HASRAT3

HASRAT3
Ep 27


__ADS_3

"Silahkan duduk..." Criztine mempersilahkan kedua sahabatnya.


Mereka pun duduk dengan memandang kagum isi rumah Criztine yang serba mewah.


"Criz, memangnya suami kamu dimana?." Tanya Vivian.


"Suamiku sedang sibuk di kantor, ada banyak hal yang harus dia kerjakan. kemungkinan dia akan pulang malam, memangnya kenapa?."


"Itu si Vivi takut ketemu sama suami kamu Criz...hahaha"Sambung Risa.


"Aku tidak takut, hanya saja aku takut jika suami kamu menghancurkan pertemuan kita..." Cetus Vivian.


"Kamu ada-ada saja Vi...." Criztine tersenyum sembari menggelengkan kepala.


"Oh iya Criz, tadi kami melihat seseorang yang sangat mirip dengan Ayah mertua kamu..." jelas Risa.


"Beberapa hari yang lalu suamiku sempat bertemu dengan beliau, tapi saat suamiku mengirim mata-mata untuk menyelidiki tentang dirinya, ternyata beliau sudah tidak tinggal di kamar 109 lagi. akan tetapi orang suruhan Suamiku masih mencari informasi di luar sana...." jelas Criztine.


"Aku punya seseorang yang sangat mengenal dia, dan dia adalah orangnya...." Risa menunjuk ke arah Vivian.


Tanpa pikir panjang Vivian menceritakan semua hal yang dia ketahui.

__ADS_1


"Apakah Tuan Farhan memiliki saudara kembar?." Tanya Criztine heran.


"Sepertinya tidak! karena selama yang aku tau, beliau adalah anak tunggal. memangnya semirip apa tuan Farhan dengan ayah mertua kamu itu?."


Criztine mengeluarkan ponselnya, lalu menyodorkan foto keluarga yang di simpan di ponsel...


"Ya ampun mereka benar-benar mirip tanpa ada sedikitpun perbedaan." Vivian berdecak atas semua persamaan yang mereka miliki.


"Aku takut jika nanti Mami bertemu dengan dirinya....tidak mudah bagi Mami untuk bangkit dari keterpurukan atas perginya Ayah. " Criztine terlihat khawatir dengan semua itu.


"Kita juga bingung harus berbuat apa Criz.. atau begini saja, ajak mami kamu untuk tinggal disini. biar kamu bisa menjaga Mami mertua kamu, bagaimana ideku mantap kan?." Vivian menyombongkan diri.


"Mana bisa seperti itu! Mami sudah menikah lagi dengan papa mertuaku, mana mungkin aku meminta mami untuk tinggal disini...." jelas Criztine.


"Dasar bodoh, jangan bertanya macam itu..." Risa berbisik pada Vivian.


"Biar saja Vivian tau yang sebenarnya, aku akan menceritakan semua dari awal kepada kalian..." Sambung Criztine.


"Jangan Criz!. kamu tidak boleh menceritakan kisah mereka, tidak baik bagi dirimu untuk mengatakan hal yang sangat rahasia itu. biar nanti aku yang kasih tau si bodoh ini...." Ucap Risa dengan merangkul Vivian.


"Baiklah kalau begitu! Oh iya, kalian minum dulu.."

__ADS_1


Mereka pun menenggak minuman yang sudah berada di hadapan mereka.


"Criz, sebentar lagi kamu akan melahirkan. pasti kamu sangat senang ya..." Risa menatap perut Criztine.


"Iya, sepertinya hanya menunggu beberapa minggu lagi untuk menyambut kelahiran anak kami. apakah kamu tidak ingin segera punya anak Ris?."


Seketika Risa bungkam dengan pertanyaan yang membuat dia seolah berhenti bernafas.


"Masih lama kali...toh mereka belum menikah, tanggal saja belum di tentukan." Sambung Vivian, dia tak melihat raut wajah Risa.


"Aku sebenarnya ingin segera menikah, tapi Leo masih harus menunggu waktu yang tepat untuk kami bisa menikah." Ucap Risa dengan menundukkan kepala.


"Kenapa harus menunggu waktu? kalian tinggal menentukan tanggal beres kan." ucap Criztine.


" Sepertinya akan sulit bagi kami untuk segera duduk di pelaminan." Lirih Risa.


"Kenapa?."


"Karena Leo belum memutuskan untuk pindah kesini, dia masih berat meninggalkan pekerjaannya. " Jelas Risa.


Ada raut kekecewaan yang terlihat jelas di mata Risa, namun Criztine mencoba untuk tidak menggali lebih dalam tentang masalah hubungan diantara mereka.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Ris, pasti akan ada jalan dimana nantinya kalian akan di persatukan oleh sang maha cinta..." Criztine mencoba meyakinkan Risa sekuat yang dia mampu.


__ADS_2