
Pertemuan....
Riko tidak ingin terlalu lama tenggelam dalam kelukaan masa lalu, dia pun segera mangajak Tasya untuk berbelanja di sebuah mall yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana.
"Sudahlah! kita jangan bahas masalah itu lagi, aku tidak ingin kembali merasa sakit." Lirih Tasya, raut wajahnya menggambarkan sebuah penderitaan yang sangat mendalam.
semua beban berat yang pernah dia alami, kembali hadir dalam hidupnya...
secara tidak langsung Riko telah membuka semua luka yang sempat dia tutup rapat di dalam hati.
namun dengan semua ucapan Riko kali ini Tasya merasakan sakit untuk yang kesekian kali.
saat itu pula Tasya kembali mengingat Rikardo, tidak dapat dia pungkiri, bahwa sampai saat ini dirinya belum bisa menghilangkan bayang-bayang dari lelaki yang dia sebut sebagai pelindung.
Tasya tidak dapat menahan rasa kerinduan terhadap lelaki yang selama ini senantiasa melindungi dan mencintai dirinya.
Walau kini dirinya di persatukan oleh cinta masa lalunya, akan tetapi dia merasa semakin tersakiti dengan semua ini.
__ADS_1
Tasya merasa di permainkan oleh Takdir. dirinya hanya mampu mengikuti arahan dari sang maha Tau, setiap detik dalam hidupnya, tidak pernah sekalipun dia merasa tenang, karena semua yang dia dapatkan saat ini adalah hasil dari pengorbanan Rikardo. semua hal yang berkaitan dengan kebahagiaan Tasya, adalah karena Rikardo.
"Kalau begitu kita langsung berangkat saja!." Ucap Riko sembari menjulurkan tangan untuk membantu sang istri berdiri dari duduknya.
"Terima kasih..." Lirih Tasya, mereka pergi menuju pusat perbelanjaan.
saat di dalam mobil keduanya bungkam, terasa canggung. suasana hening mengiringi kepergian mereka...
suasana hati Riko semakin tidak menentu, ingin sekali dia mendapatkan cinta Tasya sepenuhnya, akan tetapi dia sadar, bahwa selama ini dia sudah terlalu banyak menyiakan cinta tulus dari Tasya...
bahkan Riko memperlakukan Tasya bagai budak nafsu, kekeliruannya sering kali mengikat lara di dalam langkah kehidupannya.
Namun Riko tidak mendapatkan jawaban, dia melirik Tasya, ternyata saat ini Tasya tengah tenggelam dalam lamunan.
beberapa kali dia memanggilnya, akan tetapi semua itu sia-sia.
hingga pada akhirnya Riko kesal, dia pun tiba-tiba memijak Rem mobil secara mendadak.
__ADS_1
"Astaga, hati-hati dong mas! kamu hampir membuatku mati sia-sia." Kesal Tasya dengan melayangkan raut wajah penuh amarah.
"Tapi kediaman kamu sudah membuatku marah, kenapa kamu diam?." Bentak Riko yang sudah tidak dapat mengendalikan diri.
Tasya terkejut dengan sifat Riko, selama beberapa bulan dia menikah, baru kali ini Riko membentak dirinya setelah sekian lama.
"Kamu memang tidak bisa seperti Rikardo, dia selalu lembut dan tidak pernah kasar terhadapku!...tapi kenapa kamu kasar hanya karena aku tidak mendengarkan ucapanmu?." ucap Tasya.
"Arggggh....lagi-lagi kamu bandingkan aku dengan dia. Tasya, sadarlah aku adalah aku dan dia adalah dia, kenapa kamu selalu membuatku marah? jika kamu tidak bisa melupakan dia, setidaknya jangan pernah bandingkan aku dengannya, mengerti!." Riko menatap tajam mata Tasya dengan semua amarahnya.
Tanpa pikir panjang Tasya pun keluar dari mobil, dia berlari dengan air mata yang membasahi pipi, tanpa perduli dengan semua mata yang menatap dirinya. saat ini hati Tasya sangat merasa sakit, rasa kehilangan lelaki yang sepenuhnya bisa mengerti dia, kini kembali menyiksa batin...
penyesalan atas kehilangan cinta suci, walau dia baru menyadari bahwa seseorang yang sangat berarti adalah dia(Rikardo), walaupun dulu Tasya sempat membagi hati dan cinta untuk orang lain, tapi Rikardo selalu menerima semua itu dengan lapang dada,
tanpa ada keluhan maupun tuntutan.
Bruk.....
__ADS_1
Tasya terjatuh saat dirinya menabrak seseorang yang berada si depannya...
"Kamu punya mata untuk apa....?' Cetus seseorang yang berada di hadapannya.