
Hans meraih lengan Risa, meski begitu Risa tetap tidak mau perduli dengan dirinya.
"Risa, dengarkan aku dulu...." Hans menarik lengan Risa, hingga saat ini tubuh Risa berada dalam pelukan Hans.
"Untuk apa kamu mengejarku? lepaskan aku atau aku akan berteriak." Ancam Risa.
"Tidakkah kamu ingin mendengar penjelasanku?....aku sangat merindukan dirimu!." Hans mengeratkan pelukannya, kenyamanan yang pernah hilang kini kembali dirasakan olehnya, walaupun dia merasakan ada hal yang berbeda pada Risa.
"Mungkin sudah terlambat bagiku untuk menerima maaf darimu, aku yang memutuskan untuk pergi. saat itu aku tidak menyadari bahwa cinta yang aku bawa pergi akan menyakiti diriku sendiri!. aku sempat kembali mencari keberadaan kamu, tapi apa daya diriku yang tak mampu menemukan adanya dirimu, tolong kembalilah padaku sayang!." Lirih Hans dengan penuh keyakinan.
"Kamu pikir dengan kata maaf dan permohonan kamu, aku akan bisa kembali menerima kamu berada di sisiku? maaf aku tidak akan pernah mengulang sejarah pahit dalam hidupku." Cetus Risa sembari mendorong tubuh Hans.
Sesak rasanya hati Hans mendengar semua pernyataan yang sangat membuat dirinya kesakitan, sejarah mungkin berulang. akan tetapi dia yang sudah memilih untuk pergi tidak akan pernah bisa menjadi seperti dulu lagi...
semua sudah berubah. dia memang masih orang yang sama, tapi hatinya sudah bukan milikmu lagi....
"Aku memang salah! saat itu aku terlalu egois, karena aku tidak suka sifat kecemburuan kamu yang terlalu berlebih. tapi aku baru sadar saat aku kehilangan kamu, jika semua yang kamu lakukan itu semata-mata karena kamu tidak ingin kehilangan diriku." Hans menunduk, dia merasa sangat bersalah atas apa yang dia perbuat di masa lalu.
__ADS_1
"Jika kamu tidak suka dengan sifatku, maka seharusnya kamu merubah diriku dengan semua kelebihan yang kamu miliki. bukan memilih pergi menjauh begitu saja....dan taukah kamu saat aku mencoba hidup tanpa dirimu?." Risa tak menyadari air matanya tumpah begitu saja, dia tak perduli dengan apa yang Hans pikirkan tentang dirinya.
intinya saat ini Risa meluapkan semua perasaan yang sudah lama dia pendam sendiri.
"Berat bagiku untuk bangkit dari semua bayangan tentang dirimu!." Risa semakin tak kuasa menahan amarah yang begitu dalam.
"Ris, aku sungguh minta maaf. bisakah aku memperbaiki semua kesalahanku dimasa lalu? ku mohon..." Hans bersimpuh di hadapan Risa.
"Aku memaafkan dirimu!...akan tetapi aku tidak dapat menerima dirimu kembali. kamu yang memutuskan untuk pergi, maka kamu juga harus menerima kenyataan bahwa aku bukan Risa yang kamu kenal dulu...."Jelas Risa.
"Aku sudah memiliki pengganti dirimu." Cetus Risa.
Deg...
Perasaan Hans hancur bagaikan debu yang tertiup angin.
"Siapa orangnya? aku tidak rela jika kamu bersama yang lain." Bentak Hans.
__ADS_1
"Siapapun orangnya, intinya dia adalah lelaki yang menyempurnakan kekurangan dalam diriku, dia yang merubah semua sifat lamaku, dia pula yang menolong diriku akan segala kekeliruan yang sempat aku lakukan...Dia adalah...."
"Cukup....Hentikan semua ucapan receh kamu untuk lelaki itu, taukah kamu bagaimana penderitaanku selama ini? aku bahkan sempat depresi dengan hilangnya kamu, dan sekarang saat aku menemukan kamu, ternyata hati kamu sudah berpindah." Hans seolah tak kuasa menahan semua Hasrat kepemilikan yang sudah berpindah tangan.
"Hans, ketahuilah sesakit apapun kamu saat ini, tidak sebanding dengan rasa sakitku waktu itu. kamu pergi hanya karena sifatku. taukah kamu kepergiaan dirimu adalah hukuman terberat bagi hidupku!...hingga pada akhirnya aku bertemu dengan lelaki yang membuat aku berharga dimatanya (Revaldi). setelah itu sedikit demi sedikit aku mulai melupakan dirimu. jadi aku mohon jangan usik ketenanganku...." Jelas Risa, dia pun hendak beranjak pergi.
"Apakah orang itu adalah Tuan Revaldi?."
Seketika langkah Risa terhenti, senyum di bibirnya mulai mengembang tipis....
"Iya, tapi itu dulu sebelum aku bertemu dengan tunanganku yang sekarang!." Cetus Risa tanpa perduli dengan perasaan Hans.
"Tunangan..." Hans terkejut dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.
"Siapa lelaki itu?" Lirih Hans.
"Siapapun dirinya kamu tidak berhak tau...." Cetus Risa dengan melangkah pergi meninggalkan Hans yang masih mematung.
__ADS_1