HASRAT3

HASRAT3
Ep 30


__ADS_3

Drt drt....


ponsel Hans tiba-tiba bergetar, dia pun segera menatap layar ponsel.


"Astaga, aku sampai melupakan rapat hari ini." Hans pun bergegas untuk kembali menuju rumah Criztine.


"Nyonya, mohon maaf tadi saya ada sedikit urusan. tolong berikan dokumen yang tadi..." Hans terlihat panik.


"Kamu tidak perlu panik, dokumennya sudah ada di tangan suamiku!...kalau boleh tanya apakah kalian sudah saling mengenal sejak lama?." Tanya Criztine dengan segala rasa yang berkecamuk di dalam otaknya.


"Saya malu untuk menceritakan kisah saya, sepertinya saya sudah harus kembali ke kantor. saya mohon undur diri nyoya..." Hans memberi salam hormat dengan membungkukkan setengah badan.


tanpa pikir panjang dia pun masuk mobil lalu pergi....


"Apa aku menyinggung perasaannya?." Gumam Criztine.

__ADS_1


Tak berapa lama Criztine mendapat kabar dari Vivian bahwa saat ini Risa tengah bersama dengan dirinya.


"Syukurlah kalau begitu..." Ucap Criztine lega.


Disii lain ada hati yang merasa sangat sakit atas kedatang seseorang yang tidak dia inginkan.


Dia adalah Risa!.


Perih yang dia rasa tidak sebanding dengan kegelapan yang pernah dia rasakan....


"Dia adalah HANS DIKRA, dahulu aku dan dia pernah saling cinta. waktu itu aku sangat mencintai dia, hingga aku tidak rela melihat dia berdekatan dengan wanita lain.akan tetapi semua kecemburuan dan sifat kekanakanku membuat dia tidak nyaman. hingga dia memilih untuk pergi dari kehidupanku." Jelas Risa dengan air mata yang membasahi pipi.


"Bukankah kamu pernah bilang padaku, jika hanya Revaldi yang kamu cintai sepanjang hidupmu. lalu kenapa tiba-tiba datang lelaki itu dengan membawa kenangan masa lalu kalian?." Vivian mencoba mencari kebenaran yang dia pun belum mengetahuinya.


"Sebenarnya bukan Revaldi, melainkan dia!. aku selalu menutupi rasa cintaku dengan bersembunyi di balik kuasa dari keluarga Revaldi. karena aku yakin seseorang yang dapat menyembunyikan aku di negara ini hanyalah dia. aku tidak bermaksud memanfaatkan dia, tapi aku hanya berlindung pada dirinya." Jelas Risa, dia pun tak tau akankah Vivian mau mempercayai semua ucapannya.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu tidak mencintai Tuan muda angkuh itu?." Kembali Vivian memojokkan Risa.


"Aku mencintai dia! tapi saat kami menjalin sebuah hubungan, ternyata keluarga Revaldi tidak merestui cinta kami. hingga pada akhirnya dia menghilang tanpa jejak, sama halnya sepeti Hans dikra." Risa menunduk kepala.


"Apakah wanita seperti aku ini terlalu kotor untuk di cintai? kenapa semua orang yang dekat dengan diriku pasti akan meninggalkan aku begitu saja...." Ucap Risa.


"Jangan bicara seperti itu, di balik derita yang kamu alami, Tuhan telah menyiapkan segala keindahan yang tidak kamu ketahui!." Lirih Vivian sembari menguatkan hati Risa.


"Mungkin semua penderitaan yang aku alami, adalah benih keburukan yang pernah aku tanam di kehidupan Criztine. aku menyesal telah melukai wanita yang sangat baik terhadap diriku, tapi sebenarnya aku hanya iri dengan keberuntungan yang Criztine dapatkan." Jelas Risa.


Vivian mulai berpikir, jika benar apa yang di katakan oleh Risa, maka dia dapat menyimpulkan bahwa, semua hal yang dia tanam pasti akan tumbuh dan kembali kepada sang pemilik...


begitu pula dengan perbuatan buruk yang pernah Risa perbuat kepada Criztine selama ini.


"Jangan menyalahkan diri sendiri terlalu dalam, lebih baik kamu fokus dengan pak Dokter tampan itu. sebelum dia berubah pikiran dan mengajak aku menikah dengannya....hehe" Vivian mencoba menghibur Risa, akan tetapi semua itu sia-sia.

__ADS_1


Risa sudah kembali tenggelam dalam kelukaan di masa lalu, walaupun saat ini dia berada di samping Vivian, tapi dia merasa kembali berada di masa lalu.


__ADS_2