HASRAT3

HASRAT3
Ep 39


__ADS_3

Malam itu menunjukkan pukul 11 malam. terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamar. Riko keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang, dia melihat sang istri yang sudah terlelap dikarenakan kelelahan dengan adegan ranjang yang baru saja mereka lakukan..


Tok tok...


kembali pintu kamar ketuk, tak lama kemudian Riko menutupi tubuhnya dengan baju kimono miliknya.


"Siapa yang berani menggangu malamku?." Ucap Riko sembari membuka pintu.


"Maafkan saya tuan, saya hanya ingin mengantar ini untuk nyonya..." Ucap seorang pelayan, dia pun menyodorkan seikat bunga dan sebuah kotak berwarna hitam.


"Siapa pengirimnya?" Cetus Riko dengan menerima semua itu.


"Mohon maaf kami tidak mengenali beliau, tapi beliau hanya meminta saya untuk memberikan ini untuk nyonya...." jelas sang pelayan.


"Kenapa kamu dengan seenaknya menerima pemberian dari seorang yang tidak di kenal?." Bentak Riko.


Suara keributan Riko membuat Tasya terbangun dari tidurnya,dia pun beranjak dari tempat tidur lalu menghampiri suaminya


"Ada apa sih? kenapa ribut sekali...." Ucap Tasya.


"Sayang kamu jadi terganggu ya?." Ucap Riko dengan memeluk sang istri.


"Suara kamu membuatku terbangun. memangnya ada apa? sampai kamu marah seperti ini?." Tanya Tasya dengan melirik sebuah kotak yang di pegang oleh suaminya.


Dengan gemetar sang pelayan menjelaskan semua hal yang sudah terjadi.


pelayan itu menangis sesenggukan, dia memohon ampun dengan kecerobohan yang dia lakukan....


Riko masih kesal dengan semua itu, sebenarnya dia tidak sepenuhnya kesal terhadap pelayannya sendiri, melainkan dia kesal saat ada seseorang yang mengirimkan sebuah bunga untuk istrinya.

__ADS_1


"Sudahlah mas. bibi tidak bersalah! maafkan dia..." ucap Tasya.


"Baiklah, aku memaafkan kamu. tapi lain kali jika ada yang kirim sesuatu bilang padaku atau istriku, jangan sembarangan menerima begitu saja, mengerti!." Bentak Riko.


"Aku akan marah jika kamu berbuat kasar lagi." bisik Tasya.


"Maaf tuan, nyonya, saya tidak sengaja melakukan itu."


"Sudahlah...kami memaafkan bibi, sekarang bibi bisa kembali istirahat." Ucap Tasya lembut.


"Kamu bisa pergi sekarang." Sambung Riko.


"Kalau begitu saya permisi tuan, nyonya." Sang pelayan segera pergi.


"Kamu kasar sekali..." Cetus Tasya dengan kembali ke dalam kamar, tanpa dia perduli dengan Riko.


"Kamu punya penggemar rahasia..?" Riko mendekati Tasya dengan tatapan tajam.


"Lalu ini dari siapa? kamu tidak sedang bermain api denganku kan?." Cetus Riko dengan segala kecemburuan yang dia rasakan.


"Mana aku tau, yang pasti aku tidak pernah bermain api. lebih baik aku bermain air....hehe." Tasya mencoba menggoda sang suami, nampak amarah yang berusaha di tahan oleh Riko membuat Tasya geli.


"Tasya, kamu berani menggoda diriku..." Riko kesal dengan tingkah laku dari sang istri, yang membuat dia semakin gemas.


"Hey, mau ngapain kamu?." Ucap Tasya, saat Riko mulai mendekati dirinya dengan menunjukkan senyuman yang menurut dirinya sedikit menakutkan.


"Aku akan memakan habis tubuhmu...hehe" Riko mulai terbakar gelora Hasrat pada dirinya, terbayang selalu keindahan yang selama ini dia lakukan saat bersama dengan Tasya. namu saat dia hendak memulai aksinya tiba-tiba terdengar suara April dari balik pintu kamar.


"Astaga, cepat menyingkir." Tasya mendorong tubuh Riko, dia pun bergegas untuk membuka pintu.

__ADS_1


"Ada apa sayang...?" lirih Tasya.


"Kenapa berisik sekali, aku tidak bisa tidur dengan tenang....." Protes April, semua kegilaan yang baru saja terjadi membuat April terbangun dari tidurnya.


"Maaf sayang, tadi Ayah sedang mendengkur..."Bisik Tasya di telinga sang anak, mereka pun terkikik bersama.


"Ayah mendengkur sampai membuat seisi rumah hampir rubuh, aku kira ayah sedang main bola sepak....hahaha." April tertawa terbahak.


"Siapa yang menertawai Ayah? sini biar Ayah hukum...." Sambung Riko yang tiba-tiba berada di belakang Tasya.


"Bukan Aku, tadi yang bilang mami." April berlari menuju kamarnya.


"Ayah kejar ya..."


"No, bukan Aril yang salah, tapi mami...."ucap April seraya menutup pintu kamar.


"Kalau begitu Ayah hukum mami ya?." teriak Riko dari luar kamar April.


"Iya...." jawab April dengan lantang.


Tasya tersenyum melihat semua keakraban yang sudah terjalin diantara keduanya.


"Mas, ini sudah malam biarkan April untuk istirahat, besok dia harus bangun pagi untuk sekolah." Jelas Tasya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menuntaskan sebuah misi yang tertunda." Riko membopong tubuh sang istri hingga keatas kasur.


"Mas, sudah, aku lelah!." Tasya memohon belas kasihan dari sang suami yang begitu ganas terhadap dirinya.


"Kamu tadi mengataiku, jadi sekarang kamu terima sendiri akibatnya..." Riko pun kembali melakukan keindahan malam bersama sang istri.

__ADS_1


Tasya tak kuasa menolak semua keinginan dari Riko, karena bagi dirinya sangat sulit untuk lepas dari jeratan Hasrat sang suami.


mereka melakukan itu untuk yang ketiga kalianya dalam satu malam.


__ADS_2