HASRAT3

HASRAT3
Ep 68


__ADS_3

" Tasya, maaf. Kami tidak bermaksud membuat kamu sedih." Arsita mengusap pundak Tasya.


" Kami juga minta maaf..." Dito dan Andreas menggenggam tangan Tasya.


mereka bertiga tidak ingin, jika kesedihan Tasya kembali menyelimuti kehidupannya.


Kehilangan sosok seperti Rikardo memang sangatlah tidak mudah di lupakan.


Tapi Dunia lebih memilih Riko untuk menjadi pendampingnya.


Kepergian Rikardo bukanlah akhir dari segalanya, tapi semua itu adalah awal dari kehidupan Tasya beserta anak-anaknya.


Tidak ada kata kehilangan, karena sesungguhnya Rikardo tetap bersama dengan Tasya. Meski pun raganya tidak lagi bisa di sentuh, namun kenangannya selalu menemani.


" Tak apa! hanya saja, aku sedikit mengingat bagaimana Rikardo berjuang demi aku dan Anak ku pada masa itu...." Berusaha kuat menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya.


" Sudahlah! sekarang bahagia kamu adalah bersama Riko. Bukankah dulu kalian saling menutupi cinta kalian?." Dito menggoda Tasya. Bahunya sengaja menyenggol bahu Tasya, lalu kedipan mata Dito seolah bersorak gembira.


" Iya, ya. Kalau di ingat, sungguh kisah cinta mereka sukses buat kita terkejut." Sambung Arsita.


" Kalian membuat istri ku malu." Tiba-tiba Riko datang menghampiri mereka.


Senyuman indah, Riko berikan untuk wanita tercintanya.

__ADS_1


" Cie....Si abang mulai ngeluarin jurus semar mesem tuh." Ucap Andreas.


Gelak tawa mengiringi pertemuan mereka. Sesekali mereka mengorek hubungan Riko dan Tasya di masa lalu. Sehingga tidak ada pokok pembicaraan lain selain kisah cinta mereka berdua.


" Bang, kenapa Rena nggak ikut Reuni?."


" Dia lagi sibuk sama bisnisnya. Jadi dia tidak bisa hadir di sini..." Riko menggeser kursi di dekat Tasya. " Apakah kalian merindukan adik manja ku itu?."


" Tantu saja! Rena itu kadang nyebelin tapi juga ngangenin sih....hehe." ucap Dito.


" Siapa yang berani bilang kalau Gua nyebelin?."


Suara itu menggema di setiap sudut ruangan.


Lantang dalam bicara adalah salah satu ciri khas Rena.


" Baru saja. Tadi aku mampir rumah, tapi kalian sudah berangkat..." Jelas Rena sembari memberikan pelukan hangat kepada kakak iparnya.


" Lalu dimana anak dan suami kamu?." Sambung Riko. Dia melihat Rena hanya datang seorang diri.


" Suami ku mana mau ikut acara beginian, jadi mereka aku tinggal di rumah Reval." Jelas Rena.


" Kalian apa kabar? sudah lama kita tidak jumpa, dan kalian berubah menjadi Tua."

__ADS_1


" Biar pun Kita sudah Tua, tapi dalam bidang cinta, kita masih jagonya...." Andreas menyombongkan diri.


" Dasar tidak tau malu. Sudah beranak satu masih saja bicara soal cinta...." Riko mengetuk kepala Andreas.


" Sakit kali Bang...." Andreas mengusap kepalanya, karena ketukan Riko sedikit keras.


" Oh iya Ren, Aku kangen banget sama kamu...." Arsita menghampiri Rena lalu memberikan pelukan hangat.


" Aku juga kangen kalian, tapi aku lebih kangen sama Kaka ipar dan Kamu. Bagaimana kalau kita ke kantin, aku sangat rindu tempat itu...."


Arsita mengiyakan permintaan Rena....


" Bagaimana dengan kamu kak? kamu bisa ikut kami kan?."


Tasya memandang Riko dengan harapan suaminya itu mau mengijinkan dia.


" Pergilah, sayang. Tapi ingat! jangan makan makanan pedas..." Riko sangat khawatir dengan asam lambung yang Tasya derita.


" Iya mas. Aku janji...." Lirih Tasya. Sebelum pergi, Tasya tidak lupa mencium tangan suaminya.


Rena sangat bahagia melihat binar kebahagiaan di antara mereka berdua.


Setelah banyaknya rintangan dalam cinta kalian, pada akhirnya bahagia selalu mewarnai rumah tangga kalian.

__ADS_1


Seberapa jarak memisahkan, maka tidak akan pernah membuat kalian jauh.


Pengorbanannya(Rikardo) akhirnya berbuah manis...


__ADS_2