
"Jika kamu hanya sahabat Rikardo, lalu kenapa wajah kalian bisa sangat mirip seperti itu?." sambung Riko.
"Tentu saja karena aku ingin membalaskan semua dendamnya selama ini kepada kalian." Cetus Farhan.
"Kenapa kamu melakukan balas dendam? bahkan kamu tidak ada hak untuk mencampuri urusan kami." Tasya meluapkan segala emosi dalam dirinya.
Farhan terdiam sejenak, ada sesuatu hal yang ia coba ingat-ingat...
"Kalian ingin tau bagaimana perasaan Rikardo selama ini? kalau begitu kalian ikut denganku. aku akan menunjukkan sesuatu untuk kalian...." Ucap Farhan sembari membawa Tasya naik ke dalam mobil.
"Tunggu apa lagi, sekarang kamu masuk mobilku." Cetus Farhan kepada Riko.
Saat ini perasaan Riko semakin kalut, semua hal dalam dirinya membuat dia tidak yakin akan semua ucapan Farhan.
namun ia tidak ingin mengambil resiko dengan menolak ajakan dari Farhan, pada akhirnya Riko menuruti kemauannya.
"Sebenarnya apa yang akan dia lakukan..." Gumam Riko sembari masuk dalam mobil Farhan.
__ADS_1
"Sayang, kamu baik-baik saja? apakah lelaki ini menyakiti kamu?." Lirih Riko.
"Aku baik! tapi aku tidak tau hal apa yang akan terjadi selanjutnya." Tasya menangis di pelukan suaminya.
"Drama semacam ini membuatku muak." Sambung Farhan, sedari tadi dia melihat semua gerak-gerik mereka dari kaca mobil.
"Kesedihan kalian ini tidak seberapa dengan perjuangan Rikardo saat dulu, kalian adalah manusia tidak tau malu." Cetus Farhan.
Lagi-lagi kata luka kembali terlontar dari mulut Farhan, Tasya semakin berlarut dalam kesedihan. akan tetapi Riko tidak membiarkan kesedihan itu terus menghampiri istrinya, tanpa Farhan sadari Riko diam-diam mengirim pesan untuk seorang kepercayaannya.
"Jangan menangis, aku yakin semua ucapan dia hanya sebuah tipuan untuk membuat kamu sedih." bisik Riko.
Farhan kemudian menuntun mereka untuk memasuki sebuah ruangan rahasia di bawah tanah, ruangan itu nampak berantakan, gelap, dan juga pengap. tidak ada siapa pun di rumah itu.
"Hati-hati sayang anak tangga ini sudah rapuh." Ucap Riko dengan menggandeng sang istri.
"Mas, aki takut. kita mau di bawa kemana?." Tasya menggenggam erat tangan suaminya, ketakutan dalam gelap membuat dia tidak ingin jauh-jauh dari tubuh suaminya tersebut.
__ADS_1
Klik....
Farhan menyalakan lampu, hingga semua ruangan terlihat terang.
kemudian Farhan membuka sebuah lemari di sudut ruangan, ia mengambil sebuah kotak besar...
" Kalian tau disini ada banyak bukti kesakitan Rikardo selama ini, jika kalian tidak percaya, kalian bisa melihatnya." Kotak tersebut di letakkan di hadapan mereka berdua.
"Kotak apa ini?."Tanya Riko heran.
Tanpa pikir panjang dia membuka kotak tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat banyaknya buku dan juga kaset yang tertartata rapih.
sembari menunggu mereka yang tengah sibuk membuka satu persatu diary Rikardo, Farhan memutar hasil rekaman percakapan antara dirinya dan juga Rikardo, di sana terdengar Rikardo sedang menangis juga bercerita bahwa dia sangat sedih menjalani rumah tangga tanpa adanya cinta, bahkan dia juga meluapkan semua isi hatinya...
betapa berat semua beban yang dia terima selama ini, sehingga membuatnya tidak tahan lagi dengan semua kesakitan.
disana Rikardo juga mengungkapkan rasa cintanya kepada Tasya yang begitu dalam, namun dia sadar jika cinta Tasya hanya untuk Riko.
__ADS_1
Mendengar rekaman tersebut membuat hati Tasya sakit, sekujur tubuhnya bergetar, bahkan dia tidak sanggup mendengar semua lebih dalam lagi,hingga pada akhirnya Tasya tidak sadarkan diri....