
"Dia menikah lagi," ucap Zayyan terlihat sesantai itu sementara Zoya sontak menganga. Rasa kantuk wanita itu hilang begitu saja ketika mendengar kata-kata menikah lagi.
"Kakak bercanda? Bukannya dia ...."
"Soleh maksudmu?" Zayyan terkekeh, pria itu sudah menduga reaksi istrinya ketika mendengar jika Amran yang terkenal soleh dan memiliki ilmu agama tinggi melakukan hal semacam itu akan begini.
"Iya ... tapi, bukan hanya itu saja ... Mas Amran sepertinya setia," ungkap Zoya benar-benar merasa terkejut dengan gosip yang Zayyan bawakan hari ini.
"Jadi maksud kamu kalau suami yang punya dua istri itu bisa dipastikan karena tidak setia." Zayyan menatap sekilas Zoya seakan mengingatkan wanita itu bahwa dia juga pernah menduakan pernikahan meski dia sudah memilih setia dan memantapkan hati pada satu wanita.
"Bukan juga, tapi tidak menyangka saja apalagi terakhir ketemu hubungannya sama Mbak Citra baik-baik saja," ucap Zoya, dia sangat menyayangkan keadaan ini.
Di mata Zoya, Amran adalah suami yang sangat-sangat menghargai istri. Rasanya tidak mungkin sekali seseorang yang selembut itu bisa menikah lagi. "Ya begitulah, kita tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasa ... apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka, mungkin terlihat baik-baik saja tapi ternyata jalan tengah itu harus Amran pilih ketika Citra yang meminta menikah lagi," ungkap Zayyan kemudian seakan mengingatkan mereka pada kejadian beberapa waktu lalu.
"Kenapa bisa? Memang apa kurangnya? Mereka terlihat sangat baik-baik saja."
Jika di kasusnya dahulu, mungkin saja pernikahan kedua tidak dapat terelakan lantaran Zayyan dan Zoya menikah secara diam-diam lalu kemudian muncul tekanan Alexander untuk memaksa Zayyan menikah lagi.
__ADS_1
"Kesehatan Citra menurun akhir-akhir ini dan dia meminta Amran menikah sebelum sebelum semuanya terlambat," ucap Zayyan yang membuat batin Zoya rasanya terkoyak.
Dia pernah berada di posisi itu, mengutamakan kebahagiaan orang lain tanpa melihat seberapa tersiksa dirinya. "Aku bingung kenapa wanita banyak sekali yang bodoh ... padahal kematiannya belum tentu datang lebih cepat."
"Dikasih suami setia minta dimadu aneh kalian," ucap Zayyan sarkas dan itu membuat Zoya mencebik kesal pada akhirnya. Tampaknya alasan pria itu bercerita bukan hanya sekedar membagikan duka keluarga Amran. Akan tetapi, dia hanya ingin mempertegas jika Zoya bodoh. Itu saja.
"Ya semua wanita memang bodoh ... tapi tanpa mahluk bodoh itu tidak akan lahir laki-laki pintar dengan IQ di atas rata-rata seperti engkau ini Paduka."
"Berhenti menyebutku Paduka, Zoya." Zayyan sebal sekali, semenjak mereka benar-benar hidup satu atap bersama Agatha dan Zico sebutan Paduka benar-benar melekat dan itu bahkan berlaku hingga di kantor sekalipun.
.
.
.
Cukup banyak yang berubah di sini Zoya melangkah begitu pelan dengan Zayyan yang berada di depannya. Sayang sekali hari ini tidak secerah kemarin, gumpalan awan hitam begitu besar di atas sana. Zoya harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar mereka tidak basah kuyup di sini.
__ADS_1
Ketika tiba di tempat peristirahatan sang papa, Zoya menatap papan nama sang papa yang justru terlihat seperti pernah dibersihkan. Tidak hanya itu, kuburan di sampingnya juga terlihat seperti baru saja dikunjungi lantaran bunga yang mulai layu ada di sana.
"Apa benar dia mamaku," batin Zoya bertanya seraya menatap lekat makam di hadapannya.
Semilir angin membuat rambut Zayyan yang mulai panjang sedikit bergerak dan itu berhasil membuat bulu kuduk pria itu naik seketika. Ya, memang dia sedikit penakut jika sudah berhubungan dengan hal gaib.
"Sayang ... cepat, nanti hujan," bisik Zayyan yang sebenarnya takut jika terus berlama-lama di sini. Apalagi ketika awan hitam yang ada di atas sana benar-benar mengerikan di mata Zayyan.
"Shuut, bentar," bisik Zoya kemudian duduk dan mengusap batu nisan bertuliskan Agam Fajri yang ada di sana.
Keduanya sama-sama menabur bunga dan meletakkan rangkaian mawar merah di kedua makam tersebut. Zoya paham memang terlambat tapi dari lubuk hatinya yang paling dalam dia sudah mengakui jika nisan bertuliskan Naina itu adalah milik ibu kandungnya.
.
.
.
__ADS_1
- To Be Continue -