Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 44


__ADS_3

Dari kemarin gak lolos lolos padahal udah direvisi berulang-ulang


lelah hayati bang 😤😤😤


****


Dor...dor...


Suara tembakan menggema diruangan itu tubuh Serin bergetar hebat saat peluru menembus perutnya, Serin menjadikan dirinya tamen saat Refan akan ditembak oleh ibu tirinya.


Tidak..tidak..."Refan terus bergumam lirih, melihat tubuh istrinya ambruk dalam pelukannya.


Leon datang dengan wajah tak kala khawatirnya, Ia mengangkat serin kemudian membawa keluar tidak peduli dengan Refan yang saat ini hanya diam mematung seakan kesadarannya menghilang begitu saja hingga ia tidak bisa berbuat apa apa.


"Dasar bodoh., " Umpat Leon kesal dengan Refan yang hanya diam tidak bertidak melihat tubuh istrinya sudah dipenuhi oleh darah.


Saat kesadarannya kembali, Refan mengikuti Leon tak lupa ia mengambil Baby Aidan dalam gendongan anak buah Razi.


Sementara Razi sudah membereskan semua anak buah Ibu tiri Refan termasuk ibu tiri Refan, Sudah ia bawa kekantor polisi.


****


Refan menunggu istrinya dengan raut wajah terpancar kekhwatiran begitu besar. Ada rasa penyesalan didalam dirinya karna tidak bisa melindungi istrinya


Leon menepuk bahunya "Yang sabar, Serin akan kuat kau jangan khawatir istrimu pasti sembuh." Ucap Leon yang sejak tadi setia menemani Refan sejak serin masuk keruang operasi.


Refan tak menanggapi perkataan Leon tatapannya kosong, Sesekali menatap lampu merah diatas pintu ruang operasi yang masih menyala menandakan operasi belum selesai.


Hingga 3 jam lamanya akhirnya operasi serin selesai dokter keluar dengan wajah lelahnya nampak jelas melihat keringat masih membasahi keningnya.


"Dok, Bagaimana keadaan istri saya." Tanya Refan

__ADS_1


"Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar, pasien akan segera dipindahkan keruang perawatan.


Refan menarik nafas dalam-dalam kemudian mengusap wajahnya, sekarang ia sudah merasa lega, Istrinya selamat, Tanpa sadar ia memeluk Leon dan menumpahkan segala rasa dihatinya,


Refan tidak malu lagi menangis didepan Leon mantan Bosnya, baginya Leon sudah ia anggap sebagai keluarga nya sendiri.


Lama menemani Refan dirumah sakit kini Leon pamit pulang setelah benar benar memastikan jika keadaan serin baik baik saja, Hari sudah larut dan takut jika Baby Aidan menangis mencari bundanya yang kini ia titipkan ke kanaya.


"Leon masuk kedalam rumah, Rumah orang tua Kanaya, mereka masih tinggal di rumah orang tua Kanaya karena ia tidak ingin memaksa Istrinya untuk pindah ke kediamannya, perlahan lahan ia akan membujuk istri kecilnya itu untuk pindah, Tapi untuk sekarang Leon harus mengalah mengingat istrinya yang masih sangat remaja masih ingin dekat dengan kedua orang tuanya.


Leon langsung masuk kekamar mandi tanpa ingin mengganggu tidur istrinya yang sudah tertidur pulas bersama baby Aidan.


Tidak butuh lama Leon keluar dengan wajah segar, Handuk masih melilit di pinggangnya.


"Sayang. kamu sudah pulang?" Kanaya terbangun saat mendengar suara pintu kamar mandi di buka.


Masih mengumpulkan sisa sisa kesadarannya Kanaya bangkit dengan mengusap kedua matanya menatap kearah suaminya yang kini berjalan menghampirinya.


Entahlah bagaimana cara Istrinya ini tidur sampai sampai baju yang dikenakan sudah kusut tak terbentuk.


"Sayang. Kamu sengaja menggodaku." Ucap Leon sambil meremas kedua bukit sintal Kanaya


Kanaya tersenyum menggoda sembari mengedipkan sebelah matanya. ia lantas berdiri diatas tempat tidur untuk mensejajarkan dirinya dengan suaminya tangannya melilit keleher suaminya.


Hingga tatapan mereka bertemu, Leon sudah tidak sanggup menahannya lagi, Nafsu yang sudah ia tahan sedari tadi kini ia harus menuntaskan nya malam ini juga.


Leon Memangut bibir Kanaya dengan sangat pelan sambil membawa Kanaya kedalam gendongannya tanpa melepas ciuman mereka,


Leon membawanya keruang ganti tak ingin mengganggu tidur Aidan malam ini mereka akan menghabiskan malamnya didalam ruang ganti.,


Leon tersenyum puas melihat tubuh istrinya hampir memenuhi maha karya nya.

__ADS_1


Mereka menghabiskan malam panjang mereka dengan Bermandikan keringat


Hingga erangan panjang mengakhiri permainan mereka membuat Kanaya sudah tidak berdaya diperlukan suaminya.


"Terimakasih sayang. " Leon mengecup kening dan bibir Kanaya kemudian mengangkat istrinya masuk kekamar mandi.


*****


Sementara Serin masih dirawat di rumah sakit, baby Aidan dirawat oleh Leon dan Kanaya. Baby Aidan sangat lengket dengan Leon sehingga ia tidak terlalu rewel saat tidak bersama Ayah serta bundanya.


"Sayang. Baby Aidan selesai mandi, Kamu pakekan bajunya aku juga mau membersihkan diri," Ujar Leon yang baru saja selesai memandikan baby Aidan


"Sini sayang sama Aunty yang cantik dan imut ," Celetuk Kanaya dengan percaya dirinya


Leon hanya menanggapi perkataan istrinya dengan senyuman baginya kelakuan istrinya itu msh seperti anak kecil pada umumnya.


"Selesai menaikan baju baby Aidan, Kanaya keluar dari kamarnya menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk diruang keluarga.


"Siang Ayah, bunda," Sapa Kanaya sambil menggendong baby Aidan


"siang sayang. Gimana Baby Aidan gak rewel kan?" Tanya Bunda Sely


"Gak dong Bun, Baby Aidan gak rewel, Cuma kadang kalau telat dikasih susu dia akan rewel."Sahut Kanaya sambil menatap wajah mungil Aidan di gendongan nya


"Kamu sudah bisa mengurus bayi sayang, Ayah sudah tidak sabar untuk menggendong cucu ," Celetuk Daiyan Ayah Kanaya.


"Ayah apaan sih, Kanaya masih sekolah yah,


"Ya, gak apa apa dong sayang, Kamu kan sudah punya suami jadi wajar memiliki Momongan


Kanaya terdiam, Memikirkan perkataan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2