HASRAT3

HASRAT3
Ep 33


__ADS_3

"Aku sudah melakukan itu, hanya saja mereka terlalu lambat untuk mencari informasi tentang lelaki itu..." Revaldi nampak frustasi dengan semua itu.


"Bagian mana yang ingin anda ketahui tuan?." Tanya Hans, sembari meraih secangkir kopi di hadapannya.


"Jangan terlalu formal jika sedang bersama denganku, cukup panggil aku seperti biasannya saja. kita sudah bersahabat sejak lama, jadi jangan tunjukkan etika palsu kamu itu...." Cetus Revaldi.


"Hehe...bukannya kamu tidak suka mencampurkan urusan pribadi sama kerjaan? lalu kenapa kamu melarangku memanggil kamu Tuan?...nanti di kira aku tidak patuh." Kesal Hans.


"Ini beda cerita bodoh..!" Revaldi menjitak Hans.


Hans hanya mampu terkikik geli melihat raut kekesalan di wajah Revaldi...


"Kamu mau tanya apa? mungkin aku bisa sedikit membantu..." Ucap Hans.


"Selama aku berada di EROPA, baru kali ini aku melihat dia. apakah dia sudah lama bergabung di perusahaan Opa?." ucap Revaldi heran.


"Beliau itu memang baru saja pindah kesini, entah dari mana dia berasal, yang pasti dia adalah anak dari sahabat Opa kamu." Jelas Hans.


"Sahabat Opa? kenapa aku tidak pernah tau!." Gumam Revaldi.


"Kata paman sih begitu, tapi aku tidak tau jelas tentang semua asal muasal lelaki itu...!" Jelas Hans.


Mereka banyak bercerita tentang masalah Farhan, hingga pada akhirnya Revaldi menerima pesan dari sang istri yang meminta dirinya untuk segera pulang,di karenakan saat ini Tasya sedang berada di rumah.


"Aku harus segera pulang, tolong tangani semua urusan kantor untuk hari ini..." Perintah Revaldi tanpa penolakan.

__ADS_1


Hans mengangguk, dia tak menyangka di balik sifat kejam dari seorang Revaldi, ternyata dia ada sisi lemahnya juga..


kelemahan Revaldi ada pada ibundanya beserta istri dan keluarga.


"Aku tidak menyangka, jika dia bisa begitu perduli dengan masalah keluarganya. walaupun dia adalah pemimpin yang disiplin, tapi kalau sudah menyangkut masalah keluarga, dia pasti lemah.!" Gumam Hans sembari duduk di meja kerjanya.


dia melanjutkan semua pekerjaan yang seharusnya di tangani langsung oleh Revaldi, akan tetapi Revaldi telah menitipkan tanggung jawab besar kepada dirinya. sehingga dia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.


Disisi lain...


Revaldi menuju kerumah tinggalnya.


di perjalanan dia di kejutkan oleh Risa yang tengah berdiri di persimpangan jalan.


Revaldi memilih melanjutkan perjalanan untuk pulang.


tak berapa lama Revaldi sampai di depan rumah, dia merasa aneh dengan keheningan di sekitaran rumah...


"Sepi sekali, bukankah tadi kata Criztine mami ada disini?... lalu kenapa terlihat sepi sekali?." Ucap Revaldi dengan melangkah kedalam rumah.


"Sayang, kamu dimana....?" seru Revaldi, nampak gelap semua ruangan.


entah apa yang terjadi hingga tidak ada satu pun orang yang menyambut kedatangannya.


"Kejutan...."

__ADS_1


Revaldi tidak menyangka jika ada sebuah kejutan untuk dirinya.


"Ada acara apa ini?. ucap Revaldi dengan mendekati Criztine.


"Selamat tuan CEO..." Tasya menjulurkan tangan pada putra tercinta.


"Selamat untuk apa mami? bukankah ulang tahunku masih beberapa bulan lagi." Revaldi semakin penasaran.


"Selamat atas kepemimpinan baru kamu nak..." Sambung Riko yang tiba-tiba berada di belakang Revaldi.


"Kalian menyiapkan ini hanya untuk itu? huh...." Revaldi menghempaskan tubuh di sofa.


"Apakah kamu tidak senang dengan ini mas? ini aku lho yang merencanakan." Cetus Criztine, dia sangat kecewa dengan Respon Revaldi yang seolah tidak menyukai kejutan dari dirinya.


"Jangan salah faham sayang, hanya saja aku merasa terbebani dengan tanggung jawab besar itu!...seharusnya yang menjadi kepala pimpinan itu Papa bukan aku. semua itu terkesan tidak adil bagi diriku. maaf ya sayang bukan berarti aku tidak menyukai semua ini, tapi aku lebih suka kalau acara ini di sebut hari kasih sayang antara kita semua...." Ucap Revaldi dengan menarik tangan Criztine hingga kini sang istri jatuh kedalam pangkuannya.


"Jangan seperti itu mas, aku malu." Wajah Criztine seketika memerah.


"Aduh, kenapa hanya yang muda yang boleh bercinta? kita juga bisa." Sambung Riko dengan memeluk tubuh Tasya.


"Astaga, kalian sangat serasi sekali..." ucap Revaldi dengan tujuan menggoda kedua orang tuanya.


Mereka tertawa dengan semua banyolan yang di lontarkan Revaldi.


bahagia yang mereka lewati bersama menjadikan sebuah keluarga yang utuh.

__ADS_1


__ADS_2