
Cerita Cinta...
Saat Kania berada di satu ruangan dengan Criztine, dia memberanikan diri untuk bertanya sesuatu yang saat ini membebani hidupnya.
"Bolehkah saya bertanya sesuatu nyonya?." Lirih Kania.
Criztine menatap Kania dengan rasa penasaran.
"Katakan saja..."ucap Criztine.
"Adakah wanita yang sangat Jimmy cintai sebelum aku datang?"
Criztine seketika terdiam dengan semua ucapan Kania...
Dia tak menyangka jika Kania akan menggali masa lalu kekasihnya hingga sedalam ini.
"Kenapa kamu bertanya tentang itu?." Tanya Criztine heran.
"Saya hanya ingin tau saja. tapi jika anda tidak ingin memberti tau saya, maka saya tidak akan memaksa." Kania menundukkan wajah, dia terlihat sangat kecewa dan malu.
"Bukannya aku tidak ingin memberi tau semua kebenaran itu, tapi aku sendiri tidak pernah tau tentang percintaan Jimmy. jadi maafkan aku..." Cristine mengusap tangan Kania.
"Saya hanya takut jika nanti dia bertemu wanita lain yang pernah membuat dia bahagia, lalu dia pergi meninggalkan diriku, tanpa perduli dengan perasaanku saat itu. aku tidak ingin kejadian yang pernah aku alami terulang kembali di hidupku ini." Jelas Kania, air mata yang tidak sanggup dia bendung akhirnya tumpah membasahi pipi.
"Whoever he loved in the past, all that does not change the fact that now he really loves you." Criztine mencoba meyakinkan hati Kania atas rasa cinta yang Jimmy berikan untuk dirinya.
"Terima kasih nyonya, anda telah menenangkan hati saya." Kania memeluk tubuh Criztine.
"Mulai saat ini aku meminta kamu untuk memanggilku dengan sebutan Criz atau sahabat, jangan panggil aku seperti itu lagi ya." Lirih Crzitine.
Kania mengangguk, dia merasa lega dengan menumpahkan segala keluh kesahnya kepada Criztine.
__ADS_1
selama hidupnya Kania tidak pernah menceritakan tentang masalah pribadinya kepada orang lain...
"Oh iya, aku penasaran dengan pertemuan kalian. maukah kamu menceritakan itu kepadaku...?" Criztine menatap mata Kania dengan penuh permohonan.
"Saya malu nyonya, eh Criz..." Kania membungkam mulutnya sendiri.
"Kamu lucu sekali....hahaha." Criztine tertawa melihat kelakuan Kania yang membuat dia tak dapat menahan tawa.
Kania terkejut melihat reaksi Criztine yang menurut dia sedikit berlebihan...
"Apakah tadi aku sedang melucu? kenapa dia tertawa lepas seperti itu?." Gumam Kania.
"Aduh, aku sampai tidak bisa menahan tawa. aku ingin ambil minum dulu ya..." Criztine beranjak pergi.
Criztine menuju dapur yang jaraknya tidak jauh dari tempat dia semula.
"Leo, kamu sedang apa?."
"Tadi aku ingin membuat kopi, tapi tidak sengaja airnya tumpah."
"Ceroboh sekali, sini biar aku bantu...." Criztine meraih tangan Leo.
perlahan Criztine meniup tangan Leo, hingga tanpa disadari Leo meneteskan air mata.
"Aku akan selalu mengingat kamu dan semua kebaikanmu Criz..." lirih Leo.
Criztine tersentak dengan ucapan Leo yang membuat dadanya sesak.
"Maksud kamu...?"
"Tidak! lupakan saja. oh iya, kamu sedang mencari apa?." Tanya Leo berusaha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku mau ambil minum..." Criztine pun membuka lemari es dengan meraih beberapa minuman dingin.
"Kamu minum ini setiap hari?." Tanya Leo dengan merebut minuman siap saji yang di beli Criztine untuk bahan persediaan.
"Kenapa kamu ambil? aku haus." Kesal Cristine.
"Kamu itu sedang hamil, jadi tolong kurangi konsumsi minuman kaleng seperti ini, ini tidak baik untuk kesehatan kamu dan janin di perut kamu itu." Jelas Leo dengan mengeluarkan semua minuman kesukaan Criztine.
"Tapi buktinya aku baik-baik saja!." Cetus Criztine.
"Kamu boleh minum ini, tapi jangan terlalu sering. karena semua minuman kaleng mengandung bahan pengawet, itu akan membahayakan anak kamu Criz." Jelas Leo dengan mengusap kepala Criztine.
"Baiklah, aku mengerti sekarang." Criztine terlihat sangat kecewa, dia pun hendak pergi dari tempat dia berdiri.
namun Leo menghalangi langkah Criztine dengan menyodorkan satu minuman kaleng untuknya...
"Untuk hari ini kamu boleh minum satu.." Leo menyodorkan minuman itu.
"Sungguh? akhirnya aku bisa mendapatkan minuman ini lagi, tapi bolehkan aku minta dua..."
"Tidak! kamu hanya boleh minum satu, titik." Tegas Leo.
"Bukan untuk aku, tapi untuk Kania..."
Leo tersenyum, dia pun memberikan minuman itu.
"Tapi kamu harus ingat jangan konsumsi ini setiap hari..."
"Siap pak Dokter...." ucap Criztine, dia pun melangkah pergi meninggalkan Leo yang masih mematung disana.
Melihat senyuman di bibir Criztine, membuat dia merasa sangat bahagia.
__ADS_1
dia pun menuju ruang dimana para sahabat sedang berkumpul.