
REUNI SEKOLAH....
Berkumpul di sekolah, dimana dulunya adalah tempat mereka menimba ilmu.
Masa remaja terbaik mereka ada di putih abu-abu...
Dimana mereka mencari bahagia dan mencari jati diri.
Masa dimana mereka beranjak dewasa dengan banyaknya cerita cinta di dalamnya.
" Woy....pasangan kita sudah datang teman-teman." Ucap salah seorang.
" Apa kabar sob...?." Lelaki itu menjabat tangan Riko.
" Baik! bagaimana dengan kalian?." Riko menjabat tangan sahabat lamanya dengan sekilas senyum di bibir.
" Kita nggak nyangka jika kalian berjodoh...." Sambung salah satu wanita yang berdiri di belakang Riko.
" Tiara?." Riko terkejut atas kedatangan seorang wanita di belakangnya.
" Selamat..... atas kekalahan kamu." Tiara menjulurkan tangan. Dia sedikit menyinggung Riko.
" Selamat untuk apa? kalah dalam rangka apa?"
" Kalah dalam menyembunyikan cinta untuk Tasya. Bahkan dulu kamu selalu menutupi ke dekatan kalian dari semua orang, padahal di belakang kita, kamu sangat mencintai dia." Jelas Tiara.
__ADS_1
" Ah...kamu masih ingat saja. Oh, iya. kamu datang ke sini dengan siapa?."
Tiara hanya menjawab dengan senyuman...
" Kenapa kamu tidak menjawab?." Riko semakin curiga dengan senyum di bibir mantan kekasihnya tersebut.
" Jangan bilang jika kamu masih suka sama dia..." Bisik salah satu sahabatnya.
" Enak saja! Aku sudah bersyukur bisa di persatukan lagi dengan Tasya, untuk apa aku bermain api dengan wanita lain. Aku sudah jera dengan yang namanya Karma." Ucap Riko sembari melihat istrinya tengah asik dengan para sahabatnya.
" Kita audah dengar semua masalah kalian, semoga ke depannya kamu dan Dia bisa saling menjaga satu sama lain." Tino menepuk pundak Riko.
" Kisah Cinta ku sangat lah rumit. Tapi saat ini aku sadar bahwa tindakan ku, perlahan membawa ku pada Karma, dan tidak akan ku biarkan dia meninggalkan aku lagi."
" Sudahlah! sekarang kamu sudah menebus kesalahan itu, sekarang mari kita nikmati Reuni ini. Kita nikmati hari ini tanpa rengekan anak-anak."
" Kita lihat kelas kita yuk..." Riko sangat merindukan tempat dimana dirinya pernah duduk dengan siksaan pelajaran dan lain sebagainya.
Di sisi lain...
Tasya sangat bahagia bisa bertemu dengan para sahabat lamanya.
" Sya, katanya kamu sudah punya cucu? dimana dia sekarang?." Tanya Andreas.
" Cucu? apakah itu benar?." Sambung Arsita. Dia baru saja datang lalu duduk di samping Dito.
__ADS_1
Arsita saat ini tengah mengandung anak ke duanya. Jadi dia datang terlambat hari ini...
" Makanya jadi orang jangan sibuk ngurusin uang terus dong...." Dito mengetuk kepala Arsita pelan.
" Sakit Tau." Kesal Arsita.
" Kalian masih sama ya?." di sela-sela tawa mereka, Tasya menghentikan aksi mereka berdua.
" Jika saja aku bisa lulus sampai akhir, pasti kita bisa melewatkan waktu lebih lama..." Tasya menunduk malu.
Dito, Andreas, dan Arsita, saling melempar pandang.
Mereka sangat tau bagaimana rasanya Tasya harus kehilangan masa remajanya dulu.
Kehilangan masa Remaja sangatlah rugi.
Kita tidak bisa menikmati hidup dengan indah seperti layaknya burung terbang bebas di angkasa luas.
Namun semua kesalahan itu membuat Tasya sadar, bahwa dia harus menjadi orang tua yang lebih baik.
Dia tidak ingin nasib April sama seperti dirinya...
" Kamu jangan bersedih! meski kamu tidak bersama dengan kita, tapi kita selalu mengetahui kabar kamu dari Rikardo." Ucap Andreas sembari merangkul pundak Tasya.
" Rikardo?." Tasya terdiam, ketika dia mengingat wajah suaminya.
__ADS_1
Rasa kehilangan kembali bangkit dalam dirinya.