HASRAT3

HASRAT3
Ep 65


__ADS_3

Setelah beberapa bulan berlalu...


Kehidupan Tasya semakin membaik.


Di tambah dengan kehadiran cucu pertamanya. Semua kepedihan seolah sirna.


Riko juga selalu mendampingi Tasya setiap saat di sisa hidupnya.


Berjalan bersama menapaki bebatuan terjal dalam kehidupan....


Saling menggenggam tangan satu sama lain, bersama menyatu dalam menghadapi masa tersulit...


Semua kemewahan lenyap dalam seketika, namun dari semua cobaan itu, mereka mampu bangkit bersama.


" Ayah, cepatlah...." April berdiri di depan pintu kamar.


" Iya, sayang, tunggu sebentar." Tak berapa lama Riko keluar. " Kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah menggedor kamar Ayah?."


" Pagi? apakah Ayah sedang bermimpi? atau Ayah sengaja tidak mau mengantar ku ke tempat kakak?." April membuang muka.


Ia sangat kesal atas sikap Ayahnya tersebut.


" Astaga, kamu benar sayang. Ini sudah siang..." Riko membuka tirai di samping kamarnya.


Cahaya matahari masuk melalui sela-sela jendela.


Riko sedikit menutup matanya supaya terhindar dari silaunya sinar matahari.

__ADS_1


" Ayah kamu memang seperti itu! maklum, sekarang Ayah sudah tua..." Tasya datang dari arah dapur.


" Tua? Apakah benar kata Mami kamu itu nak?." Riko segera menyentuh wajahnya lalu berjalan masuk menuju kamar.


" Ah....kalian bohong. Wajah Ayah masih sangat muda kok..." Di depan cermin, Riko melihat wajahnya sembari menyentuh dahi memeriksa adakah kerutan di wajahnya.


" Bukan kami yang bohong. Tapi cermin itu yang membohongi Ayah...." Ucap April.


Dia menertawakan Riko dengan badan bersandar pada Maminya.


" Sayang...." Riko menatap mereka berdua. " Kalau begitu kalian juga harus ikut di bohongi seperti Ayah." Riko meraih tangan anak dan istrinya, lalu membawanya ke depan cermin.


" Sekarang kita impas..." Di peluklah tubuh anak dan istrinya.


" Curang sekali..." Maki Tasya.


" Biarkan saja! Siapa suruh kalian menertawakan Ayah...." Semakin lama hubungan antara mereka bertiga semakin harmonis.


" Mas, sudah. Jangan bercanda terus, kita harus segera ke rumah Revaldi..."


Perlahan Riko melepaskan dekapannya.


" Baik sayang." Senyum manis berhias di bibir indahnya.


" Cie...." April mengolok Kedua orang tuanya.


" Hey, kamu mengejek Ayah ya?." Riko menggelitik pinggang April.

__ADS_1


" Ayah, sudah, hentikan." April terus tertawa.


Sekarang di kehidupan ini, semoga tidak akan ada hal yang dapat merusak kebahagian kami.


Tasya melihat betapa bahagianya April ketika bercanda bersama Riko.


Walau pada dasarnya Riko bukanlah Ayah kandungnya, namun seiring waktu kedekatan mereka semakin dekat.


" Sayang kamu kenapa?." Riko menghampiri Tasya setelah puas menggelitik April.


" Aku hanya bahagia bisa kembali merasakan kebahagiaan bersama dengan kalian." Tasya bersandar di bahu suaminya.


Melihat kedua orang tuanya seperti itu, membuat April memutuskan untuk keluar dari kamar.


" Tasya....bahagia ku dari awal sampai akhir adalah bersama kamu. Ini cerita kita! sepanjang apa pun cerita kehidupan kita dulunya, tidak akan pernah bisa menghapus kenyataan bahwa pada akhirnya kamu akan kembali padaku." Ucap Riko sembari mengusap kepala Tasya.


" Aku sungguh bahagia." Dengan cepat, Tasya menenggelamkan wajahnya di dada Riko.


" Mulai sekarang dan seterusnya kita tidak akan terpisahkan. Kamu janji ya sayang...?."


Tasya menyeka air matanya lalu mendongak menatap wajah Riko dengan penuh kepercayaan.


" Aku berjanji."


" Ayah, Mami...." Teriak April dari kejauhan.


" Mas, April kenapa?." Tasya panik mendengar teriakan putrinya.

__ADS_1


" Kita kesana sayang...."


Mereka segera berlari menuju asal suara tersebut.


__ADS_2