
Tibalah saatnya semua terungkap...
Suatu hari Tasya tengah asik berbincang bersama dengan Farhan di sebuah cafe milik keluarga Farhan....
senyum bahagia terlihat jelas dalam diri Tasya, keindahan yang saat ini dia lihat membuatnya buta akan semua kenyataan bahwa saat ini Rikardo sudah tiada.
namun muncul sebuah keyakinan dalam diri Tasya, bahwa lelaki yang ada bersamanya adalah benar suaminya...
di balik keyakinan Tasya, tersimpan rahasia besar dari lelaki itu.
tentunya sebuah niat jahat yang nantinya akan membuat semua orang terkena imbas dari balas dendam Farhan.
Tanpa Tasya sadari dirinya berada dalam genggaman bencana....
namun semua kesilauan wajah Farhan membuat dia lupa diri.
"Bersediakah kamu menikah dengan diriku...?"Farhan bersimpuh di hadapan Tasya dengan membawa bunga mawar putih kesukaannya.
Tasya terkejut dengan apa yang saat ini di lakukan oleh Farhan, entah dia harus menolak atau menerima.
sosok Farhan di mata Tasya adalah seorang lelaki yang baik, bijak, dan juga penyayang.
sama seperti Rikardo dulu.
aksi Farhan untuk mengelabuhi Tasya akhirnya berhasil, dia bisa tersenyum puas dengan pencapaiannya sejauh ini....
__ADS_1
Dendam pada diri Farhan membuatnya semakin ingin menghukum semua orang yang telah melukai hati Rikardo.
segala cara telah dia lakukan demi untuk membalaskan rasa sakit hati Rikardo selama ini, sehingga Farhan menjelma menjadi seorang seperti Rikardo.
semua itu dia lakukan karena menurutnya, kepahitan yang di alami Rikardo tidak sebanding dengan apa yang di alami Riko.
"Kamu diam? apakah itu artinya kamu menolak lamaranku...?" Farhan kembali menekan hati dan perasaan Tasya.
"Bukan begitu! aku hanya....."
"Hanya apa? bukankah kamu mencintai diriku? sekarang aku akan kembali mengambil kamu dari lelaki itu. aku adalah Rikardo, suami kamu!." Jelas Farhan sembari meraih tangan Tasya.
Terasa dingin telapak tangan Tasya saat ini, hatinya terasa gusar dengan semua hal yang secara tiba-tiba itu.
"Aku percaya, tapi aku butuh waktu untuk berpisah dengan dia, setelah itu aku akan bersama dengan kamu." Tasya memeluk Farhan.
Datanglah Revaldi dengan raut wajah mengerikan.
tatapan mata Revaldi menggambarkan sebuah petaka besar, langkah kakinya menandakan perang besar akan segera di mulai.
"Revaldi, kemarilah nak, beri salam pada Ayah." Tasya menyambut kedatangan Revaldi dengan senyuman hangat.
akan tetapi bukan balasan senyum yang Tasya terima, melainkan kemurkaan Revaldi.
"Dia bukan Ayah! dia hanyalah sampah yang mangaku sebagai diri Ayah." Cetus Revaldi.
__ADS_1
Plak...
tamparan keras tidak dapat di hindari.
"Minta maaf pada Ayahmu, sekarang!." Bentak Tasya.
"Mami menampar aku hanya demi lelaki ini? oke kalau begitu akan aku perlihatkan semua kebenarannya." Revaldi tersulut emosi sehingga dirinya tidak bisa basa-basi lebih lama lagi.
"Bukti apa yang kamu miliki nak, aku ini sungguh adalah Ayahmu." sambung Farhan dengan mendekati Revaldi.
"Jangan pernah menyebut dirimu sebagai Ayah. karena sesungguhnya kamu tidak layak untuk itu!." Revaldi semakin tidak terkendali, dia pun menunjukkan bukti nyata dengan rekaman suara yang ada pada ponselnya.
(Aku ingin membuat hancur keluarga mereka sehingga aku bisa membalas dendam dari Rikardo. sebenarnya aku tidak tertarik dengan wanita itu, namun aku ingin membuat dia gila atas kedatanganku. biarkan Rikardo tenang di alam sana). begitulah bunyi dari rekaman tersebut.
Tasya terdiam, air mata mengalir begitu saja.
semua itu menjadi bukti nyata bahwa selama ini dia telah di tipu oleh seseorang yang mengaku sebagai Rikardo.
"Siapa kamu? cepat katakan!." bentak Tasya dengan menunjuk pada wajah Farhan. semua amarah terluap menjadi satu.
"Turunkan jari telunjuk kamu, jangan berani meninggikan suara di depanku." Farhan tidak terima dengan semua yang Tasya lakukan.
"Jika kamu ingin tau semua tentang aku, maka dengan senang hati aku akan memperkenalkan diri ini...." Farhan meraih dagu Tasya sehingga kini wajahnya mendongak keatas.
"Jangan sentuh ibuku." Revaldi hendak mendekati Farhan, akan tetapi tiba-tiba punggungnya di pukul oleh seseorang.
__ADS_1
"Revaldi....." Tasya menjerit keras saat darah mengalir deras di kepala Anaknya.
"Bawa dia pergi dari sini...." Perintah Farhan pada seorang lelaki yang telah memukul Revaldi.