HASRAT3

HASRAT3
Ep 38


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu, Tasya nampak sibuk mencari keberadaan lelaki yang dia kira adalah Rikardo, hingga dirinya tak lagi perduli dengan anak dan suaminya.


kesilauan atas diri seseorang yang sempat dia kenal membuat dia melupakan tanggung jawab sebagai seorang istri dan juga seorang ibu.


"Sayang, aku pulang." ucap Riko dengan berjalan menuju kamar mereka.


"Sayang..." ucap Riko kembali memanggil sang istri.


"Ayah mencari mami?" tiba-tiba April keluar dari kamarnya.


"Iya, dimana mami kamu nak?." Riko menghampiri April seraya mengusap kepala anak itu.


"Mami keluar sejak pagi tadi, sampai saat ini mami belum kembali..." ucap April polos.


"Kalau begitu kamu kembali istirahat, Ayah mau mandi dulu." Riko lelebarkan senyum.


"Baik Ayah..." April kembali ke dalam kamar.


"Sebenarnya apa yang tengah Tasya lekukan? kenapa beberapa hari ini dia sering kali keluar tanpa meminta ijin padaku." gumam Riko, dia pun membuka pintu kamar.


Tak lama setelah itu Riko membersihkan diri. lelah yang dia rasakan seusai kerja sudah sedikit berkurang dengan guyuran air pada tubuhnya...


Riko duduk di tepi ranjang dengan memandangi foto pernikahan dirinya dan juga Tasya.


"Aku sangat mencintai kamu Anatasya." Lirih Riko sembari menghempaskan diri di atas ranjang, Riko memejamkan mata.

__ADS_1


Tak berapa lama terdengar langkah kaki..


"Kamu sudah pulang mas?."


Riko segera bangkit dari tidurnya saat dia melihat Tasya berjalan mendekati dirinya.


"Darimana?." Cetus Riko.


"Dari rumah teman! memang kenapa?." ucap Tasya dengan nada datar.


Riko sudah merasakan ada perubahan dalam diri Tasya, akan tetapi dirinya tidak tau sesuatu hal yang membuat sang istri berubah seperti sekarang ini.


"Aku mau bicara sama kamu Sya..." Riko menatap tajam mata Tasya, dirinya mencoba mencari kebenaran yang tersembunyi dari mata Tasya.


"Jawaban macam apa itu? " Riko mengerutkan alis, nampak amarah mulai menjalar dalam dirinya.


"Tidak usah basa-basi cepat katakan...." cetus Tasya sembari menghempaskan tubuh di atas kasur.


Tatapan mata Riko semakin tajam, semua rasa kesal meluap menjadi satu hingga dirinya sudah berada dalam kendali amarah.


dengan sigap Riko mencumbu Tasya dengan luapan Hasrat yang membara.


Tasya berusaha memberontak, namun semua usahanya sia-sia.


dia hanya mampu mengimbangi semua perlakukan dari sang suami....

__ADS_1


kebrutalan Riko membuat Tasya teringat akan sebuah masa dimana Riko memperkosa dirinya.


ada rasa sakit dalam hati, akan tetapi dia bisa apa selain menuruti kemauan dari sang suami.


"Aku sangat mencintai kamu sayang..." bisik Riko dengan menyibakkan rambut Tasya.


Kemesraan yang Riko berikan hanya menambah rasa sakit yang kini dia rasakan.


"Sedari dulu kamu tidak bisa mengerti perasaanku, kamu selalu berbuat semau kamu..." Lirih Tasya dengan air mata yang mengalir.


"Apakah kamu pernah mengerti diriku...?"


Seketika itu hati Tasya bagai di tusuk belati tajam, serasa sesak di hatinya, entah mengapa dia merasa bersalah dengan semua tuntutan dia selama ini, namun dia tak pernah mengerti semua keinginan dari Riko...


Tasya menatap sendu wajah sang suami.


"Maaf..." Lirih Tasya dengan memeluk tubuh Riko.


"Tak apa...aku tidak menuntut kamu untuk mengerti diriku, hanya saja aku ingin kamu menerima diriku dengan apa adanya aku tanpa harus kamu membandingkan dengan lelaki yang pernah ada di sisi kamu."Riko memeluk erat tubuh Tasya.


"Tetaplah menjadi istri yang paling aku cintai, dan aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu!." Ucap Riko dengan penuh keyakinan.


Saat Riko memejamkan mata untuk meyakinkan hati, tiba-tiba Tasya mencium bibirnya dengan Hasrat yang menggebu.


Riko tak ingin kalah dalam ronde kedua, mereka melakukan keindahan malam dengan kemesraan yang tengah terjalin diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2