Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri
BAB 31 - Aku Merindukanmu


__ADS_3

Jika Zoya baik-baik saja dengan kehidupan barunya, keadaan berbanding terbalik dengan Zayyan yang kini lebih buruk dari dia yang belum menikah. Setelah memiliki istri, jangankan pulang cepat seperti suami lainnya, melainkan enggan pulang semenjak dua minggu terakhir dan itu membuat Amora diselimuti rasa bersalah pada Abraham yang terus saja bertanya kenapa putrinya diperlakukan tidak wajar oleh Zayyan.


Di sisi lain, Azoya yang sudah tidak pulang satu bulan lamanya membuat Amora dirundung keresahan. Agatha dan Zico turut direpotkan dengan hilangnya Zoya, bahkan status Azoya kini sudah tercantum sebagai orang hilang. Sedikit terlambat sebenarnya, Amora baru peduli ketika sudah terjadi hal semacam ini.


Keluarga Alexander semakin kacau, tidak ada kedamaian yang dahulu menjadi amanah Alexander sebelum meninggal, Agatha yang baru saja mulai peduli pada adik tirinya merasa bersalah karena semua sudah terlambat begini. Hanya saja, sekacau-kacaunya mereka lebih kacau lagi Zayyan.


Kembali menjadikan minuman sebagai pelarian, setiap kali mengingat Zoya dia akan berusaha menenangkan diri dengan cara itu. Rosa yang mengetahui suaminya sekacau itu kesal sendiri, padahal pria mana yang berani menolak pesonanya, pikir Rosa percaya diri.


"Ini sungguh tidak masuk akal, kamu tahu sendiri berapa banyak pria yang menginginkan aku, Cel ... Sementara dia, bahkan aku sudah mencoba menggodanya tapi tetap saja tidak mempan, dua minggu sama sekali tidak pulang. Eeugh menyebalkan sekali, pasti ada sesuatu antara dia dan adiknya yang sok polos itu!!"


Di kamarnya, Rosa tengah menggerutu dan mengutarakan kekesalannya tentang Zayyan. Sikap dingin dan misterius pria itu benar-benar diluar dugaan bahkan membuat Rosa merasa gagal menjadi wanita. Selama ini dia akan selalu berhasil membuat pria takluk, akan tetapi anehnya Zayyan sama sekali tidak tunduk, bahkan tertarik saja tidak.


"Tenang dulu, tapi sebelumnya aku ingin bertanya ... bukankah dia bukan tipemu?" tanya seseorang di seberang sana disertai tawa renyah dan itu membuat Rosa makin muak rasanya.


"Bukan tipeku memang, tapi sikapnya yang begini membuatku penasaran ... tubuhnya lumayan, wajahnya cukup tampan. Tidak ada salahnya aku menginginkan dia sesekali," tutur Rosa seraya menggigit bibir bawahnya, dia tengah menatap wajah cantiknya di depan cermin.

__ADS_1


"Hahaha dasar, sudah kuduga nalurimu berbeda ... kenapa? Rindu belaian? Makanya pulang, Ricko menunggumu di sini."


"Aku penasaran, tolong garis bawahi ... pe-na-sa-ran," ucap Rosa menekan setiap kalimatnya, wanita itu tampaknya kesal sekali dianggap haus belaian oleh Celia.


Ceklek


Di tengah perbincangannya bersama Celia, pintu kamar kini terbuka dan pria yang sejak tadi dia bicarakan masuk dengan langkah gontainya. Penampilan Zayyan tampak kacau dan ini adalah kepulangan pertama setelah beberapa minggu Zayyan pergi entah kemana, senyum Rosa merekah kala melihat bagaimana pria dengan tubuh gagah itu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Mabuk?"


Brugh


Dalam hitungan detik, Zayyan yang tengah terpejam menarik tubuh Rosa hingga terjerambab di atasnya. Pria itu tu menatapnya dengan mata yang tampak memerah dan hal itu membuat naluri Rosa sebagai wanita dewasa berbicara sendirinya.


Dia menginginkan pria ini, ada satu hal yang membuat Rosa penasaran tentang diri Zayyan. Tanpa sedikitpun keraguan, Rosa mulai mencium bibir Zayyan dengan penuh kelembutan, tak peduli meski tanpa balasan dia mendadak menjadi wanita liar dalam pelukan pria yang seolah tidak menginginkannya.

__ADS_1


"Sayang?" Suara serak Zayyan kian membuat Rosa berdesir, dia menelurusi lekuk tubuh pria itu dengan jemarinya, mencoba membuat Zayyan terangssang dengan setiap sentuhannya.


"Zoya ...."


Mata Rosa membeliak ketika nama itu lolos dari bibir Zayyan sesaat sebelum dia membuka kemeja Zayyan. Jelas sekali Rosa dengar nama adik iparnya Zayyan ucapkan, akan tetapi dia berusaha berpikir jernih dan menganggap ini hanya bentuk kerinduan Zayyan pada sang adik yang pergi dari rumah pasca kematian Alexander.


"Sebut namaku, Zayyan ... aku istrimu, dan kamu sudah berjanji pada Papa untuk membahagiakan aku," bisiknya kemudian sembari terus menelusupkan jemari lentiknya di atas dada Zayyan.


Dalam keadaan mabuk dan Zayyan sangat-sangat merindukan Zoya. Di mata Zayyan wanita yang kini ada dipelukannya adalah Zoya, hanya saja dia sedikit asing dengan cara Zoya memperlakukannya. "Sayang, kamu kembali? Untukku, 'kan?"


"Hm, aku memang milikmu, Zayyan," bisiknya kemudian setelah berhasil membuat Zayyan bertellanjang dada, hanya menyisakan jeans hitam dan Rosa tampak kesulitan membukanya.


"Aku merindukanmu, Zoya"


"Tuntaskan rindumu, aku milikmu malam ini." Rosa tidak peduli meski bukan namanya yang Zayyan sebut, yang dia inginkan hanya kepuasan dari pria ini, itu saja.

__ADS_1


- To Be Continue -


__ADS_2