HASRAT3

HASRAT3
Ep 58


__ADS_3

"Sayang, kita duduk disana." Riko membawa sang istri menuju taman di sekitar rumah sakit. Tubuh Tasya saat ini masih terbilang lemah, sehingga dia hanya mampu duduk di kursi roda.


Dengan perlahan Riko mendorong kursi roda tersebut lalu berkeliking sekitar taman.


"Apa kamu lelah?." Mereka berhenti sejenak di kursi panjang bawah pohon.


"Tidak."


"Tasya, bolehkan aku bertanya satu hal?."


Tasya menatap mata Riko, disana Tasya melihat ada kalimat berat yang tertahan oleh Riko selama ini.


"Apa?."


"Apakah kamu masih mencintai aku?."


Deg....


Bagai di sayat belati tajam, terasa perih, sakit hati Tasya saat ini.


Kalimat itu sontak membuat Tasya terdiam.


"Aku hanya ingin kamu mengatakan sejujurnya. jika kamu merasa beban menikah dengan aku, maka demi bahagia kamu, aku akan melepaskan kamu dari derita ini." Lirih Riko seolah dia telah mendengarkan jawaban dari Tasya.

__ADS_1


"Kenapa kamu berkata seperti itu?." ucap Tasya. Tatapan tajam penuh arti membuat Riko tidak mampu memandang indah bola mata sang istri.


Keraguan atas cinta Tasya mulai membuat dia semakin ingin melepaskan belenggu derita antara keduanya.


Namun dalam hati Riko, sedikit pun ia tidak menginginkan perpisahan itu.


Akan tetapi saat dia melihat Tasya kembali dalam masa-masa derita seperti yang di alami di masa lalu dan masa sekarang, membuatnya mengecam keras dirinya sendiri.


Rasa bersalah semakin mengikat dia dalam derita yang selama ini Tasya alami.


" Aku memang hanya seorang lelaki bodoh. yang hanya mampu memberikan kamu semua beban dan derita. Semua itu terjadi karena kebodohan dalam diriku ini." Lirih Riko.


Tasya masih menatap tajam wajah suaminya tersebut.


" Jadi kamu ingin pergi lagi dari hidupku?."


Perlahan Riko memandang wajah Tasya, di lihatnya wajah pucat bercampur amarah di wajah istrinya tersebut.


" Aku hanya merasa menjadi derita untuk kamu. jika saja waktu dapat di putar kembali, maka aku tidak akan datang dalam kehidupan cinta kalian( Tasya, Rikardo). Dan jika saja aku tidak melakukan hal itu, maka Rikardo tidak akan terkena serangan jantung. Saat ini aku tersadar, bahwa tidak akan lelaki yang mampu mencintai kamu layaknya Rikardo. Aku juga sadar jika aku tidak mampu menjadi seperti dia." Riko meraih tangan Tasya.


" Dengan kamu pergi dari hidupku, apakah bisa mengembalikan Rikardo?." ucap Tasya.


"Tidak! jika kamu pergi lagi, maka kamu hanya akan menjadi sebuah derita abadi dalam hidup ini. Saat ini hal yang ingin aku dengar adalah kamu mencoba menguatkan aku atas semua kejadian ini. " Air mata Tasya mulai membasahi pipi.

__ADS_1


" Maafkan aku sayang." Riko menyeka air mata Tasya, pelukan hangat dia berikan untuk sang istri tercinta.


" Aku mohon jangan pergi lagi." Isak tangis Tasya mulai terdengar sedikit keras, sehingga membuat Revaldi mendengar isak tangis sang ibunda.


Tuhan, aku tidak bisa membiarkan mami mengalami semua penderitaan ini. Jika semua ini memang menjadi takdir mami, maka aku mohon buatlah mami menjadi seorang yang kuat. jangan biarkan mami merasakan kesedihan lagi, lagi, dan lagi.


Harapan serta Doa, selalu Revaldi panjatkan untuk kebahagiaan kedua orang tuanya.


Walau pun dalam diri Revaldi sendiri masih ada rasa tidak rela atas kepergian Rikardo.


Perlahan Revaldi mendekati kedua orang tuanya. " Mami."


Tasya melepaskan diri dari dekapan Riko, di lihatnya putra kesayangannya tersebut sudah berdiri tegap di sampingnya.


"Iya nak, ada apa?."


" Bolehkah aku mengatakan satu hal?."


Tasya dan Riko saling melempar pandang, mereka mengira bahwa Revaldi telah mendengarkan semua percakapan mereka.


"Nak, jika kamu mendengar pembicaraan kami, maka semua itu tidak benar. karena Papa sadar jika kami tetap bersama dan bersatu saling menjaga dan menguatkan, maka kami yakin bahwa kami akan bisa melewati semua rintangan ini. Entah di masa sekarang atau masa yang akan mendatang. Jadi jangan Risaukan kita nak." Jelas Riko.


" Iya Pa, Revaldi juga berharap kalian akan bersama selamanya hingga kalian bisa menimang banyak cucu dari anak-anak kalian ini." Tiba-tiba Revaldi memeluk kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2