
Berita besar hari ini adalah pertikaian antara ketiga manusia, dimana mereka adalah orang- orang terpandang di negara itu.
semua pemberitaan yang seolah memojokkan Riko, bahkan ada yang bilang jika Riko seorang yang merebut istri orang lain, padahal status Riko adalah masih Sah menjadi suami Tasya. namun apa bisa dikata jika publik telah berasumsi semau mereka, tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu.
hingga pada akhirnya berita tersebut sampai kepada keluarga besar Hendardi dan begitu pula anak mereka Revaldi.
"Kenapa bisa jadi seperti ini...."
Revaldi merasa kesal dengan semua tayangan hari ini, semua media menayangkan kejadian yang dialami oleh kedua orang tuanya.
"Ada apa mas?." tanya Criztine sembari berjalan mendekat, dia melihat apa yang suaminya lihat.
"Mas, ini..." Criztine terkejut melihat semua pemberitaan di televisi, dia tidak menyangka bahwa akan ada pemberitaan semacam ini.
"Pada akhirnya mami bertemu dengan lelaki itu juga, aku harus bagaimana?..." Revaldi mengacak rambut, semua hal yang berusaha di sembunyikan kini telah muncul kepermukaan.
"Aku harus memberi tau mami bahwa lelaki itu bukan Ayah, melainkan hanya seorang yang kebetulan saja mirip..." Revaldi hendak bangkit dari duduknya, akan tetapi Criztine menghentikan langkahnya.
"Mas, aku curiga dengan lelaki itu." Lirih Criztine dengan masih fokus pada layar televisi.
__ADS_1
"Maksud kamu?"
"Coba mas pikir, jika dia tidak punya niat buruk lalu kenapa dia mencium mami di depan papa. dan kenapa pula berita ini sampai di exspos di media. tentunya semua ini sudah di rencanakan..." jelas Criztine.
Revaldi mencoba memahami semua ucapan Criztine, di dalam hatinya dia yakin bahwa lelaki itu bukanlah lelaki yang baik.
di lihat dari saat pertama kali Revaldi bertemu dengan dirinya, lalu saat kedua orang tuanya di permalukan di hadapan publik.
"Kamu benar! semua ini seperti permainan. aku akan segera mencari tau semua kebenarannya...." Ucap Revaldi penuh kemantapan.
"Aku ada sebuah informasi mas..."
"Apa sayang?" Revaldi kembali duduk di samping Criztine.
"Aku sudah tau! hanya saja aku ingin mengorek lebih dalam semua kegilaan yang dia lakukan di keluargaku." Ucap Revaldi.
"Kalau begitu aku pamit dulu sayang..." Revaldi mengusap kepala sang istri dengan kelembutan.
"Semoga akan ada titik temu untuk semua masalah ini mas, hati-hati di jalan."
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Revaldi menuju suatu tempat dimana dia bisa mencari informasi lebih dari apa yang dia ketahui.
pikiran Revaldi saat ini sedang tidak baik. semua rasa penasaran dan segala kecurigaan membuat dia sangat kacau, hingga pada akhirnya sampailah dia di depan rumah mewah.
"Ada apa kamu kesini...?" Tanya seorang lelaki.
"Aku hanya ingin berkunjung saja. bolehkah kita bicara di sana..." Revaldi menunjuk kursi di samping rumah.
Lelaki itu sedikit heran dengan kedatangan Revaldi yang secara tiba-tiba.
"Ada yang bisa aku bantu?."
Revaldi duduk dengan pandangan kosong, rasa takut akan kehancuran dari rumah tangga kedua orang tuanya mulai membuat dia tidak tenang.
"Siapa sebenarnya lelaki yang bernama Farhan itu? aku ingin kamu menjelaskan semua kepada diriku. sebelum rumah tangga ayah dan ibuku hancur berantakan." Jelas Revaldi.
"Lelaki yang baru di beritakan itu?."
Revaldi mengiyakan semua ucapan sang lelaki yang tidak lain adalah sahabat lamanya sendiri. mereka berteman dekat di universitas, dia adalah Joe.
__ADS_1
Joe adalah warga negara asli Eropa yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis...
"Aku kurang paham dengan identitas asli lelaki itu, yang pasti dia baru saja pindah beberapa bulan lalu. tapi dengar-dengar dia adalah anak dari sahabat Tuan Hendardi. coba saja kamu tanyakan semua itu pada Opa kamu...!" Jelas Joe.