
Farhan membawa Tasya keluar dari Cafe miliknya, namun siapa sangka jika seseorang suruhan Farhan tertangkap oleh Riko, bahkan Riko membawa bala tentara milik Ayahnya.
"Mas, tolong aku." Teriak Tasya.
"Jangan mendekat, atau istri kamu akan mati." ancam Farhan sembari mengeluarkan senjata api.
"Baiklah! kami tidak akan mendekat, tapi lepaskan istriku." Riko memberi sebuah kode tangan kepada seluruh anak buahnya untuk tidak bertindak.
"Jangan harap! aku tidak akan melepaskan mangsa yang sudah ada dalam genggaman. sekarang suruh mereka menjauh..." Kembali Farhan mengancam, ia mendorong Tasya untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Lepaskan...." Tasya berusaha memberontak.
"Diam....!" Bentak Farhan sembari mendorong Tasya masuk dalam mobil.
Melihat sang istri tengah berada dalam bahaya, Ia pun menyusun sebuah rencana, yang mana rencana itu melibatkan sebuah kedudukan.....
Riko tidak gentar dengan ancaman Farhan, akan tetapi ia lebih mementingkan keselamatan Tasya.
__ADS_1
"Kalian jangan bertindak gegabah! lebih baik kalian bawa Revaldi ke rumah sakit, biar dia aku yang urus." Jelas Riko. ia segera menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Tidak akan aku biarkan lelaki itu menyakiti kamu Sya, tunggu aku. pasti kamu akan segera bebas dari cengkraman lelaki itu.
Riko masih mengejar mobil yang membawa Tasya, kegelisahan terlihat jelas.
disaat ada peluang Riko segera melajukan kemudi dengan kecepatan tinggi, hingga kini mobil Riko berada tepat di depan mobil Farhan....
"Kenapa dia masih berani menghadang mobilku..." Kesal Farhan, ia pun turun dari mobil dengan membawa Tasya.
saat ini tangan Tasya di ikat kebelakang menggunakan sabuk, dan mulutnya di bungkam menggunakan lakban.
"Sekarang kita bicara baik-baik. apapun yang kamu minta pasti akan aku turuti, asalkan kamu melepaskan istriku." perlahan Riko mulai mendekat.
"Berhenti disana! jika selangkah saja kamu mendekat, maka akan ku pastikan jika dia tidak akan baik-baik saja."
Ancaman itu meruntuhkan kekokohan Riko, ia tidak bisa melihat istrinya tersakiti sedikitpun,
__ADS_1
hingga pada akhirnya Riko menghentikan langkah..
"Kenapa kamu berbuat seperti ini? apa kesalahan kami sehingga kamu berbuat senekat ini?." Ucap Riko heran.
"Hahaha, apa kalian tidak sadar atas apa yang kalian perbuat? bukan terhadap aku, melainkan dengan wajah ini." ucap Farhan.
"Apa maksud kamu?." Riko tidak dapat memahami apa yang dia ucapkan.
"Tentu saja kalian lupa! karena saat ini kalian sudah bahagia. tapi satu hal yang harus kalian ketahui, pemilik wajah ini sering kali kalian buat menangis. kebaikannya selalu kalian manfaatkan!...Rikardo mungkin bisa terlihat tegar di hadapan kalian, tapi di belakang, dia menangis kesakitan!... Kini saatnya aku membalaskan semua luka di dalam hatinya." Ucap Farhan lantang, tatapan mata Farhan mengisyaratkan sebuah dendam yang mendalam.
"Emmmt, emmmt...." Air mata Tasya tumpah.
mendengar semua penjelasan Farhan membuat dirinya merasa sangat bersalah.
"Kamu ingin berbicara sayang? silahkan aku ijinkan kamu untuk membela diri." Farhan membuka lakban.
"Sebenarnya kamu itu siapa?." Riko semakin tidak tahan melihat Tasya di perlakukan kasar oleh lelaki tersebut.
__ADS_1
"Aku adalah sahabat dari Suami lama wanita ini!...kedatanganku disini untuk membuat kalian merasakan apa yang sudah Rikardo derita selama ini, dan kamu adalah wanita yang tidak punya rasa berterima kasih terhadap lelaki yang sudah berjuang hidup dan mati demi kamu dan juga anak dari lelaki itu. tahukan kamu? Selama ini Rikardo menyembunyikan penyakitnya dari kalian semua, karena dia tidak mau jika kamu meneteskan air mata! dengan bodohnya, Rikardo menahan rasa sakit demi melindungi kamu dan juga dia." Emosi Farhan meluap,kini semua rahasia telah dia bongkar di hadapan mereka berdua.