
Segala sesuatu yang diawali dengan niat baik biasanya akan selalu memberikan dampak positif ke depannya. Keputusan Widarman untuk turun tangan dalam meluruskan kesalahpahaman yang tidak mereka ketahui ternyata merupakan jalan untuk membuat kehidupan anak-anak sahabatnya akur dalam ikatan keluarga.
Meski memang tidak selamanya Dikta bisa menghabiskan waktu bersama Fabian mengingat mereka harus terpisah jarak lantaran pekerjaan. Akan tetapi, pria itu selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Fabian setiap akhir pekan.
"Kau tidak lelah, Dikta?" tanya Zayyan bingung sendiri lantaran kakak iparnya itu seakan tidak peduli waktu istirahat hanya demi Fabian Semata.
"Tidak, lagipula aku ke sini tidak jalan kaki." Ucapan Dikta memang tidak salah tapi sama sekali tidak benar juga, sungguh Zayyan merasa menyesal bertanya lantaran jawaban pria itu terlihat sekali tidak niat.
Zoya yang melihat interaksi keduanya hanya menatap mereka dari kejauhan dan dia sudah mewanti-wanti siapa tahu akan terjadi baku hantam beberapa saat lagi. Ini adalah kali pertama setelah satu bulan menerima Dikta sebagai kakak iparnya. Akan tetapi, respon yang didapat oleh Zayyan justru di luar dugaan dan hal itu semakin membuat Zayyan kesal luar biasa.
Sudah tertebak, seperti biasa dia akan memilih pergi meninggalkan mereka jika sudah merasa diabaikan. Sikap Zayyan yang memang persis anak kecil itu sudah menjadi hal biasa bagi Agatha maupun Zico hingga mereka sama sekali tidak merasa terusik dengan tingkah Zayyan.
"Sudah biarkan saja ... dari kecil memang sudah begitu dia, setelan pabrik," ucap Zico seraya bersandar di sofa dan menikmati keripik pisang dia dapatkan dari Regina, sang kekasih.
Jika biasanya Zayyan memilih berlalu ke kamar, lain halnya dengan kali ini. Dia memilih taman belakang sebagai tempat berlari dan menunggu Zoya menghampirinya. Selang beberapa lama Zoya benar-benar menghampiri pria itu tidak lupa membawakan segelas air dingin dengan harapan agar saya tidak panas setelah ini.
"Marah ya?" tanya Zoya kemudian duduk di sisi saya dengan memberikan air dingin itu.
"Tidak, sebal saja."
"Maaf, tapi biasanya kalau sudah kenal Dikta memang suka jawab begitu," jelas Zoya meminta pengertian agar Zayyan tidak membuat masalah kian rumit dan merasa dirinya tertekan.
"Oh ya, sudah lihat berita terbaru hari ini belum?" Tidak ingin Zayyan terlalu larut dalam kekesalan, Zoya secepat mungkin mengalihkan pembicaraan.
Pria itu menggeleng, Zayyan memang tidak peduli dengan media sejak lama karena menurutnya terlalu banyak hal yang kerap dibuat-buat padahal faktanya tidak demikian.
__ADS_1
"Rosa terancam pidana akibat video syurnya tersebar beberapa waktu lalu."
Zayyan menghela napas panjang sama sekali dia tidak peduli perihal itu sekalipun Rosa terjerat kasus pencurian atau yang lainnya juga terserah dia.
"Biarkan saja, Zoy ... memang tempatnya di sana," ungkap Zayyan kemudian menatap Zoya sesaat lalu kembali membuang pandangannya.
"Kakak masih membencinya?" tanya Zoya penasaran karena memang Zayyan benar-benar anti dengan apapun soal Rosa entah itu kabar baik atau buruk.
"Mungkin, aku tidak punya alasan untuk tidak membencinya ... Sekalipun dia tidak mengusik Kita sebenarnya." Bukan tidak mengusik sebenarnya, melainkan tidak berhasil karena memang Agatha menolak ketika Rosa datang dengan harapan bisa kembali masuk ke dalam hidup Zayyan beberapa waktu lalu.
"Maaf ya, dulu aku berpikir Rosa adalah wanita baik-baik yang memang memiliki nilai dan pantas untuk menjadi penamping hidup Kakak. Tapi ... ternyata aku salah," tutur Zoya penuh sesal dan baru hari ini menyadari betapa dirinya tidak berguna lantaran berani-beraninya membat Zayyan salah jalan.
"Lupakan ... itu hanya masa lalu dan mungkin saat itu kamu belum dewasa, tidak perlu dibahas lagi sekarang ... yang terpenting saat ini kehidupan kita sudah sangat sempurna, dan dengan adanya kamu serta Fabian sudah lebih dari cukup untukku," tutur Zayyan benar-benar tulus dan apa adanya.
Kehidupan sebenarnya memang telah tercipta sejak lama. Status Zoya sebagai istri dari Zayyan juga tidak hanya diketahui oleh orang-orang terdekat saja, melainkan di hadapan publik juga.
Agatha yang dulunya kerap merasa iri pada Zoya lantaran kasih sayang Zayyan lebih besar pada adik tirinya, kini akhirnya mengerti jika kasih sayang Zayyan yang dia terima sejak dari dahulu berbeda. Dia tetap akan menjadi adik saya dengan atau tanpa adanya Zoya.
Sementara Dikta juga turut merasakan ketenangan dalam batinnya lantaran senyum kebahagiaan dari seorang Zoya yang dahulu sempat dia cintai begitu jelas. Tidak bisa dia pungkiri hal itu adalah sesuatu yang patut dia syukuri sampai Akhir.
"Aku pernah mencintainya, tapi kesucian hati Zoya tidak dapat aku gapai dan dari mereka aku percaya bahwa cinta di atas keyakinan itu memang benar-benar ada."
"Kalian berdua sedang apa?"
Tidak ingin ketinggalan berita, Zico kemudian ikut bergabung dengan membawa serta Fabian. Entah apa yang membuat dua manusia ini sampai keluar dan membiarkan Fabian mandiri menggigit anggur plastik yang kerasnya luar biasa itu.
__ADS_1
"Ck, astaga pakai permisi kan bisa ... kenapa harus buat kaget!!"
"Permisi, gayamu, Aga_ Hah?!! Heh, cabull kamar mereka sudah pindah atau bagaimana? Bian, tutup matamu ... ingat kata-kata Uncle, jangan pernah ikuti papamu yang messum itu!!" ucap Zico baru sadar dengan apa yang dia lihat, cepat-cepat dia menutup mata Fabian dan hal itu membuat Agatha berdecih seketika.
"Cih, cabull teriak cabull ... lupa gimana kelakuan sendiri? Padahal lebih dari penyedot debu kalau sudah sama Regina yang mon-tok itu," jelas Agatha berharap sekali jika Zico tidak lupa diri.
.
.
.
- Tamat -
Hai-hai ... ini beneran tamat? Iya, tamat. Tidak bercanda dan memang ini sudah waktunya❤ Bukan karena apa-apa, tapi memang kisah mereka hanya sampai di sini. Terima kasih untuk yang masih mengikuti dan melewati ujian kesetiaan untuk Zayyan (BAB 31)
Di sebelah kenapa ga up, Thor? Belum saja, karena memang ada beberapa hal yang harus aku lakukan. Mohon pengertiannya, dan sebelum itu aku ingin meminta maaf kepada para pembaca apabila ada yang merasa tersinggung dengan balasan komenanku🙏 Percayalah, aku selalu menyesal beberapa menit setelahnya. Tapi, kalau besok-besok ada komen yang tabrakan dan memang aku lagi capek-capeknya ya aku ulangi lagi🤣😭 Maaf sekali lagi ya. Untuk sementara waktu, mampir dulu ke karya teman aku yang satu ini.
Judul : Nandhita
Author : Nia Sumania
Jangan ingin jadi aku, kalau menghadapi cobaanmu saja, kamu masih belum sanggup! Jangan iri dengan hidupku, jika kamu tidak bisa mensyukuri hidupmu! Kamu tidak pernah tahu bagaimana kerasnya kehidupanku. Tumbuh dalam keluarga yang berkekurangan, mengajariku arti berjuang dan berkorban untuk berkompetisi meraih mimpi. Aku hanyalah seorang Nanditha, bukan kamu yang hanya cukup berkata, lalu semuanya tersedia sekejap mata.”_
_Bagaimana Nanditha menjalani lika-liku kehidupan agar bisa mewujudkan mimpi masa kecilnya?_
__ADS_1