanaya mengajaknya keluar, Selama ini jika Kanaya ingin bertemu dengan nya selalu ia datang bersama Leon tapi kali ini ia menyuruh ya datang bersama Aidan.


Setelah membersihkan diri serin berpamitan kepada mertuanya untuk kelaut menemui Kanaya.


Mobil serin membelai jalanan raya yang tidak terlalu padat itu, Aidan terlihat enteng di pangkuan beby sisternya.


"40 Menit kemudian akhirnya mobil yang ditumpangi serin pun tiba ke tempat tujuan, Serin yang masih dalam keadaan lemah memaksakan dirinya untuk bertemu dengan Kanaya ia tidak ingin mengecewakan gadis yang sudah banyak membantu nya selama ini.


Hari beranjak sore, jam sudah menunjukkan pukul 5 lewat 40 menit, Kanaya sudah menunggunya disebuah ruangan privat room


"Assalamualaikum, Sapa Serin saat sudah bertemu dengan kanaya


"Walaaikumsalam , " Jawab Kanaya

__ADS_1


"Sudah lama dek, "Tanya serin basa basi


"Baru aja kak, diantar sama sopir hehe," Kanaya cengengesan menatap serin


"Unti Naya..," panggil Aidan dengan manjanya


"Iya sayangnya Aunty, " Kanaya langsung menghadiahi kecupan singkat dikening Aidan membuat bocah itu tertawa geli.


"Mba serin sakit?" Tanya Kanaya sedikit mengkhawatirkan nya karena saat ini serin terlihat sangat pucat.


Serin menggeleng cepat sembari melempar senyuman nya


Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka serin sama sekali tak menoleh karna ia pikir Kanaya lah yang datang. Namun seketika sekujur tubuhnya mendadak kaku ditempatnya mendengar suara yang sudah tak asin lagi ditelinga nya, Suara yang sangat ia rindukan selama ini.


"Sayang..


Deg...

__ADS_1


Serin mendadak tak bisa berkata apa-apa lidahnya keluh hanya untuk menyahut, Ia bahkan tidak menoleh sama sekali ke sumber suara sementara Aidan tak peduli ia hanya asik memakan buahnya saja


"Sayang..," Panggilnya sekali lagi


Serin bangkit dari tempat duduknya perlahan ia menoleh ke sumber suara


Deg..


Tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya saat ini tangannya gemetar lututnya seolah tak sanggup menopang berat tubuh nya, untuk beberapa saat Serin seolah kehilangan akal sehatnya.


Berdiri mematung tanpa sepatah kata pun yang terlontar dari mulut serin, hingga suara lirih terdengar memanggil dirinya dengan kata "sayang"


"Sayang, " lagi lagi orang itu memanggil dengan suara parau terdengar menahan tangisnya


Masih tertegun ditempatnya kelopak matanya sudah dibanjiri oleh air mata serin perlahan melangkah menghampiri pria yang sudah ia sangat rindukan saat ini.


Berulang kali ia meyakinkan dirinya jika yang ia lihat saat ini adalah nyata, Suami yang sangat ia cintai berdiri kokoh di hadapannya.

__ADS_1


Serin berhenti sejenak mengatur nafasnya yang terasa sesak jujur saja serin terlalu syok saat ini hingga serin membutuhkan oksigen yang cukup di dalam tubuhnya.


__ADS_2