HASRAT3

HASRAT3
Ep 63


__ADS_3

Tanah kelahiran.


Setelah melalui beberapa diskusi, keluarga Riko memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


Kecuali ibu tiri Riko yang memilih untuk pergi dari keluarga mereka lalu mencari kehidupan baru.


Namun sebelum itu seorang kepercayaan Hendardi mendatangi kediaman mereka lalu membacakan isi surat wasiat dari almarhum Hendardi, dan hasil dari wasiat tersebut adalah pembagian harta untuk anak dan istrinya.


Dimana sang istri mendapatkan seper-empat harta Hendardi, lalu selebihnya milik anak dan cucunya.


ada dua perusahaan yang berada di Indonesia dan jatuh ke tangan Riko dan Rena.


Saat ini Riko mengambil alih kepemimpinan Hendardi lalu menyerahkan semua tanggung jawab kepada Revaldi.


Sedangkan Perusahaan milik Rena di serahkan pada Revaldi untuk di kelola karena saat ini Rena dan suaminya sukses menjalani bisnis mereka di Belanda.


Bukan tidak mau menerima, melainkan ia ingin keluarga abangnya kembali meraih kesuksesan dan kembali membawa nama baik keluarga Hendardi.

__ADS_1


" Tidak ku sangka akhirnya kita kembali ke Indonesia lagi mas." Ujar Criztine sembari menggendong sang buah hati.


" Ini adalah tempat kita untuk kembali, dan sekarang mari kita jalani hidup baru dengan keluarga baru." Ucap Revaldi sembari merangkul istri dan anak dalam gendongan istrinya tersebut.


" Maafkan Mami, semua ini karena mami terlalu berharap Ayah kamu masih hidup, tapi mami buta akan hal yang nyata di dunia ini. sungguh maafkan Mami..." Tasya merasa sangat bersalah atas semua kejadian itu.


" Mami." Revaldi menepuk pundak ibundanya. " Semua ini sudah menjadi jalan hidup kita, biarlah semua kejadian buruk menjadi perjalan kita menuju masa depan yang bahagia. Hidup akan bahagia meski tidak bergelimang harta, karena bahagia tidak bisa di ukur dengan harta. Bahagia itu saat kita mampu menjalani hidup bersama saat suka maupun duka, jadi saat ini kita harus bersatu dalam duka lalu bersatu membangun bahagia." Revaldi menggenggam erat tangan Tasya lalu tersenyum penuh semangat baru.


" Benar, apa kata Revaldi, saat ini hal berharga dalam hidup adalah keluarga bukan harta, tahta, atau yang lainnya. Kita akan menjalani kehidupan baru bersama anggota baru kita ini." usapan lembut pada kepala cucu pertamanya.


" Mami, itu taxi kita, mari April bantu bawa." April meraih koper kecil di tangan ibundanya.


" Terima kasih nak." Tasya mengusap kepala April.


" Sayang, kita pulang ke rumah kita dan biarkan Revaldi kembali ke rumahnya." Ucap Riko sembari duduk di bangku belakang mobil bersama dengan Tasya dan juga April.


" Ayah, aku ingin meminta satu permintaan, boleh ?." tiba-tiba April menatap wajah Riko.

__ADS_1


" Apa sayang?."


" April ingin sebelum kita pulang, kita ke makam Ayah Rikardo dulu. Aku merindukannya..."


Deg....


Permintaan April membuat hati Tasya tersayat, luka itu kembali ia rasakan.


Namun dia sudah berjanji untuk tidak tenggelam dalam lautan masa lalu.


Dengan menguatkan hati dan pikiran, Tasya mencoba membuka mulut. " Aku juga ingin kesana.." Lirih Tasya.


" Lalu bagaimana dengan Revaldi? dia ada di mobil depan. Pasti dia tidak mengetahui jika kita akan ke makam?." Ucap Riko sembari meraih ponsel dalam saku celananya.


" Mas, biarkan mereka pulang terlebih dahulu, karena tidak baik mengajak Dirham pergi ke tempat seperti itu." Ucap Tasya.


Tanpa pikir panjang Riko mengiyakan permintaan Tasya lalu mereka menuju makam Rikardo.

__ADS_1


__ADS_2