HASRAT3

HASRAT3
Ep 26


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Leo kembali ke indonesia, dia tak dapat meninggalkan tugas yang dia emban selama ini..


"Aku akan menunggu kamu disini...." Lirih Risa dengan menatap foto Leo yang berada di ponselnya.


Tok tok....


Risa membuka pintu kamar dengan sesegera mungkin mengusap air matanya.


"Kenapa dengan mata kamu?." Tanya Vivian.


"Mau tau saja...." Cetus Risa.


"Jalan yuk, bosen di rumah terus..." Ajak Vivian dengan menggandeng lengan Risa.


"Boleh juga tuh..."


Mereka menuju pusat perbelanjaan, dikarenakan mereka memiliki hobi yang sama, jadi mereka memutuskan untuk berbelanja....


saat mereka tengah asih memilih baju, tiba-tiba Risa melihat seseorang yang dia kenal.


"Bukankah itu Ayah Revaldi, tapi bukankah dia sudah meninggal." Risa penasaran dengan apa yang dia lihat, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengambil gambar lelaki tersebut lalu dia kirimkan kepada Criztine.


Tak lama setelah itu Criztine membalas pesan dari Risa....


"Astaga, jadi mereka sudah tau..." Ucap Risa terkejut.


"Ada apa Ris..?" Vivian mendekati Risa.

__ADS_1


"Kamu lihat orang yang berada disana, dia bokap dari Revaldi..." Ucap Risa dengan menunjuk lelaki yang berada tidak jauh dari tempat mereka.


"Tuan Farhan maksud kamu?."


Risa memicingkan mata, dia tak menyangka jika Vivian mengenali lelaki itu...


"Kamu kenal dengan dia...?" Tanya Risa heran.


"Siapa sih yang tidak kenal beliau, seluruh negri pun tau jika beliau adalah orang terkaya kedua setelah keluarga tuan Presdir Hendardi. aku berkerja di perusahaannya..." Jelas Vivian.


"Kamu bekerja disana sejak kapan?."


"Sejak aku di bawa oleh pamanku untuk bekerja disana, dan taukah kamu? Tuan Farhan suka bermain perempuan. dia suka berganti pasangan, dia juga sangat angkuh dan kasar." Bisik Vivian.


"Masa sih?" Ucap Risa semakin penasaran.


"Apakah dia sudah miliki istri?" Tanya Risa.


"Sepertinya dia belum menikah, ada rumor yang mengatakan bahwa dia tidak suka dengan pernikahan." Jelas Vivian.


Mereka pun memutuskan untuk kembali ke dalam mobil.


"Sebenarnya dia itu berasal dari indo, namun dia sudah lama menetap disini."


"Apakah dia punya saudara kembar?" Risa semakin ingin menggali kebenaran yang ada.


"Kalau itu aku kurang tau. memangnya kenapa kamu bertanya sedetail itu tentang dia? jangan bilang kamu suka terhadapnya ya...." Vivian menggoda Risa dengan banyolan yang dia lontarkan.


"Enak saja, dia itu lebih pantas jadi bokap gua tau..." Cetus Risa, dia pun kembali fokus dengan ponselnya.

__ADS_1


"Kita ke rumah Criztine dulu yuk..." Ajak Risa.


"Aku tidak mau...!" Cetus Vivian.


"Kenapa?"


"Karena aku tidak mau bertemu dengan Tuan muda kejam itu. dia benar-benar mengesalkan..." ucap Vivian dengan nada yang kesal.


"Hahaha....kamu masih kesal karena kamu pernah di abaikan ya?." Risa tertawa terbahak mengingat betapa kesalnya Vivian saat dia di acuhkan oleh Revaldi.


"Kesel gua ama tu orang..."


"Kamu tenang saja, dia tidak ada di rumah kok..." ucap Risa.


"Kalau begitu mari kita meluncur ke istana kerajaan nyonya Criztine...."


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, hingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di rumah Criztine.


"Kalian cepat sekali..." ucap Criztine dengan menghampiri mereka yang masih berada di dalam mobil.


"Tau sendiri Vivian seperti apa,dia itu pecinta balap jadi ya seperti itu deh...." Ucap Risa yang baru saja keluar dari mobil.


"Astaga, ini rumah kamu Criz? sungguh indahnya...." Sambung Vivian, dia terpesona dengan kemewahan yang di suguhkan.


"Malu-maluin saja kamu ini, namanya istana ya bagus lah..." Risa menjitak kepala Vivian.


"Sakit ****..." Kesal Vivian.


"Sudah-sudah, kita masuk yuk..." Sambung Criztine dengan menggandeng lengan Risa.

__ADS_1


__ADS_2