Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri
BAB 92 - Kewajiban Istri


__ADS_3

Seseorang di masa lalu adalah musuh terbesar setiap pasangan. Hal itu berlaku untuk siapapun termasuk Zayyan yang sepertinya tidak akan sembuh secepat itu meski Widarman sudah turun tangan untuk berusaha mendamaikan mereka.


Kerinduan Dikta pada Fabian membuat pria itu meminta waktu berdua bersama malaikat kecil yang lebih dari setahun mengisi hidupnya hingga menimbulkan harapan akan menjadi Ayah pengganti untuk Fabian dalam benak Dikta kala itu.


Lebih menyebalkannya lagi Fabian seakan bahagia dengan kehadiran Dikta, bahkan dia menjerit ketika pria itu hendak beranjak padahal bukan hendak meninggalkannya. Dari jarak beberapa meter, Zayyan memilih diam dan menjadi pemantau drama Fabian yang setakut itu ditinggalkan laki-laki yang tidak lain adalah pamannya itu.


"Sebentar, Sayang celana Daddy turun," ucap Dikta dan itu terdengar jelas oleh Zayyan dan membuat pria itu benar-benar murka.


"Daddy dengkulmu."


Sejak tadi Zayyan memilih diam dan pada akhirnya dia naik darah akibat Dikta yang sama sekali belum merubah panggilannya.


"Haha iya lupa ... aku terbiasa soalnya," jawab Dikta santai sekali dan hal itu lagi-lagi membuat Zayyan ingin sekali mengusir pria itu saat ini juga.


Andai saja Dikta datang sendiri, mungkin sudah sejak tadi Zayyan paksa meninggalkan kediamannya. Muak dengan kehangatan yang kini dia tetap antara sang putra dan pria yang terpaksa dia akui sebagai kakak iparnya itu, Zayyan memilih pergi dan menemui Zoya yang dia yakini berada di kamar saat ini.


Dia tidak ingin memperpanjang masalah, dan dia juga tidak punya keinginan untuk bergabung bersama Widarman dan Zico yang tampak asik membahas berbagai mobil sport yang sama sekali tidak Zayan senangi. Daripada kepalanya terus menerus pusing lebih baik dia mencari ketenangan dalam pelukan sang istri.


Dengan langkah perlahan Zayyan menuju kamar dan membuka pintunya dengan hati-hati karena khawatir mengganggu ketenangan Zoya. "Sayang," panggil Zayyan pelan dan itu berulang-ulang.

__ADS_1


Zoya yang sejak tadi merapikan pakaian Zayyan sedikit terkejut lantaran sang suami justru masuk kamar padahal sudah Zoya katakan untuk menemani Dikta bersama dengan Fabian.


"Kenapa ke sini? Fabian mana?" tanya Zoya lembut dan kemudian menghampiri Zayyan yang saat ini memperlihatkan wajah masam seakan manusia paling banyak masalah di dunia.


"Ada sama Dikta ... sepertinya dia lebih sayang Dikta daripada aku," ucapnya kemudian mencebik dan melingkarkan tangan di pinggang Zoya kemudian menenggelamkan wajah di dada Zoya demi mencari kehangatan tentu saja.


"Mana ada yang begitu ... Fabian tahu mana Papanya," ucap Zoya seraya menepuk bahu Zayyan berkali-kali karena dia mengerti sepertinya pria ini tengah merasakan kekecewaan terhadap tingkah Fabian yang memang kerap memilih orang lain daripada Zayyan.


"Tapi buktinya begitu, Fabian mana pernah menangis kalau aku tiba-tiba pergi ... Sementara Dikta? Dia menjerit sejadi-jadinya hanya karena laki-laki itu menaikkan celana, pilih kasih sekali," gerutu Zayyan ingin sekali membuat Fabian sadar bahkan jika perlu dia ingin mencubit putranya sendiri lantaran berani-beraninya menunjukkan kika dia lebih menyayangi Dikta dibandingkan dirinya sendiri.


"Itu karena mereka tidak bertemu cukup lama, jadi wajar saja. Jangan terlalu sedih, mau bagaimanapun papanya Fabian itu Zayyan bukan Dikta."


Zoya sadar jika Zayyan bukan lagi anak kecil. Hanya saja, dia memang perlu penjelasan dan sepertinya tidak cukup sekali dua kali. "Sayang, kita buat anak lagi saja ya? Sepertinya Fabian benar-benar marah karena tidak aku temani sejak dalam kandungan," pinta Zayyan seraya menatap lekat mata indah Zoya dengan harapan Zayyan akan mengikuti permintaannya untuk kali ini.


"Oh iya, aku lupa. Ya sudah kalau begitu aku sabar saja menunggu, tapi janji mau hamil lagi ya?" Zayyan memang terkesan pemaksa akan tetapi dia tidak lupa mempertimbangkan resiko dan hal-hal yang akan terjadi nantinya.


Zoya hanya mengangguk pelan kemudian tersenyum simpul. Zayyan mengeratkan pelukannya karena merasa sudah mendapatkan izin dari Zoya. Pernyataan itu menjelaskan jika memang sang istri sangat siap untuk hamil lagi.


"Oh ya aku boleh nambah tato?" tanya Zayyan kemudian yang membuat tanduk Zoya seakan keluar dari kepalanya begitu mendengar keinginan paling menyebalkan dalam hidupnya.

__ADS_1


"Jangan coba-coba ya, jadi jelek badannya corat-coret begitu," omel Zoya lantaran memang bagian lengan atas Zayyan sudah dipenuhi ukiran dari tinta hitam dan sifatnya permanen.


"Tidak boleh ya? Tapi dulu kamu tidak pernah larang, kenapa sekarang melarang?" tanya Zayyan sedikit heran karena memang sejak awal dia memutuskan untuk menato tubuhnya, Zoya sama sekali tidak pernah menegurnya.


"Dulu kan beda, kalau sekarang sudah jadi istri jadi sudah kewajibanku melarang ini dan itu kalau tidak ada manfaatnya," ucap Zoya kemudian dan memang itu adalah fakta yang tidak bisa Zayyan bantah.


Beberapa hal memang berubah semenjak Zoya menjadi istrinya. Mungkin selama masih menjadi adik tiri, Zoya tidak sepeduli itu sekalipun Zayyan mabuk di pinggir jalan. Akan tetapi, jika sudah begini Zoya merasa berhak untuk mengatur hidup pria itu karena memang Zayyan kerap sesuka Hati dalam menjalani hidupnya.


.


.


.


- To Be Continue -


Hallo, sementara up mampir ke karya teman author yang satu ini ya. Aku usahan Zayyan tetap kembali up normal seperti dulu, terima kasih semua.


Alexander Thomas El Farizi alias Zaini El Farizi merupakan sosok pemuda cuek, genius, dan wibawa, kini ia dikenal sebagai salah satu pengusaha berpengaruh di negera ini sebab, hampir 50% ia menguasai pasar internasional dengan segala jenis produk teknologi yang mereka kembangkan, namun ternyata keberhasilannya di dunia bisnis menyimpan banyak luka batin yang tragis dibalik tirai kehidupannya, membuat ia harus berjuang untuk melawan rasa trauma semasa kanak-kanak.

__ADS_1


Hingga suatu hari Alex harus menerima perjodohan dari sang Kakek dengan seorang wanita bernama Alecia, disaat waktu tak tepat ia juga dipertemukan dengan Mina. Apakah seorang Alexander alias Zaini mampu bertahan dalam persaingan bisnis dan cintanya?



__ADS_2