Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri
BAB 65 - Damai


__ADS_3

"Zoya!!"


Teriakan Agatha menggema, hendak mencoba masuk namun passcode apartement sengaja Zayyan ganti. Memang semua sudah dia persiapkan dan Zayyan tidak ingin ada drama istrinya diusik keluarganya.


"Ays, siallan!! Bukaaa!!"


Kesabaran Agatha kian menipis dan terus saja berusaha agar Zoya membuka pintunya. Hingga, pintu itu benar-benar terbuka hanya saja bukan Zoya yang muncul melainkan wanita paruh baya yang kini menatap mereka bingung.


"Zoya mana?" tanya Agatha dengan wajah songong seperti biasa, wajah yang biasanya membuat lawan bicaranya takut dan memilih patuh.


"Ada, mau saya panggilkan?"


"Tidak perlu, saya mas_"


"Tunggu di luar ya, Tuan tidak mengizinkan orang asing masuk," ucap wanita itu kemudian menutup pintu tanpa sedikitpun rasa bersalah, Agatha yang tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu jelas saja marah bahkan dia menatap Zico seakan tidak percaya.


"What? Dia bercanda, pembantu baru apa gimana? Dia tidak tahu kita siapa, Kak?" tanya Agatha tidak terima dengan perlakuan pembantu Zayyan yang baru.


"Mungkin, kita tunggu saja Zoya keluar ... jangan buru-buru."


"Kakak sudah tahu ini dari dulu? Kenapa cuma diam saja?" tanya Agatha dengan tatapan tajam dan mendelik begitu sadisnya karena merasa dibohongi habis-habisan oleh pria itu.


"Kamu di pihak Mama, sementara Zayyan melindungi istrinya dari Mama ... aku tidak punya hak untuk memberitahukan hal ini pada siapapun, hanya Zayyan yang berhak."


Beberapa menit menunggu, pintu kini terbuka dan hadirlah Zoya di hadapan Agatha. Tatapan keduanya sejenak terkunci, dan penampilan Zoya yang sedikit berbeda membuat Agatha butuh waktu untuk mengenalinya.


"Zoya? Benar kamu?"


"Ehm, i-iya Agatha."


Pertemuan mereka canggung sekali, Agatha masih terus memandanginya. Perubahan bentuk tubuh Azoya semakin menjelaskan jika dia tengah memiliki balita, patah sudah keraguan Agatha tentang Fabian.


"Mustahil, bagaimana bisa? Kamu botox ya?"


Zico mengerutkan dahi, dia pikir Agatha akan bertanya hal serius tapi justru bertanya dan membahas hal itu. Zoya yang sejak dahulu memang apa adanya menjawab santai dan tidak balik bertanya maksud Agatha apa.

__ADS_1


"Tidak, aku menyusui anakku."


"Oh begitu ... tapi, bolehkah aku masuk? Ini apartement kakakku, seharusnya aku juga berhak ada di sini," ucapnya sengaja membesarkan volume suaranya agar wanita yang tadi mendengar suaranya.


Zico yang khawatir jika akan terjadi keributan masih terus berusaha menghubungi Zayyan agar segera datang. Pria itu memang benar-benar menyebalkan, meminta cepat bisa tapi kerap terjadi sebaliknya.


"Memang dasar lambat!! Kawin saja dia yang cepat," umpat Zico sebelum kemudian pria itu benar-benar datang dan menghampirinya dengan langkah cepat.


"Zoya mana?"


"Di dalam, kau lambat sekali."


"Aku bawa Bian, mana berani ngebut," ungkap Zayyan kemudian berlalu masuk, meninggalkan Zico begitu saja bahkan sengaja menutup pintunya.


Brak


"Zayyan tollol!! Aku tidak bisa masuk gilla!! Lagian pelit sekali, passcode pakai diganti," umpatnya sebal luar biasa kemudian menghubungi Zayyan berkali-kali.


Terserah, mau pria itu marah atau bagaimana dia tidak peduli. Yang kelas, saat ini dia juga ingin masuk dan ingin turut serta dalam pertemuan itu.


.


.


.


Agatha menatap Zoya tanpa berkedip, dia juga melihat ke arah Zayyan yang tengah memeluk Fabian di pangkuannya. "Kalian menikah tanpa restu Papa, tanpa restu Mama dan hubungan kalian menjijikkan ... sadar?"


"Jaga mulutmu, Agatha. Tidak ada yang menjijikkan dari hubungan suami istri yang sah di mata Tuhan."


Zoya bersedekap dada dan melontarkan jawaban yang membuat Zayyan terdiam sejenak. Baru saja dia hendak angkat bicara namun sudah dibahas lebih dulu oleh Zoya hingga membuat Agatha bungkam seketika.


"Tapi kamu sadar tidak? Kamu itu merebut Kak Zayyan dariku sejak dulu!!"


"Aku tidak merebutnya dari siapapun, kak Zayyan tetap menjadi kakakmu dengan atau tanpa adanya aku ... soal terima atau tidak, itu urusanmu, bukan urusanku," jawab Zoya terlihat santai, Agatha yang sudah menyiapkan amarah untuk memaki Zoya sejak tadi mendadak tidak terpikir lagi dan dia menoleh ke arah Zayyan, berharap pria itu akan menegur Zoya karena perkataannya sedikit menyakiti Agatha.

__ADS_1


"Masih tidak mengaku, jangan lupa bagaimana kamu ketika masuk dalam keluargaku, Azoya. Papa dan kak Zayyan simpati padamu sementara aku bahkan tidak mereka pedulikan lagi, rasanya lebih baik memang kamu mati menyusul mamamu yang boddoh itu."


"Kenapa harus aku, kamu saja, bukankah yang meninggal itu mamamu?" balas Zoya santai dan dia tidak akan sakit sekalipun Agatha akan menyerangnya dengan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan mama kandungnya.


"Kamu menghina mamaku? Kak, dia menghina mama kita." Agatha mengadu pada Zayyan yang bahkan mendengar dengan jelas pertikaian mereka yang mulai memanas itu.


"Kamu yang duluan!!"


"Zoya!! Kamu memang menyebalkan, awas saja!!" geram Agatha hendak mendaratkan telapak tangan di wajah Zoya.


"Agatha hentikan, hitungan ketiga kalian tidak duduk juga jangan harap bisa bicara besok pagi," ancam Zayyan kembali mengeluarkan jurus andalan seperti dulu ketika mereka bertengkar.


Zoya memalingkan wajahnya, sementara Agatha juga sama. Zayyan memijat pangkal hidungnya dan pria itu meminta asisten rumah tangannya untuk menjaga Fabian sesaat.


"Kalian sudah dewasa, Agatha terutama ... Zoya istriku, sopan sedikit."


Agatha sontak mendelik ketika diminta sopan oleh Zayyan pada Zoya yang bahkan lebih tua dirinya. Musuh bebuyutan sejak kecil tiba-tiba harus diperlakukan layaknya kakak ipar.


"Zoya juga, bersikaplah seperti Kakak yang baik untuk adik-adikmu ...."


Reaksi sama Zoya perlihatkan pada Zayyan, demi apapun dia sama sekali tidak memiliki pikiran untuk bersikap layaknya seorang Kakak, terutama untuk Agatha.


"Kalian tetap saudara, lupakan yang kemarin-kemarin dan aku tegaskan padamu, Agatha. Tidak ada pembedaan antara kalian berdua, semua sama dan kasih sayang untukmu tidak berubah sekalipun Zoya sudah jadi istriku," jelas Zayyan lembut sekali, hal semacam ini sudah sangat biasa dia lakukan usai pertengkaran antara Agatha dan Zoya di masa kecilnya.


"Hoaaah akhirnya bisa masuk, kombinasi passcode mu sulit sekali."


Di saat suasana sedang tegang-tegangnya Zico yang berhasil masuk kini duduk di samping Zayyan dan melihat kedua adiknya sudah saling membuang muka. Benar saja tebakan Zico, keduanya bertengkar dan sudah dapat dipastikan mereka disemprot Zayyan secara bersamaan.


"Kalian berdua kenapa? Terharu lama tidak bertemu atau bagaimana?" tanya Zico mengundang kemarahan keduanya hingga Zoya memilih masuk kamar setelah diperlakukan seakan anak kecil oleh Zico.


"Kita pulang."


"Hah? Aku maksudmu?"


Baru saja berhasil masuk setelah mencoba menerka passcode baru apartement Zayyan selama itu, Agatha tiba-tiba memintanya pulang dan itu tidak terbantahkan sama sekali.

__ADS_1


"Dasar adik stres!!"


- To Be Continue -


__ADS_2