
Tasya terdiam dalam rasa yang saat ini dia rasakan, tak ada sedikitpun hal yang dia pikirkan kecuali Rikardo.
saat ini dia terlupa akan statusnya sebagai istri Riko dan menantu Hendardi.
hanya tangisan yang dapat menemani, tanpa Tasya sadari ada seseorang yang duduk di sebelahnya...
"Aku minta maaf!"
Mendengar suara itu Tasya menoleh, betapa terkejutnya dia saat mendapati Riko yang sudah berada di sampingnya.
Tasya kembali membuang wajah, amarahnya masih menjadikan Riko bagai orang asing....
Tak dapat dengan mudah Tasya memaafkan Riko, kerena sudah terlalu sering dia merasa sakit atas sifat angkuh dan pemarah Riko.
"Sya, aku hanya ingin kamu menghargai diriku. aku ingin di pandang indah dalam matamu, aku sudah berjuang untuk menjadi seorang yang lembut dan bijaksana seperti Rikardo, namun aku tidak mampu menjadi seperti dia!." lirih Riko dengan meraih tangan Tasya, rasa bersalah menghampiri dirinya, air mata Tasya yang tumpah membuat dia semakin merasa bersalah....
Semua ucapan Riko hanya di anggapnya angin lalu, sering kali dia di buat sakit atas sifat tempramental Riko.
"Tasya, jangan diam seperti ini, aku minta maaf. sulit bagi diriku untuk menjadi diri orang lain, ku mohon beri aku kesempatan untuk bisa merubah diri ini." Ucap Riko meyakinkan sang istri.
"Terserah kamu...." Tasya beranjak dari duduknya, dia pun hendak melangkah pergi.
__ADS_1
tiba-tiba Riko meraih lengan Tasya...
"Untuk apa kamu menghentikan langkahku..." Cetus Tasya dengan menoleh ke arah Riko.
Tatapan mata Tasya membuat Riko semakin merasa bersalah.
banyak mata yang menatap mereka, semua berkasak-kusuk sesuka hati mereka.
Keluarga Riko adalah seorang yang ternama di negara itu, jadi setiap gerak-gerik mereka mengundang asumsi dari masyarakat setempat.
"Demi nama baik Ayah, maka aku akan ikut dengan kamu. aku tidak ingin nama baik keluargamu jadi tercoret hanya karena diriku." lirih Tasya.
"Kalau begitu kita pulang ya..." Senyum Riko mengembang.
Riko sadar saat ini senyuman yang di berikan padanya adalah sebuah kepalsuan belaka, namun dia tak ingin mempermasalahkan semua itu, dia memilih untuk tetap berpikir positif....
mereka pun berjalan menuju mobil.
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dengan penuh amarah.
"Kalian harus membayar semua hutang kalian!." Cetus lelaki yang berada tak jauh dari sana.
__ADS_1
kepalan tangan lelaki itu menggambarkan sebuah dendam yang teramat mendalam.
entah masalah apa yang dia miliki, intinya lelaki itu sangat membenci keluarga Riko.
"Permainan akan segera dimulai...." Lirih lelaki tersebut dengan meninggalkan tempat dia semula.
Disisi lain....
Tasya dan Riko masuk mobil, keheningan menyelimuti suasana.
Tatapan Tasya terfokus pada kaca mobil, pandangan yang entah jauh kemana...
semua pertemuan yang singkat dengan seorang lelaki yang dia anggap adalah Rikardo, di dalam hatinya dia sungguh tidak percaya bahwa yang dia temui adalah suaminya.
akan tetapi matanya sudah dengan sendiri melihat kenyataan bahwa lelaki itu memang mirip seperti suaminya dan dia yakin bahwa lelaki itu adalah Rikardo(suaminya).
"Kita jadi untuk belanja?" ucap Riko berusaha memecah keheningan.
"Tidak! aku ingin segera pulang." Cetus Tasya tanpa perduli dengan Riko.
Tentunya hati Riko sangat sakit dengan perlakuan Tasya terhadap dirinya.
__ADS_1
kediaman Tasya membuat dia sakit, namun dia sadar jika semua kediaman Tasya adalah perbuatannya...
walau tanpa Riko sadari semua kediaman Tasya tidak sepenuhnya salah dia, karena saat ini yang ada di dalam pikiran Tasya adalah lelaki itu.