HASRAT3

HASRAT3
Ep 54


__ADS_3

Percintaan antara Tasya dan Riko sudah mengalami banyak uji coba, bahkan ujian kembali menghampiri kehidupan baru mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga...


Semua rintangan silih berganti, mungkin semua yang terjadi akibat ulah mereka sendiri.


tindakan kelewat batas yang dulunya mereka lakukan kini berdampak buruk dalam kehidupan mereka....


Usia memang bukan batasan untuk mencinta, asalkan bisa saling menjaga batasan diri.


Pernikahan muda yang terjalin dalam kehidupan Tasya, membuat dia kehilangan masa-masa berharganya..


masa dimana seharusnya Dia merasakan banyak kebahagiaan, namun semua masa indah itu di hancurkan oleh lelaki yang saat ini menjadi suami ke-duanya.


Namun semua kepahitan yang di alami Tasya dapat dia lewati bersama dengan Rikardo....


Lelaki itu berjuang demi mengembalikan semangat hidup Tasya, bahkan dia rela untuk bertanggung jawab atas perbuatan orang lain.


kehadiran Rikardo bagaikan sinar dalam gelapnya kehidupan Tasya saat itu, sehingga perlahan Tasya mampu menjalani hidup dengan tenang.


Wajar jika saat ini Tasya terpuruk dengan perginya Rikardo, bahkan kerap kali dia merasa bersalah atas semua ketidak adilan yang dia lakukan...


Tidak dapat di pungkiri bahwa dia mencintai Rikardo dan begitu pula dengan Riko.


Tidak adil memang!

__ADS_1


tidak sepantasnya Tasya menyimpan rasa untuk lelaki lain saat dirinya sudah menjadi kepunyaan Rikardo, namun perasaan cinta Tasya terhadap Riko sangat mendalam, hingga sulit baginya untuk tidak mengingat semua kenangan masa lalu...


Cinta dalam diri Tasya perlahan menyakiti dirinya sendiri...


seiring dengan waktu, Rikardo di minta kembali pada sang pemilik, semua rasa bersalah semakin membayangi kehidupannya.


"Revaldi, kenapa kamu diluar?." Tanya Riko.


"Mami sedang istirahat di dalam. aku hanya ingin duduk disini sebentar....." ucap Revaldi.


Riko duduk di sebelah Revaldi, tatapan kosong membawanya pada lorong rumah sakit...


segala hal berkecamuk menjadi satu.


"Semua ini adalah karma atas perbuatan papa selama ini..." Lirih Riko.


"Semua hal ini tidak akan terjadi jika papa tidak kembali hadir dalam kehidupan mami kamu, bahkan Rikardo pergi atas kesalahan papa." Riko menangis meratapi semua yang terjadi, penyesalan atas kesakitan yang selalu dia berikan pada Tasya, membuat dirinya semakin tenggelam dalam penyesalan.


Revaldi menarik nafas panjang...


"Sudahlah! aku tidak ingin mendengar semua itu, sebaiknya Papa temani mami di dalam." ucap Revaldi dengan beranjak dari tempat semula.


"Kamu mau kemana?."

__ADS_1


"Saat ini aku harus menghubungi Criztine untuk memastikan keadaan dia dan juga April.." Revaldi berjalan menjauh, tanpa perduli dengan Riko yang ingin meluapkan isi hatinya.


Semakin aku tau semua kebenarannya, maka semakin aku kecewa dengan papa...


maafkan aku jika saat ini aku juga merasa bahwa semua ini adalah kesalahan papa.


Langkah kaki membawanya menuju parkiran dimana mobilnya terparkir disana...


"Re, bagaimana dengan mami kamu?." Tanya seorang yang berada si dalam mobilnya.


"Cukup tenang di bandingkan sebelumnya." Revaldi meraih rokok milik Joe.


"Kamu baik-baik saja?." Joe merasa ada sesuatu yang salah dengan Revaldi saat ini, karena tidak biasanya dia mau menyentuh barang tersebut...


"Hemmm...." Revaldi menyalakan rokok tanpa perduli dengan tatapan Joe saat itu.


"Re, aku tau saat ini kamu sedang tidak baik. kalau begitu biar aku antar kamu pulang..."


"Tidak! antar aku ke kantor polisi." cetus Revaldi dengan menghembuskan asap rokok.


"Untuk apa?."


"Tidak usah banyak bicara, sekarang antar aku kesana" ucap Revaldi meninggikan suara.

__ADS_1


Joe hanya mampu mematuhi semua perintah dari sahabatnya, karena saat ini mood Revaldi sedang tidak baik, jadi dia memilih untuk tidak banyak tanya.....


jika Revaldi sedang berada di zona seperti itu, maka akan berakibat buruk bagi diri Joe.


__ADS_2