HASRAT3

HASRAT3
Ep 69


__ADS_3

Beberapa hari setelah Reuni. Tasya dan Riko kembali membuka cinta lama mereka.


Di kehidupan baru ini, Tasya merasa bahagia mendapat kehidupan baru di tambah kehadiran cucu pertama mereka, Dirham Arka Hendardi. Putra pertama dari Revaldi dan cucu pertama Riko.


Saat ini Tasya tengah menimang cucunya di halaman rumah Revaldi, ia sengaja datang pagi ini untuk melepas rindu pada cucu tampannya itu.


" Kelak kamu akan menjadi seorang pemimpin di keluarga Hendardi." Bisik Tasya di telinga cucunya.


" Mami..." Seseorang menyentuh pundaknya hingga membuatnya berbalik melihat seorang lelaki tersenyum di depan matanya.


" Kenapa kamu kemari, seharusnya kamu temani istri kamu di dalam." Ucap Tasya.


Revaldi memeluk ibundanya beserta bayi yang ada dalam gendongan ibunya....


" Terima kasih sudah menjadi seorang ibu dan nenek yang baik untuk kami.."


" Sudah sepantasnya Mami menyayangi kalian, tapi sepertinya sayang Mami lebih besar untuk Dirham dari pada untuk kamu."


" Hahaha....Mami bisa saja." Perlahan Revaldi meraih tubuh mungil putranya.


" Biar aku bawa Dirham jalan-jalan, Mami pulang saja dulu sebentar lagi Papa pulang.."


Tasya pun meninggalkan rumah Revaldi.


" Sayangnya Daddy masih belum bangun juga ya..." cubitan ringan di pipi Dirham.


Di saat Revaldi membawa putranya berkeliling taman, datanglah Leo membawa beberapa mainan untuk Dirham.


Tok tok tok...

__ADS_1


Leo mengetuk pintu dengan sangat keras karena dia tidak sabar melihat bocah menggemaskan itu.


" Revaldi....buka, gua datang bawa banyak hadiah." Teriak Leo.


Tak berapa lama Criztine membuka pintu..


" Aduh pak Dokter datang ya, mari masuk..."


" Kemana dia?" Melihat sekeliling mencari sosok Revaldi.


" Sepertinya sedang keluar. Tunggu disini sebentar biar aku ambilkan minum..." Dengan senyum di bibir Criztine berjalan menuju dapur, membuatkan secangkir teh jahe untuknya.


" Gerangan apa yang membuat kamu datang kemari?"


Leo mengeluarkan banyak mainan...


" Sengaja aku bawa ini semua karena aku tidak tau mainan mana yang Dirham sukai."


" Astaga Leo, kamu ini membeli banyak mainan sepeti ini untuk apa? kamu pikir anak ku bisa langsung memainkan semua mainan ini." Criztine meraih mainan mobil remot control dan beberapa mainan lainnya.


" Kan aku sudah bilang aku tidak tau mainan apa yang dia sukai, jadi aku beli semuanya saja." Ucap Leo dengan santai.


" Tapi terima kasih sudah repot membelikan semua ini." Senyum manis terukir jelas di bibirnya.


Wajah Leo memerah, untuk sekian lamanya dia tidak berhadapan langsung dengan Criztine, tentu saja ada rasa tidak biasa dalam pandangannya.


" Ngapain Lo kesini?" Cetus seorang lelaki yang baru saja masuk.


" Anu, itu, tadi di jalan ingat Dirham jadi aku beli mainan ini untuknya." Ucap Leo sembari mendekat melihat wajah manis bayi mungil itu.

__ADS_1


" Hahahaha....." Revaldi terbahak melihat banyaknya mainan yang di bawa Leo, tapi tidak satupun bisa di mainkan.


" Lo pikir anak gua bisa langsung main mobil-mobilan itu...hahaha."


" Sial Lo Re, bukannya berterima kasih malah ngetawain Gua." Kesal Leo dengan mengambil alih tubuh Dirham.


" Nak, jangan tumbuh menjadi seperti Daddy kamu itu, dia tidak tau terima kasih."


" Tentu saja sifat anak pasti mewarisi watak bapaknya." Seseorang masuk tanpa mengucap salam.


" Kalian?" Criztine terkejut saat mendapati Dimas menggandeng seorang anak kecil berusia tujuh tahun.


Ya, dia adalah Gilang anak dari Dimas dan Lily.


" Apa kabar sahabatku..." Dimas menjulurkan tangan kepada Revaldi.


" Baik, lama kita tidak jumpa sob, gua kangen sama kalian semua." Seger Revaldi menjabat tangan Dimas dengan satu tangan menepuk pundaknya. " Dia ini...?"


" Dia Gilang, Anakku. Kami baru sampai di sini dua hari lalu, saat hendak kesini Gea merasa tidak enak badan jadi kami menunda datang kesini." Jelas Dimas.


" Lalu dimana Gea?" Sambung Criztine.


" Dia tidak ikut. Maklum wanita hamil suka berubah moodnya."


" Hamil?" Ucap mereka serempak.


" Iya, sudah dua bulan ini."


" Hebat Lo sob, langsung hamil aja dia..." Dengan menggendong Dirham Leo menepuk pundak Dimas.

__ADS_1


" Aduh kalian ini bicara apa, tidak baik bicara di depan anak kecil." Criztine mengambil alih Dirham lalu membawa Gilang pergi dari tempat itu, karena dia tau jika ketiga sahabat menjadi satu pasti obrolan mereka sembrono.


__ADS_2