
Saat malam semakin larut Elena memikirkan cara untuk bisa segera kembali.
sedikit info yang dia dapatkan akan membuat Tuan muda Re senang.
saat Farhan terlelap, dirinya keluar dari kamar tersebut dengan meninggalkan nomor ponsel di atas kertas kecil...
Tanpa meminta imbalan apapun, Elena kembali turun lalu mencari keberadaan Joe.
"Woy...."
"Kamu membuatku terkejut." Ucap Elena dengan manyun.
"Lama sekali...." Joe melihat banyak tanda merah pada leher Elena, membuat dia terkikik geli. "Lelaki itu pasti memakan habis dirimu..." Bisik Joe sembari menggandeng lengan Elena.
Tidak terpikir oleh Elena dengan tanda yang di tinggal Farhan, dia mengeluarkan kaca kecil.
"Astaga, kenapa bisa sampai seperti ini..." Elena mencoba menutupi tanda tersebut.
Joe menggeleng kepala sembari melepaskan syal yang melingkar di lehernya.
"Pakai ini." Joe memakaikan syal itu.
Baru pertama kali dia melihat wanita bayaran seperti Elena ini, wajah manis serta jurus penggodanya tiada tanding, sehingga lelaki tingkat atas seperti Farhan terkecoh dengan bujuk rayunya....
kelihaian Elena sudah tidak di ragukan lagi. wanita bayaran itu mempunyai banyak misi berat dan hanya sekali dua kali godaan musuh pun tumbang.
tida perlu kekerasan untuk mengalahkan lawan mainnya, dengan sedikit senyum serta kedipan mata manja akan membuat para lelaki tunduk atas dirinya.
__ADS_1
"Antar aku bertamu dengan Tuan muda Re, ada hal yang ingin aku sampaikan kepadanya." Pinta Elena, langkah kaki mereka tertuju pada sebuah mobil mewah milik Joe.
"Besok saja, kamu istirahat dulu! Revaldi sudah menyiapkan tempat untuk kamu."
Bagi Elena tidak asing jika dirinya di berikan tempat sendiri untuk menutupi identitasnya sebagai wanita bayaran....
tak berapa lama tibalah mereka di sebuah villa mewah milik Revaldi, dengan sengaja Elena di tempatkan di tempat yang aman dari jangkauan Farhan beserta orang-orangnya.
"Aku istirahat dulu! terima kasih sudah mengantarku." ucap Elena tak bersemangat.
Elena tertidur pulas, hingga mentari terbit pun dirinya masih terkapar di atas kasur.
Tok tok...
"Siapa sih, menggangu saja!."Kesal Elena sembari bangkit dari tidurnya.
"Tu, tuan muda...." Elena terbelalak saat dirinya mendapati Revaldi yang telah berdiri tegap di depannya.
"Dasar pemalas! cepat bersihkan diri kamu. ada hal yang harus kita bicarakan." Cetus Revaldi sembari berbalik badan untuk melangkah pergi.
Tidak berapa lama Elena keluar dengan pakaian yang rapih.
"Siapa mereka?." Elena terkejut saat mendapati ada beberapa orang berkumpul.
"Tidak penting bagi kamu untuk mengetahui identitas kami. yang ingin kami dengar adalah kamu menjelaskan apa saja informasi yang kamu dapatkan dari lelaki itu." Cetus Seorang lelaki di samping Revaldi.
"Tunggu! wajah kalian sangat mirip. apakah kalian kembar?." Tanya Elena heran.
__ADS_1
Riko menggelengkan kepala melihat tingkah laku Elena, tak pernah terpikir dalam dirinya, bahwa akan ada wanita penggoda yang amat polos macam Elena, tatapan Riko tertuju pada bagian leher.
"Sepertinya Farhan sudah masuk dalam perangkap kita!." lirih Riko.
"Dia adalah Ayahku! jadi sekarang jelaskan semuanya." ucap Revaldi dengan lantang.
"Sabar sebentar Tuan Re, saya hanya ingin berkenalan dengan ayah anda." Elena mendekati Riko serta menjulurkan tangan.
Plak....
Tangan Elena di pukul oleh Revaldi dengan begitu keras.
"Jangan menggoda Ayahku, jika kamu masih bermain dengan kami, maka akan aku patahkan tulang rahangmu. supaya kamu tidak bisa menggoda orang lagi!." Kesal Revaldi.
"Aduh, jangan galak macam itu Tuan. Baiklah! aku akan menceritakan semuanya, asalkan ada tanda terima di telapak tangan ini." Elena mengedipkan mata mengisyaratkan sesuatu.
"Ini aku berikan sebagian untuk kamu." Revaldi menyodorkan begitu banyak uang.
"Nah begini kan enak." Elena meraih uang tersebut.
"Dia sempat bilang jika ada sesuatu hal di masa lalunya mengenai lelaki pemilik wajahnya. tapi saat aku menggali lebih dalam, dia mengalihkan pembicaraan." Jelas Elena dengan asik menghitung uang di tangannya.
Meraka saling melempar pandang, ada sebuah petunjuk untuk menyelidiki siapa Farhan yang sebenarnya.
Tanpa pikir panjang Revaldi membisikkan sesuatu pada Riko beserta dua orang yang tengah bersama dengannya...
Ada rencana apa lagi?
__ADS_1
mari simak selanjutnya😉