
"Sudah terlalu malam, segeralah tidur...." ucap Leo sembari menyeka rambut Risa yang berantakan.
"Aku masih ingin bersama denganmu." Manja Risa kepada sang tunangan tercinta.
"Kalau begitu mari kita duduk sebentar disini...."Leo menghempaskan diri di atas sofa.
"Kapan kamu pindah kesini? aku tidak mau terus berjauhan." Risa berharap jika Leo selalu berada di sampingnya, dia ingin hidup bersama mengarungi kehidupan.
"Atas dasar apa kamu memintaku untuk pindah?." Cetus Leo, dia pun mengeluarkan ponsel di saku celana.
"Atas dasar kamu tunanganku." Jawab Risa dengan tegas.
"Sepertinya aku tidak bisa memenuhi keinginanmu untuk bisa berada disini..."
Risa sangat kecewa dengan jawaban Leo...
"Kalau begitu terserah kamu saja..." Cetus Risa dengan berpaling wajah.
"Aku ini seorang dokter, aku punya tanggung jawab yang besar atas semua orang yang butuh bantuanku. jadi aku mohon kamu mengeri posisiku saat ini...bukannya aku tidak ingin bersama denganmu, hanya saja aku butuh waktu untuk bisa terus berada di sampingmu." Ucap Leo sembari meraih dagu Risa.
"Kamu marah?." Tanya Leo.
"Sudah tau aku marah, masih tanya." Kesal Risa dalam hati.
__ADS_1
"Risa, aku ada satu pertanyaan yang harus kamu jawab dengan jujur...."
Risa mengangguk, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Apakah kamu sanggup hidup bersama denganku, yang hanya seorang dokter saraf ini?."
"Aku tidak pernah keberatan dengan profesi kamu sebagai dokter! bahkan aku ingin sekali menjadi seorang dokter sepertimu, tapi ayah tidak mengijinkan aku untuk memilih apa yang jadi keinginanku. tapi ya sudahlah, mungkin takdirku harus seperti ini." Jelas Risa.
"Lalu apakah kamu bisa menerima aku dengan semua masa laluku?."
"Aku dan kamu itu sama, kita sama-sama terbuang dari orang yang kita cinta. kita adalah orang-orang yang kurang beruntung dalam segi percintaan, namun bersama dengan kamu, aku merasa menemukan kembali diriku yang sesungguhnya." Risa merebahkan diri dengan kepala yang bersandar di paha Leo.
"Kalau begitu maukah kamu menjadi istri dan juga ibu dari anak-anakku?."
Seketika Risa merasa terkejut dengan pernyataan Leo yang meminta dirinya untuk tinggal di hatinya.
"Kamu melamarku...?" Tanya Risa dengan menatap mata Leo penuh tanda tanya.
"Iya."
"A....aku bersedia." Lirih Risa.
Leo menatap wajah Risa, dia pun mencumbu mesra bibir Risa.
__ADS_1
saat Leo hendak bertindak lebih dalam, dia teringat jika dirinya belum pantas untuk menyentuh tubuh Risa...
Leo memilih untuk tidak melanjutkan aksinya sebelum dia di kendalikan hawa nafsu.
"Sudah malam kamu cepat pergi tidur, aku juga sangat lelah...." Leo bergegas dari tempat duduk.
"Kita sudah bertunangan kenapa kita tidak tidur dalam satu ruangan?." Ucap Risa.
Langkah Leo terhenti mendengar ucapan Risa yang membuat dirinya mematung...
"Walaupun kita sudah bertunangan, namun aku tidak ingin ada hal yang akan terjadi sebelum aku mengikat kamu dalam ikatan suci pernikahan. aku menghargai dirimu, jadi aku akan menjaga kehormatanmu!..sudah kamu masuk kamar gih, aku sudah sangat mengantuk." Jelas Leo.
Risa bergegas dari duduknya, dia pun memeluk Leo dengan air mata haru...
"Kenapa kamu menangis?." Tanya Leo heran.
"Aku hanya merasa terharu, aku bersyukur dapat memiliki dirimu...." Risa membenamkan wajah di dada bidang Leo.
"Mulai saat ini dan seterusnya, aku akan menjadi pelindung untuk kamu." Leo melepaskan pelukan Risa dengan berjongkok di hadapannya.
"Mari kita mulai semua dengan hal yang baik, karena hal yang baik akan datang saat kehidupan dapat kita landasi dengan kebaikan. jadilah wanitaku untuk yang terakhir kalinya...." Leo mencium tangan Risa.
"Aku akan berusaha menjaga hati untuk kamu, walau nantinya kita akan terpisah oleh jarak dan waktu. tapi aku akan senantiasa setia menunggu kedatanganmu sayang."
__ADS_1
Senyuman menghiasi malam, kebahagiaan yang berusaha mereka bangun dengan kesakitan yang pernah mereka rasakan....