
"Maafkan saya tuan, saya terlalu ceroboh." Lirih Tasya sembari bangkit dari jatuhnya, akan tetapi saat dia melihat sang lelaki, dirinya di kejutkan dengan wajah yang selama ini dia rindukan.
"Rikardo...." Ucap Tasya dengan memeluk tubuh lelaki itu.
"Aku yakin kamu akan ada di saat aku butuh kamu, aku sangat merindukan kamu,suamiku!." Tasya memeluk erat lelaki itu dengan air mata kerinduan.
Tanpa ada respon sedikitpun dari sang lelaki tersebut, senyuman yang tipis melebar di bibirnya, saat itu pula Farhan segera mendorong tubuh Tasya hingga di kembali terjatuh. entah apa yang saat ini ada di pikiran Farhan...
"Apa lagi ini? beberapa hari lalu ada seorang bocah yang memanggilku sebagai Ayah, dan sekarang kamu bilang aku adalah suamimu. dasar kalian manusia aneh..." Cetus Farhan, dia pun menatap Tasya yang menangis tanpa ada belas kasihan sedikitpun.
bagi dirinya tidak ada seorang wanita yang dapat dengan tulus mencintai lelaki, karena dalam kehidupan Farhan, dia tidak percaya akan adanya Cinta.
Farhan memilih untuk tidak percaya cinta, dia memilih untuk menjadikan wanita sebagai alat untuk bersenang-senang semata...
kehidupan kelam dari seseorang membuat dia enggan untuk mencintai.
__ADS_1
ada sebuah kisah di dalam hidupnya yang membuat dirinya menjadi seorang lelaki yang tidak mempunyai hati, kerap kali dia berganti wanita, pernah pula dia menjanjikan hal indah pada satu orang wanita akan tetapi saat wanita itu tenggelam dalam janjinya, dia pun pergi begitu saja tanpa perduli akan perasaan dari wanita tersebut.
hingga pada akhirnya sang wanita memilih untuk mengakhiri hidup...
Farhan tidak percaya dengan cinta maupun pernikahan.
kebenciannya terhadap cinta membuat dia menjadi lelaki yang kejam, angkuh, dan tidak berperikemanusiaan.
tanpa ampun dirinya mempermainkan semua wanita yang mendekati dirinya, dia akan meninggalkan wanita tersebut saat dia sudah bisa meniduri wanita-wanita itu.
semua wanita tetap tidak perduli dengan semua itu.
kekayaan yang di miliki Farhan membuat mereka lupa akan harga diri, banyak yang terjerumus dalam janji-janji palsu Farhan.
"Kamu adalah suamiku, aku merindukan kamu. tolong maafkan diriku yang sudah menyakiti kamu." Tasya kembali bangkit lalu meraih lengan Farhan.
__ADS_1
"Lepaskan tangan kamu dari tubuh saya, jangan kotori lengan saya dengan tangan kamu itu." cetus Farhan sembari berbalik badan. dia pun melepaskan genggaman erat di lengannya.
"Jangan seperti ini, aku sangat merindukan kamu.." Tasya sempat meminta belas kasihan dari Farhan, akan tetapi dia bukan seorang yang lemah macam Rikardo.
"Dasar wanita gila...!" Farhan tidak perduli dengan semua yang Tasya lakukan.
dia memilih untuk kembali berjalan tanpa menghiraukan tangisan Tasya.
Tasya sempat berlari untuk mengejarnya, namun langkah Tasya terhalang dengan banyaknya orang di sekitar sana yang membuat Tasya kesulitan untuk menemukan Farhan.
"Mas Rikardo kamu dimana? aku sangat merindukan hadirmu..." lirih Tasya.
saat dia tak lagi menemukan lelaki itu, dia pun duduk di sebuah kursi panjang.
"Semua janjimu ternyata kamu tepati mas! dulu kamu selalu bilang, jika suatu hari aku membutuhkan bahumu, maka kamu akan datang. walaupun kamu datang hanya sekejap mata, namun aku sudah bahagia. aku akan mencari keberadaanmu mas sehingga kita bisa bersama seperti dulu lagi...." Gumam Tasya, matanya menatap jauh entah kemana.
__ADS_1
ada rasa yang sulit dia jelaskan, ada rindu yang sangat menggebu.