HASRAT3

HASRAT3
Ep 32


__ADS_3

Setelah pertemuan Hans dengan Risa, kini dia kembali ke kantor.


"Dari mana saja kamu?." Cetus Revaldi.


Hans merasa sedikit tegang, dia melihat ada kekesalan di wajah Revaldi.


"Maaf tuan, saya ada sedikit urusan pribadi..." Jelas Hans dengan menundukkan kepala.


"Aku tidak perduli dengan urusan pribadi kamu, kalau kamu sedang bekerja, maka jangan campurkan dengan masalah pribadi kamu dong..." Emosi Revaldi meluap, dia adalah tipe pemimpin yang disiplin.


dia juga tidak suka melihat karyawannya sibuk mengurusi semua urusan pribadinya, tanpa perduli dilingkungan mana mereka berada...


"Saya mohon maaf Tuan Re, saya mengaku salah." Hans menunduk pasrah dengan semua keputusan Revaldi.


"Aku maafkan kamu! tapi jangan sampai terulang lagi, bukankah kamu sudah tau jika dokumen itu sangat penting?...kamu jadi berhutang budi pada istriku." Jelas Revaldi dengan tatapan kejam yang dia perlihatkan.


"Baiklah Tuan! saya saya mengerti." Hans hendak melangkah pergi.


"Mau kemana kamu..?" Cetus Revaldi.


"Saya mau memohon maaf pada nyonya..." jelas Hans, dia melihat senyum tipis yang terukir di bibir Revaldi, yang membuat dia sedikit kebingungan dengan tanda senyum itu.


"Dasar bodoh!...sudah lupakan masalah ini, saat ini ada yang jauh lebih penting dari itu. sekarang siapkan berkas yang kita butuhkan untuk rapat kepemimpinan nanti." Jelas Revaldi.


Hans membantu Revaldi untuk menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan.


tak berapa lama mereka masuk ke ruang rapat...

__ADS_1


disana sudah berkumpul puluhan orang yang siap menyambut kedatangan Revaldi.


akan tetapi ada satu kursi yang kosong...


"Hans, kita mulai saja sekarang...." Lirih Revaldi.


"Mohon perhatiannya sebentar, perkenalkan beliau adalah cucu dari Tuan Hendardi, beliau akan menempati posisi tertinggi di perusahaan. untuk lebih lanjutnya mohon tuan Revaldi berkenan memperkenalkan diri." Ucap Hans dengan santun.


Revaldi berdiri dengan tegap dan berani, dia mencoba menguatkan hati untuk semua tanggung jawab yang akan dia emban...


"Perkenalkan saya Revaldi, mohon bantuan dan kerja sama dari kalian semua." Ucap Revaldi tanpa basa-basi.


Semua orang menyambut kepemimpinan Revaldi dengan senang hati....


akan tetapi saat semua orang tengah membahas masalah aturan kepemimpinan, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang dengan sombongnya berjalan tanpa menghiraukan semua mata yang memandangi dirinya.


Revaldi terkejut saat melihat wajah lelaki itu, yang ternyata dia adalah Farhan(lelaki yang mirip dengan Rikardo).


"Kamu...." Ucap Lelaki itu dengan menunjuk Revaldi.


"Tuan anda sudah mengenal beliau? dia adalah orang yang menggantikan posisi Tuan Riko. beliau adalah cucu dari Tuan Hendardi!." Bisik salah seorang di dekat lelaki itu.


"Salam kenal Tuan...." Revaldi mendekati lelaki itu dengan menjulurkan tangan.


"Hemmm..." Lelaki itu pun menjabat tangan Revaldi tanpa memandang wajah.


"Senang bisa bertemu dengan anda disini Tuan Farhan." Ucap Revaldi, walaupun hatinya sangat merindukan wajah Rikardo yang ada pada dirinya, namun Revaldi tidak akan terkecoh dengan paras lelaki itu.

__ADS_1


"Kalau begitu kita mulai dari awal, supaya Tuan Farhan dapat mengikuti semua dari awal...." Jelas Revaldi.


Mereka semua kembali fokus dengan semua peraturan baru di atas kepemimpinan Revaldi.


Tak berapa lama rapat telah usai...


"Tuan Farhan, bisakah anda ikut dengan saya sebentar?." pinta Revaldi dengan santun.


"Saya tidak ada waktu! jadi maaf saya permisi dulu..." Farhan meninggal Revaldi tanpa perduli dengan permintaan Revaldi.


"Sebenarnya siapa dia? kenapa dia sangat mirip dengan Ayah..." Gumam Revaldi.


saat dia hendak kembali ke dalam ruang kerjanya, datanglah Hans dengan membawa secangkir kopi.


"Ini kopi untuk siapa?." Tanya Revaldi.


"Untuk anda dan tamu anda tadi tuan." Lirih Hans.


"Dia sudah pergi, kalau begitu kamu temani saya minum kopi di dalam...."


mereka pun masuk dalam satu ruangan.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan Re? sepertinya anda sedang banyak pikiran..."Hans melihat ada sesuatu yang berbeda pada diri Revaldi saat ini.


"Aku hanya ingin tau siapa lelaki yang bernama Farhan itu? wajahnya benar-benar mirip dengan Ayahku." Revaldi berpangku tangan, dia sangat penasaran dengan asal muasal lelaki yang mirip dengan Rikardo.


"Kenapa anda tidak meminta orang untuk memata-matai dia Tuan? anda ini punya kuasa, jadi apapun perintah anda pasti akan segera mereka laksanakan." jelas Hans.

__ADS_1


__ADS_2