HASRAT3

HASRAT3
Ep 55


__ADS_3

Sesampainya di tempat tujuan, Revaldi segera turun dari mobil tanpa perduli dengan Joe yang masih berada di dalam mobil....


Semoga saja Revaldi tidak melakukan hal-hal buruk. kalau tidak dia hanya mencari musibah untuk dirinya sendiri.....


Joe segera menyusul Revaldi, ia berlari kecil....


"Re, tunggu."


"Kenapa kamu ikut?." Revaldi mengernyit kesal.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mencari masalah disini..." Ucap Joe.


Revaldi hanya terdiam, amarah dalam diri telah menguasai otak dan hatinya....


namun saat mereka hendak masuk, Revaldi melihat ada sosok lelaki yang tidak asing....

__ADS_1


"Tuan Arman...." Panggil Revaldi dari kejauhan.


Lelaki itu menoleh dan betapa terkejutnya saat ia mendapati lelaki itu benar adalah Arman...


langkah kaki semakin di percepat, rasa ketidak sabaran membaut Revaldi segera ingin tahu siapa sebenarnya lelaki yang mirip dengan ayahnya itu.


"Tuan Re...." Arman sedikit gugup melihat amarah dalam diri Revaldi.


Lebih baik aku tidak disini, kalau begitu aku pergi saja.


biarkan mereka selesaikan masalah ini.


"Katakan siapa lelaki itu?." Cetus Revaldi.


"Tenang dulu, mari kita bicarakan di luar. tidak baik membawa kamu ke dalam sana, sedangkan dirimu masih dalam kendali amarah." Jelas Arman sembari melangkah menuju parkiran mobil, dimana mereka akan lebih aman berbincang.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu tau tentang dia?." Ucap Arman.


" Sebenarnya permainan macam apa yang dia lakukan terhadap keluargaku? saat ini ke dua orang tua sangat tidak nyaman dengan hadirnya lelaki itu, sebenarnya apa maksud semua ini?."


" Sebenarnya Farhan adalah teman dari ayahmu begitu pula denganku. kami bersahabat sejak lama, hingga ada satu tragedi yang membuat Farhan begitu simpati dan perduli terhadap Ayahmu. sebuah kecelakaan yang di alami Farhan membuat ginjalnya rusak, dan saat itu tidak ada satu pun pendonor yang cocok untuknya, karena saat itu orang tua Farhan ada di disini dan dia harus segera mendapat pendonor, di saat itu aku dan ayahmu kebingungan mencari pendonor yang cocok. sehingga pada akhirnya Ayahmu meminta dokter untuk memeriksa kecocokan diantara mereka, dan benar saja, ginjal ayahmu cocok untuknya. akhirnya ayahmu menyelamatkan hidup Farhan."


"Lalu apa hubungannya dengan ke dua orang tuaku? kenapa dia begitu mirip dengan ayahku?." Pertanyaan Revaldi sengaja memojokkan Arman.


"Farhan sering kali bersama dengan ayahmu, dan disitulah Rikardo mencurahkan segala sesuatu dalam dirinya, tanpa Rikardo sadari Farhan tenggelam dalam kesakitan di hidup ayahmu. saat Farhan mengetahui bahwa Rikardo meninggal, dia pulang dari Eropa dan merubah wajahnya hanya untuk membayarkan dendam dari ayahmu." Jelas Arman.


" Apakah Farhan melakukan ini atas perintah dari ayah?." Revaldi semakin mendesak Arman.


" Tidak! Rikardo tidak pernah meminta Farhan untuk melakukan apapun, semua itu murni niatnya. aku sudah memperingatkan dia untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi ayahmu, tapi Farhan tidak mudah untuk di kasih tau. dan pada akhirnya tanpa sepengetahuanku dia merubah wajahnya hingga sedemikian mirip dengan Rikardo."


Revaldi bisa merasakan apa yang saat ini ayahnya rasakan dulu, kesakitan yang luar biasa mengundang simpati dari banyak orang. bahkan seorang sahabat rela merubah wajah hanya demi membalas segala perlakukan yang pernah Rikardo alami...

__ADS_1


walau Revaldi tau bahwa segala hal yang di lakukan Farhan adalah tidak benar, namun dia juga tidak bisa mengelak bahwa Ayahnya sudah terlalu sering tersakiti dengan semua ini.


"Terima kasih atas infonya, kalau begitu saya pulang dulu." Revaldi pergi dengan perasaan bercampur aduk, antara marah atau sedih.


__ADS_2