Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri
BAB 58 - Pertanyaan Konyol


__ADS_3

Jadwal Zayyan memang tidak banyak hari ini, hanya saja karena matanya tidak bisa dikondisikan pria itu merasa pekerjaannya benar-benar berat. Dia menguap berkali-kali selama rapat berlangsung.


Beberapa dari mereka yang mengetahui jika Zayyan baru saja selesai liburan jelas mengira dia hanya kelelahan biasa. Melihat kakaknya seperti tidak akan fokus, Zico segera mengambil peran.


"Kau keluar saja, jangan paksakan kalau tidak enak badan," bisik Zico yang risih sendiri mihat Zayyan lebih parah daripada mabuk, ditanya apa jawabnya apa dan hal itu sudah berlangsung sejak pagi.


"I'm okay, santai."


Santai kepala dia, padahal sejak tadi memang tidak fokus dan hal itu tidak dapat diselamatkan lagi. Jika hanya menjadi pusat perhatian selama rapat untuk apa, pikir Zico sebal.


Keduanya sama-sama berperan dalam meneruskan perusahaan keluarga Alexander. Bersama Zayyan sebagai pemimpin namun tetap saja yang berada di balik punggungnya adalah Zico dan juga Clayton.


"Kau mengganggu pemandangan, tidak lihat semua orang menatapmu? Ayolah, keluar saja, Kak. Lagipula berapa ronde sampai paginya begini?"


"Ronde matamu, aku jaga Fabian ... kau kira malamku semanis itu? Tidaaaaaak, bodoh."


Mereka berbisik, sementara mereka yang hadir dalam ruangan berpikir jika kedua penerus itu tengah berdiskusi penting masalah penyampaian salah satu di antara mereka. Padahal, sama sekali tidak dan yang mereka bahas adalah sebab mata Zayyan yang sudah persis panda.


"Kasihan, salah kau sendiri nikah lagi ... coba dul_"


"Shuut, diam!! Pasti menikah itu adalah idemu."


Perdebatan mereka justru menyebar ke masa lalu. Zico yang mendengar fitnah kakaknya sontak sebal sendiri padahal sejak awal tahu bahwa Zayyan dan Zoya menikah dia adalah yang paling peduli tentang nasib pernikahan mereka.

__ADS_1


"Enak saja, murni keinginan Papa ya ... aku sudah katakan pada Zoya jangan diikuti dan tidak perlu memintamu menikahi Rosa. Tapi, Zoya yang keras kepala dan boddoh itu masih mengikuti kemauan Papa, aneh sekali."


Zico tidak berbohong, memang begitu keadaannya dan dia sangat berharap Zoya dan Zayyan mengaku saja waktu itu. Akan tetapi air mata Zoya meyakinkan dia bahwa semua akan baik-baik saja.


"Apa katamu? Bodoh?""


"Iya, memang faktanya dia bodoh, 'kan?"


"Kau mau mati?"


Mulai, tatapan Zayyan sudah setajam itu pertanda jika dia tidak terima dengan ucapan Zico. Dalam hidupnya yang berhak mencaci Zoya adalah dia, tidak Zico ataupun Agatha. Padahal dia juga sama, akan tetapi Zayyan seakan tidak rela seseorang mencerca istrinya begitu.


"Iyaya bukan bodoh, tapi terlalu memikirkan orang lain tanpa peduli dia sendiri."


Tatapan itu takkan berhenti jika belum Zico perbaiki ucapannya. Sungguh, memang manusia sejenis Zayyan adalah makhluk paling egois dan dia akan beranggapan semua orang salah kecuali dia.


"Anda yakin? Bukannya sakit?"


"Sembuh, sudah sana."


Secepat itu, beberapa saat lalu dia mengeluh seperti orang penyakitan yang tidak lagi bisa diselamatkan. Kini, dia dengan tegasnya meminta Clayton menghantarnya ke store pakaian wanita, wajahnya tampak segar dan tidak ada tanda-tanda dia sakit sama sekali.


Clayton menatap Zayyan yang tampak bingung, ada sesuatu yang dia pikirkan dan hal itu membuat Clayton sedikit bingung. "Apa ada yang Anda pikirkan?" tanya Clayton hati-hati, khawatir jika pria itu kenapa-kenapa.

__ADS_1


"Aku lupa ukurannya, menurutmu berapa?"


"Ha? Uk-ukuran apa?"


Mendadak seperti orang bodoh, lagipula Zayyan aneh bertanya tidak jelas. Akan tetapi, sedikit demi sedikit dia bisa menebak ke arah mana pembicaraan Zayyan.


"Ah iya, kenapa juga aku bertanya padamu."


Dia semakin dewasa, aku lupa pastikan ukurannya ... tidak mungkin masih muat ukuran lama yang biasa aku belikan.


Zayyan membatin, dia hendak memberikan kejutan tapi jika dia bertanya lebih dulu bukan kejutan lagi namanya. Akan tetapi, insting Zayyan biasanya tidak salah. Segenggam padat, lebih sedikit dan ... eum aku rasa tidak jauh beda ukurannya.


"Sudah ingat, Bos?"


"Belum, pakai perasaan saja," jawab Zayyan santai, dia merogoh ponsel dari sakunya seperti sedang tidak punya masalah.


.


.


.


- To Be Continue -

__ADS_1


Hallu, aku bawa rekomendasiin novel buat hari ini gengs!! Mampir yaah



__ADS_2